
"aku punya ide"
"apa?"
"ayo kita pergi"
"bagaimana kita bisa pergi? lift nya mati"
Harley tertawa "bukan itu maksudku, ayo kita keluar dan berkencan"
"apa? dari tadi kau tidak mendengarkan ku ya? aku sudah menikah!!"
"iya, menikah di atas kertas"
"kita bahkan tidak menyukai satu sama lain!"
"aku menyukaimu!"
"Tapi kita baru berkenalan!"
"tidak ada bedanya aku menyukai siapa yang ku sukai kau menarik dan kau tidak seperti cewek-cewek lain yang mengejar-ngejar ku"
"wow kau rendah hati sekali"
"tidak aku serius lagi pula ini bisa membuatmu merupakan suamimu yang bodoh itu"
"jangan panggil dia bodoh" mereka berdua terdiam phobetidak bisa mempercayai bahwa hari baru saja mengatakan bahwa ia menyukai phobe dan menganggapnya menarik.
tidak ada seorangpun yang pernah mengatakan hal-hal seperti itu kepadanya bahkan suaminya sekalipun
"oke oke baiklah kita akan berkencan" tepat setelah menyerahkan kata-kata itu phobe mulai bertanya-tanya apakah keputusan yang tepat.
di rumah, seseorang sedang berusaha menelepon phobe. suaminya kentyang semakin lama kemarahan yang semakin membuncah karena tidak bisa menghubungi istrinya malam itu karena ia harus pergi syuting dan dia harus pergi beberapa menit lagi tapi tetap belum ada telepon atau SMS dari istrinya kan sebenarnya tidak peduli tapi bi Inah menegaskan bahwa phobe tidak pernah pulang selarut itu jadi pasti dia ada dalam masalah.
"orang ini kenapa sih?" perasaan kentterus berganti antara cemas dan marah pada istrinya itu dia tahu betapa pelupa dan ceroboh nya istrinya cewek itu mungkin tersesat di suatu tempat yang tidak memiliki sinyal sehingga tidak bisa dihubungi. kentbakal terlambat pergi syuting tapi dia tidak bisa pergi begitu saja sebelum memastikan istrinya sudah tiba di rumah atau belum
"ini sudah 2 jam!" seru phobe "berapa lama lagi listriknya akan menyala?aku tidak menghakimi ayahmu atau semacamnya tapi ya apa ayahmu tidak bisa memasang generator di hotel ini?"
Harley mulai tertawa dan dengan hanya menekan satu tombol lift kembali berfungsi seperti sedia kala
"hore akhirnya" pekik phobe "tunggu dulu---"
tawa Harley semakin keras saat phobe mulai menyadari apa yang baru saja terjadi.
"tidak mungkin!"
"maaf... memang aku yang melakukannya listriknya sebenarnya tidaklah mati" ungkap Harley di sela-sela tawanya. phobe mulai memukuli hari dengan tas sekolahnya
"dasar bodoh apa kau tahu sudah jam berapa sekarang? Kent pasti akan marah sekali padaku Dan ini semua gara-gara kau buka pintu lift ini sekarang juga!!!!"
"hentikan"seru Harley lalu cowok itu merebut tas dari tangan phobe agar berhenti memukulinya phobemerebutnya kembali dan berniat melanjutkan memukuli Harley dengan tasnya saat Harley menekan sebuah tombol untuk membuka pintu lift
"nah sekarang kau bisa keluar"
phobe bergegas keluar dan Harley mengekor di belakangnya untungnya rumah phobe dan Kent dekat dari sekolah dan kebetulan juga dekat dari hotel ini jadi phobe bisa pulang berjalan kaki.
saat ponsel phobe akhirnya mendapatkan sinyal dia melihat ada 10 SMS semuanya dari Kent. SMS itu bervariasi mulai dari kau di mana sih dan dasar bodoh balas sms-ku phobe mengembalikan ponsel ke dalam tas dan tiba-tiba ponsel itu mulai berdering. ketika menjawab panggilan tersebut seketika phobe bisa mendengar teriakan Kent.