Romantic Triangle

Romantic Triangle
8.Melupakan cinta



Masih di hari yang sama.


25 menit berlalu..


akhirnya aku sampai di rumah,saat masuk aku tidak melihat ibuku di ruang manapun aku tidak berpikir panjang langsung masuk kekamar dan berbaring di kasurku tanpa mengganti pakaian.


"Falisa" Tiba tiba terdengar suara ibu memanggilku.


"Apa..?" ucapku sambil bangkit dari kasur.


Ibupun membuka pintu kamarku.


"Tidak..ibu pikir kamu belum pulang,hei kenapa mukamu kusut begitu?"


"Aku baik baik saja jangan ibu pedulikan" ucapku.


Mungkin karena khawatir ibu menghampiriku dan duduk tepat di sebelahku.


"Ada apa ceritalah padaku,apa di sekolah punya masalah?" ucap ibuku dengan suara yang sangat lembut.


"*Tidak,aku tidak punya masalah apa apa aku hanya lelah,Oh ya kenapa tadi aku pulang ibu tidak ada dirumah?"


"Kau bahkan masih belum sadar,hari ini...adalah hari kematian ayahmu,itu sebabnya ibu harus pergi ke makam untuk mendoakannya dan mampir kerumah bibi*." ucap ibu mengelus kepalaku.


"Maafkan aku,seharusnya ibu memberitahuku pagi tadi jadi aku akan bolos" ucapku menatap ibu.


"Ayahmu tidak akan suka jika kamu bolos,tidak apa apa kau bisa mendoakanya di sini,ibu harus mandi jangan lupa ganti bajumu" ucap ibu yang lansung meninggalkan kamarku.


"Lupakanlah masalah cinta pada sahabatmu itu Falisa,kau harus mendoakan ayahmu" ucap batinku sambil mengusa usap dada.


Sebelum ayahku meninggal ayah selalu saja bertengkar dengan ibuku.Yang mereka selalu bicarakan saat bertengkar itu hanya wanita ntah apa yang dilakukan oleh ayahku.


Suatu hari ayahku mengalami kecelakaan yang membuat kehilangan nyawanya.


saat mendengar ayah meninggal dunia aku merasa bahagia karena tidak akan ada lagi perkelahian di malam saat aku tidur, tapi itu hanya pikiran anak tujuh taun,sekarang aku sudah dewasa aku merasa hampa karena tidak mempunyai ayah tetapi ibukulah yang menguatkan ku untuk hidup tanpa seorang ayah dia bahkan bisa menjadi keduanya sekaligus.


"Kau sudah mengganti pakaianmu?" Tanya ibu dari luar kamarku


"Belum aku akan segera berganti pakaian" ucapku yang langsung pergi ke kamar mandi.


Malampun tiba untung nya rasa rinduku pada ayah telah mengalihkan rasa sakit hatiku jadi aku bisa tertidur dan hanya memikirkan ayah.


______________Pagi Hari Tiba______________


Hari Sabtu..


Kring kring~


Terdengar suara alarm berbunyi yang membangunkanku. Aku melihat jam dinding sudah pukul 07.25 aku langsung pergi ke kamar mandi dan bersiap siap untuk pergi kesekolah.


Saat keluar dari rumah Do Yun sudah ada di halaman sambil tersenyum dan menatapku.


Seharusnya saat itu Do Yun tidak datang tetapi karena dia datang dia kembali membuka luka di hatiku:(.


"Selamat pagi sahabatku" Sapa Do Yun menghampiri dan merangkulku.


"Apa ini lepaskan kita harus cepat pergi kesekolah" ucapku sambil melepaskan rangkulan itu dan berjalan meninggalkannya.


"Kau kenapa?,apa kau sudah gila?pagi pagi begini sudah kesal saja kepadaku" tanya Do Yun berlari dan berjalan di sebelahku.


"Kau benar,aku memang sudah gila" ucapku berjalan dengan lebih cepat.


Tiba tiba dia memegang tanganku dan menariknya yang membuatku sangat dekat dengan tubuhnya,kami saling bertatapan.


"Kenapa?Apa aku membuat kesalahan?apa maksudmu kau tergila gila padaku?" Tanya Do Yun menatap sambil menggenggam pergelangan tanganku.


"Kau sudah gila?lepaskan kan aku,aku mohon jangan memberi harapan seperti itu" ucapku yang langsung melepaskan genggaman tangan Do Yun dan menjauh darinya.


Karena kesal pada Do Yun aku langsung berlari menjauhinya.


"Falisa,apa maksudmu!?" Seru Do Yun dari kejauhan.


___________SMA SEULI___________


Karena berlari aku sampai terlebih dahulu di sekolah.


"Apa aku harus selalu bersamanya?" Aku bertanya kembali pada So Eun dan menghentikan langkah kakiku


"Maksudku kau sahabatnya dan biasanya Do Yun Kesekolah selalu bersamamu" ucap So Eun melirik kepadaku


"Dia memang bersamaku tadi,tapi sekarang kau lihat sendirikan? dia tidak bersamaku" ucapku kembali berjalan dan meninggalkan So Eun.


Pov So Eun dan Do Yun...


"So Eun apa kau melihat Falisa? " Tanya Do Yun pada So Eun sambil terengah-engah.


"Dia baru saja pergi,apa kau habis berlari?" Ucap So Eun menatapa Do Yun.


"Ya aku berlari mengejar Falisa ntah kenapa dia tiba tiba kasar padaku" Ucap Do Yun.


"Mungkin Di..-" ucap So Eun terpotong*.


"Oh Ya,kemarin adalah hari kematian ayahnya aku bahkan tidak mengucapkan turut berduka cita,aku pergi dulu kekelas sampai jumpa" ucap Do Yun yang langsung pergi.


 


\\\\\\\\\\\


 


Saat aku baru saja sampai di depan kelas Seo Joon menghampiriku.


"Falisa seharusnya tadi kau piket kenapa kau datang jam segini?" ucap Seo Joon menatapku.


"Maaf,aku akan piket setelah pulang saja" ucapku yang langsung pergi dari hadaoan Seo Joon.


"Kenapa Sunny belum dateng" tanya batinku.


Akupun segera duduk di kursiku.


"Falisa,Sunny hari ini tidak masuk kelas dia sedang pergi keluar kota" ucap Bok Soo(Teman Seo Joon) dari kursinya.


"*Baiklah" aku menganggukan kepala pada Bok Soo.


"Falisa kenapa kau berlari secepat itu*?" Tanya Do Yun menghampiriku sambil terengah-engah.


"*Kau yang lamban bukan aku yang cepat" ucapku sambil mengeluarkan buku daritas.


"Maaf,kemarin aku tidak mengucapkan turut berduka cita*" ucap Do Yun yang berdiri di samping mejaku.


"Tidak apa apa" ucapku sambil membuka buka buku.


"Baiklah" ucap Do Yun duduk Di kursinya.


Ding Dong~( bel masuk)


Pak guru datang dan memberi materi...


seperti biasa kami belajar selama 3 jam


Ding Dong~(bel istirahat)


"Ayo pergi kekantin bersamaku" Ajak Do Yun padaku.


"Ayo" ucapku berjalan terlebih dahulu.


"jangan meninggalkanku seperti itu" ucap Do Yun di belakangku.


"Kalian mau kekantin?" tanya So Eun yang baru keluar dari kelasnya.


"Iyah Ikutlah bersama kami" ucap Do Yun.


"kenapa selalu aja ada dia dimana mana" ucap batinku.


"baiklah" ucap So Eun Tersenyum pada Do Yun.


#Menuju kekantin#


Bersambung:)