
"lihat!" Jessica menuju dari panel kaca jendela mereka bisa melihat Kent sedang mengobrol dengan Elisa satu lagi selebriti yang juga saangkatan dengan mereka tampak sedang bermain-main dengan tangan Kent
Phobetidak bisa lagi menahan diri dia lalu menirukan suara ketukan Kent di pintu kamarnya pada panel kaca jendela Kentlangsung mengenali suara itu dan melihat ke arahnya dengan alis terangkat
uh, dasar penggoda! kau sudah menikah, cowok brengsek!
phobe ingin berteriak dia begitu larut dalam pikirannya sampai-sampai langsung tersentak saat mendapati kent sudah berdiri tepat di hadapannya
"kau tidak ingat apa yang tadi ku katakan?" tanya Kent yang sudah berdiri tepat di hadapannya
"tidak," jawab phobe dengan suara yang jauh lebih lemah daripada Kent phone sadari saat ini bisa saja dia menghancurkan karir Kent.
"bukannya aku sudah bilang....." Kent mulai bicara dengan volume normal phobe lantas terkesiap
apa yang sedang dia lakukan? pikirnya
"bahwa aku tidak berkencan dengan sembarang cewek apalagi yang tidak ku kenal?"
"kau bilang tadi namamu siapa?"
sebenarnya apa yang sedang terjadi? pikir phobe selagi Kent mengeratkan cengkraman pada tangannya kemudian kent mengambil pulpen dari sakunya dan mulai menandatangani punggung tangan phobe.
"ini tanda tanganku apa ini cukup?"
phobe seperti ingin muntah melihat kepura-puraan kent menjadi cowok baik dia hafal tanda tangan selebritas kentkarena cowok itu pernah memaksanya membantu memasukkan tanda tangannya di poster yang akan dibagikan kepada klub penggemarnya phobe melepaskan tangannya dari kent yang masih tersenyum kepadanya
"ms.bernal? kenapa kau masih disini? kelas hampir dimulai," kata ms Flores wali kelas kent saat berjalan mendekati ruang kelas
"maaf ma'am" Jessica menarik phobe menuju kelas mereka
"**apa yang kau pikirkan? baru beberapa menit lalu kau menyuruhku diam tapi kau malah membuat kekacauan di sini? memalukan sekali!"
"maaf Jessica dia benar-benar menjengkelkan! kau melihat apa yang dia lakukan kan**?"