
Masih Di Hari Yang Sama..
Sesampainya di rumah aku langsung masuk
kamar dan terdiam sesaat....
"Apa ini? tidak tidak Falisa ini hanya halusinasi" ucap batinku terheran.
"Kau dari mana saja jam segini baru pulang?" Tanya ibu yang tiba tiba masuk ke kamarku.
"Mengagetkanku saja,aku piket dulu tadi jadi pulang telat" Ucapku sambil duduk di tempat tidur.
"Lalu kau bilang apa tadi di telepon,Hantu?" Ucap ibu menatapku
"Tidak,aku hanya sedang berhalusinasi," ucapku memalingkan pandangan.
"Ya sudah,Ganti bajumu cepat" Ucap ibu tegas sambil keluar dari kamarku.
Saat akan berjalan ke kamar mandi tiba tiba aku kembali memikirkan kecelakaan tadi.
"Apa pria itu sedang bunuh diri ? kenapa aku harus menyaksikan kecelakaan menyeramkan itu" Ucap batinku yang masih heran dengan kecelakaan tadi.
Aku mencoba untuk melupakan kejadian tadi dan lansung pergi mandi.
Keesokan harinya...
kebetulan Sunny sudah pulang dari luar kota dan aku pergi menemui sunny untuk mengajaknya berolahraga karena hari ini hari minggu.
setelah kami beres berolahraga kamipun duduk di sebuah kursi taman.
"Sunny,kenapa kau keluar kota tanpa menghubungiku?" Tanyaku menatap Sunny
"Maafkan aku,saat itu aku sedang buru buru jadi lupa menghubungimu dan malah menghubungi Bok Soo" Ucap Sunny menunduk.
"Baiklah tidak apa apa" ucapku tersenyum pada sunny.
"Sunny kemarin saat pulang sekolah ada seorang pria mengalami kecelakaan" Ucapku menatap sunny.
"Apa?dimana?kau melihatnya langsung?" tanya Sunny yang langsung melotot menatapku.
"Maaf" Ucap Sunny yang ikut tersenyum.
"Kemarin aku harus piket jadi pulang terlambat Tanpa Do Yun,Karena takut melewati jalan yang biasa aku lewati bersama Do Yun sendirian aku harus lewat jalan raya.Akupun menunggu lampu merah saat lampu merah muncul ada seorang pria menyenggolku dan berlari sangat cepat tanpa melihat sekelilingnya tiba tiba saja..ada mobil yang berjalan cepat ke arahnya dan terjadilah kecelakaan itu." Penjelasanku kepada Sunny.
"Aishhh menakutkan,lalu apa pria itu meninggal?"
Ucap sunny penasaran.
"Saat itu kepalanya terluka parah tapi aku tidak yakin dia meninggal.Karena ambulan datang tepat waktu" ucapku.
"Baguslah,Apa pria itu tampan?" Ucap Sunny
"Apa apaan kau ini,yang membuatku takut dan heran aku melihat hantu pria itu" ucapku
"Hantu?" tanya Sunny terheran.
"Aku melihat pria yang sama keluar dari tubuhnya sendiri dan menatap dirinya sendiri sambil berdiri" ucapku menatap Sunny.
"Mungkin kau lelah jadi berhalusinasi" ucap Sunny.
"Kau benar,mana mungkin ada hal seperti itu bahkan aku tidak pernah melihat hantu seumur hidupku." ucapku tersenyum pada Sunny.
"Aku ketoilet umum dulu ya" ucap Sunny.
"Baiklah aku akan menunggumu sini" ucapku.
Sunnypun segera berlari ke arah toilet umum.
Saat aku sedang duduk tiba tiba terasa hempasan angin menyembur ke wajahku,aku menutup mata dan menghela napas setelah itu aku membuka mata sambil menolehkan wajah ke arah kiri betapa terkejutnya aku karena ada wajah pria yang sangat dekat dengan wajahku untuk sesaat kami saling bertatapan tiba tiba aku sadar wajah pria itu sangat mirip dengan wajah pria yang mengalami kecelakaan kemarin sontak aku langsung berdiri dari kursi taman dan menatapnya.
"Kamu.." ucapku terheran menatapnya.
"Kenapa?Kau mengenaliku?" Tanya pria itu dengan santai.
Bersambung:)