Romantic Triangle

Romantic Triangle
15.Bersamanya



Masih di hari yang sama..


Pukul 16.00


Aku melanjutkan perjalanan untuk pulang ke rumah tentu saja dengan hantu pria yang terus mengikutiku di belakang.Karena merasa resah aku menghentikan langkah kakiku dan berbalik badan menghadapnya.


"Hei kenapa kau terus mengikutiku?" Tanyaku yang berada di depanya dengan jarak satu meter.


"Karena kesepakatannya aku akan tetap ada di sisimu sampai aku mengetahui identitasku"Jawabnya memberikan senyuman tipis padaku.


Ucapannya yang benar membuat mulutku terkunci dan hanya bisa menatapanya,meski merasa terganggu oleh keberadaanya aku terpaksa harus terbiasa.Akupun membalikan badanku dan berjalan kembali untuk pulang ke rumah.


Di sepanjang perjalanan kami saling berdiam dan akhirnya sampai di depan rumahku.


"Sekarang kenapa kau masih ada di sini?" Tanyaku menatap heran dirinya.


"Sudah ku bilang aku akan selalu ada di sisimu" Ucapnya menatapku juga.


"Meskipun aku membiarkanmu di dekatku untuk sementara tapi aku tidak membiarkanku masuk ke rumahku " ucapku meninggikan suara karena kesal.


"Baiklah aku tidak akan masuk ke rumahmu" ucapnya menatapaku sendu.


"Setidaknya biarkan aku tetap di teras ini " Lanjut ucapannya.


" Terserah kau " Ucapku yang langsung membuka pintu dan masuk kerumah.


Akupun pergi kekamarku untuk berganti pakaian.


****


Pukul 20.00


Setelah menyelesaikan semua tugas sekolah dan tugas rumah aku membaringkan tubuhku di kasur.Baru saja menutup mata tiba tiba terlintas dalam pikiranku tentang hantu itu sontak aku langsung membuka mata dan bangkit dari kasurku.


" Apakah dia masih ada di depan rumahku " Gumamku merasa takut.


*Aku harus mengeceknya * Ucap batinku melangkah keluar dari kamar.


Karena penasaran aku menggeserkan sedikit gorden dan mengintip keluar dan hasilnya sama sekali aku tidak melihat hantu itu.


" Baguslah dia sudah pergi " Gumamku merasa senang.


Walaupun aku sudah mengeceknya lewat jendela rasa penasaran ku masih tetap ada akupun terpaksa membuka pintu rumah..


" Kau.." Ucapku terkejut karena melihatnya tepat di depan pintu.



"Kenapa? kau khawatir padaku?" Tanya dia memberi senyuman tipis dan menatap ku.


"A..apa khawatir?Te..tentu saja tidak,untuk apa aku khawatir lagi pula kau tidak akan mati dua kali " Ucapku gugup sambil menatapnya dengan kesal.


"Sudah kubilang aku belum mati" Ucapnya dengan lembut.


"Terserah,aku tutup " Ucapku yang akan menutupkan pintu rumah.


" Sebentar " Ucapnya sambil menahan pintu yang akan ku tutup dengan tangan kirinya.


" Ada apa lagi? " Tanyaku menyilangkan tangan.


" Di...di sini sangat dingin " Katanya gugup sambil memeluk dirinya sendiri.


"Lalu kenapa?bukan urusanku " Ucapku tak acuh kepadanya.


"Kau benar " Ucapnya menundukan kepala karena kecewa.


Ntah kenapa aku tiba tiba merasa kasihan padanya karena bagaimanapun dia hanya meminta bantuan padaku aku tidak seharusnya memperlakukan dia dengan kasar.


"Jangan berani membohongiku" Ucapku menatap tajam matanya.


"Percayalah aku tidak akan pernah berbohong padamu" Ucapnya yang berusaha meyakinkanku.


"Masuklah" Ucapku mendorong pintunya agar dia bisa masuk.


"Terimakasih" ucapnya tersenyum padaku.


Akupun menutup pintu dan berdiri bersamanya di ruang tamu.Keberadaanya membuat suasana menjadi sangat canggung.


"Aku akan disini,kau tidurlah" Ucapnya menatapku.


Untung saja dia berbicara duluan jika tidak mungkin aku dan dia akan tetap berdiri disini tanpa sepatah katapun sampai pagi.


"Baiklah" Ucapku langsung masuk ke kamar.


Karena lelah aku kembali membaringkan Tubuhku di kasur tetapi lagi² aku memikirkan hantu pria itu.


*Falisa kenapa kau membiarkan hantu asing itu ada di rumahmu,Aku harus mengusirnya* Ucap batinku yang langsung bangkit dari kasurku.


Bersambung:)