
___Masih di hari yang sama___
Setelah sampai di kantin...
"So Eun kau duduk saja,aku akan mengambilkan makanannya untukmu" ucap Do Yun menatap So Eun.
"Baiklah,terimakasih" ucap So Eun tersenyum pada Do Yun dan langsung duduk di kursi kosong.
sedangkan aku hanya bisa menatap mereka berdua.
"Aish menjijikan" ucap bantinku.
Setelah selesai mengambil makanan kami pun duduk dan makan bersama.
__________________
Beberapa menit kemudian kamipun selesai makan.
"Aku akan ke kelas duluan" ucapku yang langsung bangkit dari tempat duduk.
"Aku juga akan ke kelas,So Eun ayo" ucap Do Yun memegang tanganku.
"Ya" ucap So Eun tersenyum.
"Lepaskan" ucapku menatap Do Yun.
"Baiklah maaf" ucap Do Yun melepaskan tangannya dari tanganku.
Kami berjalan menuju kelas masing masing.
Di sepanjang koridor Do Yun Dan So Eun terus saja bercanda dan aku hanya menatap mereka berdua dengan tajam.Saat itu aku merasa sudah sangat jauh dari Do Yun seperti aku bukan sahabatnya lagi.
___________________
"Aku masuk dulu sampai jumpa" ucap So Eun tersenyum dan langsung masuk ke kelasnya.
Aku dan Do Yun juga sama masuk ke kelas kami.
Ding Dong~
Suara bel masuk berbunyi,pak gurupun datang dan memerikan materi..
3 Jam berlalu...
Ding dong~
Terdengar suara bel pulang.
"Mau main ayunan dulu bersamaku di taman?" Tanya Do Yun menatapku.
Sebenarnya aku mau tapi aku harus piket karena tadi pagi aku telat.
"Apa?Seharusnya kau piket tadi pagikan?" Tanya Do Yun.
"Jangan banyak bertanya pulang saja" ucapku yang langsung pergi mengambil sapu.
"Baiklah lagi pula masih banyak orang yang piket,sampai jumpa jaga dirimu baik baik" ucap Do Yun tersenyum padaku dan langsung pergi meninggalkan kelas.
"Kenapa dia tidak bilang*Baiklah aku akan menunggumu di sini* cih dia memang sudah bukan sahabatku,tapi..apakah Do Yun pulang bersama So Eun?,sudahlah jangan dipikirkan” ucap batinku.
Setelah selesai piket akupun keluar dari kelas dan berjalan untuk pulang.
Karena aku pulang sendiri aku tidak berani melewati jalan gang sepi yang biasa aku lewati dengan Do Yun,terpaksa aku harus ke jalan raya dan juga harus menyebrang.
sambil menunggu lampu merah untuk menyebrang aku memainkan ponselku.
Lampu merah pun muncul,saat aku akan melangkah ada seorang pria menyenggolku dari belakang dan berlari tanpa melihat ke jalanan tiba tiba datang sebuah mobil melaju arahnya dengan sangat cepat.
"Hei Hati Hati!" Teriaku kepada pria itu.
Sayangnya teriakan ku itu hanya sebuah angin yang berlalu,pria itu tertabrak tepat di hadapanku,sontak saja aku langsung menutup mata karena terkejut.
Terdengar di telingaku orang orang berlari.
Saat aku membuka mata aku melihat orang berkerumun di tempat pria itu tertabrak.
Saking terkejutnya tubuhku tidak bisa bergerak hanya bisa menatap kerumunan orang orang itu.
Beberapa menit kemudian ambulan datang.
Ketika pegawai ambulan itu menyuruh orang orang yang berkerumun untuk segera bubar tambah terkejutnya aku karena melihat pria yang mengalami kecelakaan tadi sedang berdiri menatap dirinya sendiri yang tergeletak di tanah.
"Apa ini,tidak,tidak ini tidak nyata" ucap batinku dan kembali menutup mata.
Ponselku bergetar aku membuka mataku dan langsung mengangkat telepon itu.
"Kau dimana jam segini belum pulang ibu khawatir?" tanya ibuku di telepon.
"Ibu aku baru saja melihat hantu" ucapku tanpa melihat kearah pria itu.
"Apa?Kau sudah gila?,cepat pulang" ucap ibu yang langsung menutup teleponnya.
Aku menurunkan ponsel dari telingaku dan melirik kearah tempat kecelakaan itu untuk memastikan jika pria yang berdiri masih terlihat mungkin dia hanya mirip dengan pria yang mengalami kecelakaan tetapi jika tidak ada maka...dia pasti arwahnya.
Benar saja pria yang mirip itu tidak ada.
Pegawai ambulan membawa pria yang kecelakaan itu ke dalam mobil dan membawanya pergi.
Karena merasa takut aku langsung lari menyebrangi jalanan agar segera sampai rumah.
Bersambung :)