
Masih di hari yang sama..
"Aku tidak tau" Ucapku yang terus fokus mendengarkan guru.
"Baiklah,aku akan ikut jika kau ikut" ucap Sunny yang kembali fokus mendengarkan guru.
Setelah memberi pengumuman pak gurupun melanjutkannya dengan pelajaran.
3Jam berlalu...
Ding Dong~
Bel istirahat berbunyi..
"Pelajaran sampai sini dulu kita lanjutkan nanti" Ucap pak guru keluar dari kelas kami.
"Falisa jika So Eun menerimaku aku akan merayakanya di sana" Ucap Do Yun menatapku.
"Emm ide bagus" ucapku memberi senyuman palsu pada Do Yun
"Menerimamu apanya?" tanya Sunny pada Do Yun.
"Cintaku" Jawab Do Yun tersenyum pada Sunny.
"Falisa!ide bagus apanya kau kan..-" Ucapan Sunny terpotong olehku.
"Apa maksudmu tentu saja ide bagus ayo kekantin." Ucapku langsung menarik tangan Sunny.
"Tunggu aku" seru Do Yun menyusul kami.
"Hei kenapa kau menariku seperti itu?" Tanya Sunny berbisik sambil melirik ku.
"Sudah ku bilang aku tidak menyukai Do Yu" jawab ku kembali berbisik pada Sunny.
_________Di Kantin________
Baru saja Do Yun,aku,dan Sunny sampai di kantin tiba tiba So Eun datang dan...
"Ikut denganku" ucap So Eun menarik tangan Do Yun dan membawanya pergi"
"Ada apa dengan So Eun?" Tanya Sunny padaku.
"Agar aku tau aku akan menyusul mereka" Jawabku pergi meninggalkan Sunny yang sedang mengantri.
"Hei Aishh benar benar" ucap Sunny.
Aku mengikuti So Eun yang terus menggenggam tangan Do Yun di sepanjang koridor sambil berlari.
Sampai akhirnya mereka berbicara berdua di bangku Taman Aku hanya bisa mengintip dari kejauhan.
"Ada apa?" tanya Do Yun pada So Eun.
"Kau memberiku pesan..bahwa kau menyukaiku benarkan?" Tanya So Eun kembali menatap Do Yun.
"Em aku menyukaimu" Jawab Do Yun.
"Aku tidak bisa membalasmu di pesan atau pun saat banyak orang,jadi..aku membawamu kesini" ucap So Eun menunduk.
"Aku juga menyukaimu" Jawab So Eun kembali tersenyum pada Do Yun.
Saat aku mendengarkan pembicaraan mereka berdua aku merasa bahagia dan juga sedih.
Bahagia karena Do Yun bahagia dan sedih karena cintaku bertepuk sebelah tangan.
"Tukang menguping" Tiba tiba seorang pria berbicara dibelakangku.
"Kau benar benar mengejutkanku" Ucap ku sambil berbalik ke pria itu.
Aku sangat terkejut ternyata pria itu adalah hantu yang mendatangiku kemarin.
"Kau!?" Ucapku terkejut.
"Ada yang ingin aku bicarakan,ayo" ucap hantu pria itu menarik tanganku pergi ke atap sekolah.
Atap sekolah\_
"Lepaskan!" ucapku melepaskan pegangan hantu pria itu.
"Jika kau mendekat aku akan berteriak" lanjut ucapanku setelah melepaskan pegangan pria itu.
"Tenanglah,aku hanya ingin berbicara denganmu" ucap pria itu menatapku.
"Apa maksudmu?aku tidak ingin di sebut gila berbicara denganmu,Kau itu sebenarnya apa!?Aku bahkan baru tau ada hantu di siang hari seperti ini" Ucapku meninggikan suara.
"aku adalah hantu bukan vampir tentu saja aku ada di siang hari" ucap pria itu dengan santai.
"Ta..tapi apa kau benar hantu?atau kau seorang penguntit?" Tanyaku gugup menatap pria itu.
"Aku akan membuktikannya padamu" Ucap pria itu tersenyum padaku.
"HEIIIII!" Dia langsung berteriak pada siswa siswa yang berada di bawah.
Benar saja tidak ada yang mendengar triakan pria itu.
"Kau percaya?" Tanya pria itu kembali menatapku
"Tidak,aku tidak percaya karena aku tidak bisa melihat hantu sejak kecil" ucapku.
"Kau tau saat aku membuka mataku..aku berpikir aku manusia. Tapi.. ketika bertanya pada orang orang tidak ada yang menanggapiku,sampai ada sebuah sepeda menabraku di situ aku sadar aku bukanlah manusia karena sepeda itu menembus tubuhku" Ujar pria itu menatapku.
"Lalu apa urusannya denganku Kenapa kau menggangguku?" Tanyaku
"Maafkan aku jika kau merasa terganggu tapi aku benar benar tidak berniat mengganggumu,saat kau tidur aku tidak membangunkanmu dan saat kau belajar tadi..aku tidak mengajakmu mengobrol benarkan?" Ucap pria itu santai.
"Kau masuk kekamarku!?" Ucapku meninggikan suara
Bersambung:)