
Masih di hari dan tempat yang sama aku menatap wajahnya memancarkan sinar kebahagiaan.Kini harapan untuk menemukan identitasnya hampir menjadi kenyataan,mungkin hanya sebuah nama yang dia temukan tetapi itu akan mempermudah mencari identitasnya yang lain.
"Bagaimana kau bisa mengingatnya jelaskan padaku !? "Pertanyaan ku itu seakan
merenggut kebahagiaannya saat ini,
mendadak senyumannya menghilang dia memalingkan wajahnya."Ke..kenapa?"aku kembali bertanya dengan gugup.
"Aku tidak tahu bagaimana cara menjelaskannya padamu "Jawab Eun Woo menatapku sembari menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu tidak apa-apa jika tidak bis..-"Eun Woo memotong ucapanku,dia mulai menjelaskan bagaimana dia mengingat namanya.
"Aku...akan menjelaskannya.tadi aku ingin menemuimu,aku tahu aku ini hantu..dalam sekejap aku bisa ada dimana saja yang
aku mau,tetapi..sebelum menjadi hantu aku adalah manusia saat aku ingin pergi ke suatu tempat aku harus berjalan dengan kakiku sendiri dan aku ingin tetap seperti itu " jelas. Eun Woo.
"Dia pasti sangat sedih dengan keadaanya yang sekarang " ucap batinku yang berempati pada Eun Woo.
"Aku berjalan di koridor tapi ada seorang wanita yang berjalan terburu buru dan menyenggolku dari belakang,tidak tahu kenapa kepalaku menjadi sangat pusing,
pandanganku menjadi buram,dan mendadak terbayang ada seorang wanita yang memanggilku dengan nama Cha Eun Woo di kepalaku "Eun Woo kembali melanjutkan penjelasannya.
mendengar penjelasan Eun Woo banyak pertanyaan yang muncul dibenakku.siapa wanita itu?Hubungan dengan orang yang menyenggolnya itu apa sampai dia bisa mengingat namanya?
"Falisa apa yang kau lakukan di sini ? " Tanya Do Yun yang Tiba-tiba berada 2 meter di belakang Eun Woo.Eun Woo yang merasa terkejut dia langsung berbalik dan menatap heran Do Yun.
"Do Yun" Ucapku heran."Jawab aku!apa yang kau lakukan disini?semua orang sedang di lapangan"Do Yun kembali bertanya dan berjalan mendekatiku."Aku..aku sedang melihat lihat tanaman " jawabku gugup.
Kedatangan Do Yun Yang mendadak membuatku merasa takut."Benarkah?kau tidak terlihat seperti sedang melihat tanaman kau terlihat sedang berbincang dengan seseorang" Ucap Do Yun menatapku dengan penuh kecurigaan.
"Aku melihat tanaman sambil berlatih pidato" Aku terpaksa harus membohongi Do Yun jika tidak..mungkin dia akan menyebutku orang gila,karena tidak semua orang percaya adanya hantu.
"Pidato?pidato untuk apa?" Do Yun terus melontarkan pertannyaan yang membuatku semakin takut dan gugup.
"Pidato untuk... Kenapa kau banyak bertanya!? kita harus kembali kelapangan,Ayo!" Aku menggenggam tangan Do Yun membawanya kembali kelapangan dan meninggalkan Eun Woo
***
Saat aku kembali kelapangan tidak tahu ada apa tapi aku melihat banyak siswa siswi kelas B yang ikut menyoraki tim basket laki laki kelasku.
"Do Yun ada apa ini? kenapa tim basket kelas B berada di lapangan juga?" Tanya ku yang kebingungan melihat kelas B yang ada di sisi lapangan dan tim basketnya ada di tengah lapangan dengan tim basket kelas A.
"Pak guru ingin tim basket kelas A dan kelas B bertanding"Jawab Do Yun tersenyum menatapku."Begitu rupannya.." ucapku yang kini merasa paham.
"Lalu kapan kau akan melepaskan genggaman tanganmu dari tanganku?"Tanya Do Yun melirik tanganku yang menggenggam tangannya."Ah..maafkan aku" Jawabku yang langsung melepaskan genggaman tanganku.
"Do Yun halo" Ucap So Eun Menghampiri Do yun
"So Eun" ucap Do Yun tersenyum manis menatap So Eun."Dia bahkan pura pura tidak melihatku" ucap batinku yang kesal.
"Kau tidak main?" Tanya So Eun Pada Do Yun.
"Aku akan main kau harus mendukungku ya..Falisa juga sampai jumpa" Kata Do Yun berlari ke tengah lapangan."Tentu saja" seru So Eun Pada Do Yun sembari tersenyum.
"Dia bahkan tidak peduli pada tim di kelasnya" Gumamku pelan.Rasa cemburu itu kembali muncul di dalam diriku"Apa kau bilang sesuatu?" Tanya So Eun menatapku.
"Tidak aku tidak bilang apa apa" ucapku menatap kembali So Eun dengan tajam.
"Falisa aku dan Do Yun...sudah berpacaran" Kata So Eun.Aku sangat merasa kecewa dengan pernyataan So Eun.
"apa?bukannya kau tidak menerima perasaannya Do Yun" ucapku memendam kesedihan.
"Tidak aku tidak bilang seperti itu,
aku hanya belum menerimanya bukan tidak menerimanya dan sekarang aku sadar Do Yun adalah pilihanku yang terbaik" Ucap So Eun
tersenyum menatapku.
"Selamat atas hubungan barumu dengan Do Yun" kekecewaan dan kesedihan adalah takdirku sejak lahir.aku selalu berpikir seperti itu di saat seperti ini.
"Falisa Kemari!" seru Sunny memanggilku dari kejauhan.
"Terima kasih" ucap So Eun.
akupun pergi menghampiri Sunny."Hei Falisa mukamu..kenapa mukamu pucat?kau baik baik saja?" Tanya Sunny memegang pipi kananku dengan lembut.
"Tidak,aku sakit" Ucapku menundukan kepala.
"kau sakit?apa yang sakit?ayo kita ke UKS aku akan merawatmu" ujar sunny khawatir.
"Hatiku" ucapku menatap Sunny sendu.
"Hati?kenapa hatimu?"ucap Sunny yang semakin khwatir padaku.
"So Eun dan Do Yun sudah berpacaran" ucapku kembali menundukan kepala.
"Aku sekarang mengerti,kau sakit hati karena mereka berpacaran,sekarang kau mengakuinya bahwa kau mencintai Do Yun.kau sangat bodoh sudah ku bilang segeralah sadar dan akui perasaan cinta itu pada Do Yun tapi kau...tanggunglah akibatnya,aku tidak bisa membantu.itu adalah pilihan kau sendiri jangan bersedih" Tanya Sunny.
Aku pikir Sunny benar meskipun aku bersedih tidak akan ada gunannya karena ini permainan cinta yang ku jalani sendiri,aku memilih untuk tetap menjadi sahabat Do Yun dari pada menjadi kekasihnya.
"Aku tidak akan merasa sedih,aku bahagia jika sahabatku bahagia" ucapku menatap Do Yun yang Sedang bertanding.
Bersambung.... maaf baru update lagi karena sibuk🙏