
wajah kent memerah menahan emosi. cowok yang tadi menabrak phobe lantas berdiri dan berjalan ke arah Kent.
"hey teman tenanglah ini salahku" phobe melihat kent menatap tajam ke arah cowok itu. perlahan dia juga mulai menyadari bahwa orang-orang di sekitar mereka mulai berkomentar.
"huh, yang benar saja cewek ini lagi? kemarin dia mengganggu kent untuk minta tanda tangannya dan sekarang dia mengganggu Harley, ayolah."
"dia benar-benar tidak tahu malu"
phobe menatap mereka dan bertanya-tanya apa mereka sengaja berbicara dengan bisikan keras supaya dia bisa mendengarnya?
phobemenoleh lagi ke arah cowok aneh tadi dan seketika itu juga dia mulai paham situasinya jadi ini yang namanya Harley? wow, oke.
phobe memohon kepada cowok bernama Harley itu untuk mengembalikan proyeknya tapi Harley bergeming bisik-bisik di sekitar mereka semakin menjadi-jadi semakin tidak terkendali
"mungkin cewek itu tidak benar-benar menyelesaikan proyeknya jadi proyek itu pasti sudah rusak dari awal."
akhirnya phobe tidak tahan lagi dia menjatuhkan tasnya ke lantai dan menghadapi mereka.
"bisakah kalian tutup mulut?bukan aku sih cewek yang tidak tahu malu itu-tapi kalian semua! dan cowok itu menabrakku! dia menghancurkan proyekku! tanya saja kepada Nya" phobe menunjuk ke arah Harley.
"lagi pula aku sama sekali tidak kenal dengan cowok itu jadi berhenti bicara hal-hal bodoh seperti itu tentangku kalian sama sekali tidak tahu apa-apa" Harley menatapnya lalu menggeleng-geleng sambil tersenyum kecil
"dan asal kalian tau saja. aku sudah menyelesaikan peredup lampu ini. maksudku, tanya saja dia! dia tahu. benarkan, Kent?"
kali ini phobe menunjuk ke arah kent. Kent balas menatapnya alis cowok itu berkerut sama dalamnya seperti semalam.
"aku sama sekali tidak tahu apa yang sedang kau bicarakan!"
phobe memperhatikan kent menjauh, lalu membekap mulutnya.