
Masih di hari yang sama...
"Ti..tidak,aku tidak mengenalimu" ucapku gemetar.
saat itu aku tidak melihatnya dengan jelas dan bisa saja orang ini bukan pria yang mengalami kecelakaan kemarin.
"Bohong" ucap pria itu tersenyum menatapku.
Karena merasa takut akupun mencoba untuk lari dari Taman tapi pria itu memegang tanganku.
"Hei lepaskan tanganku" ucapku tegas sambik melepaskan pegangannya.
"Maaf" ucapnya menatapku.
"Tampan tapi sangat lancang" Ucap batinku.
"Siapa kau?" Tanyaku menatapnya kembali.
"Aku pikir kau tau" Ucapnya.
"Apa maksudmu?kenapa kau tiba tiba ada di sebelahku?" Tanyaku heran.
"Sesuatu menariku ketempat ini dan disini hanya ada satu kursi jadi aku duduk di sebelahmu" ucapnya.
"Kalo begitu pergilah" ucapku menatap tajam wajahnya.
"Sebentar, aku masih heran kenapa kau bisa melihatku?" Ucapnya dengan santai.
"Karena aku punya mata!" ucapku kesal.
"Kau tau,aku hantu" Ucapnya menatapku sambil tersenyum.
"Apa?" Ucapku Terkejut.
"Falisa,Ayo kita kerumah Do Yun" Seru Sunny dari kejauhan.
Akupun langsung menoleh ke arah Sunny.
"Pria ini terus saja mengga...-" Ucapku kembeli menoleh ke arah pria itu tapi dia sudah tidak ada.
"Pria?" Tanya Sunny heran.
Aku langsung terdiam dan teringat perkataanya *aku hantu*
"Sudahlah,Ayo" Ucap Sunny menarik tanganku .
______________
Perjalanan menuju rumah Do Yun...
"Hei kenapa dari tadi kau diam saja?" Tanya Sunny melirik ke padaku.
"Sunny baru saja aku berbicara dengan hantu" Ucapku menatap Sunny.
"Jangan bahas tentang hantu lagi,Sudahku bilang kau hanya berhalusinasi" Ucap Sunny menatapku
"Aku tidak berhalusinasi" ucapku meyakinkan Sunny.
"Baiklah terserah kau saja" Ucap Sunny tersenyum padaku.
Sesampainya di rumah Do Yun aku dan Sunny melihat Do Yun sedang duduk di kursi halaman menunggu kami.
"Do Yun ada apa?" Tanya Sunny.
"Tidak ada apa apa,aku hanya rindu pada sahabatku" ucap Do Yun Santai.
"Kau benar benar membuatku kesal" ucap Sunny.
"Tapi..aku tidak rindu padamu" ucapku menatap Do Yun.
"Kau Bohong" Ucap Do Yun tersenyum padaku.
"Tidak,aku tidak bohong" ucapku.
"Sunny kau pulanglah,aku ingin berbicara berdua dengan sahabatku" ucap Do Yun menatap Sunny.
"Jika kau akan mengusirku untuk apa kau menghubungiku,Sudahlah aku pergi sampai jumpa" ucap Sunny pergi meninggalkanku dan Do Yun.
"Falisa duduklah" ucap Do Yun tersenyum.
"Ada apa?" Tanyaku yang langsung duduk di sebelah Do Yun.
"Aku masih belum bisa mengatakan perasaanku pada So Eun" ucap Do Yun menunduk.
"Lalu?Jika kau hanya ingin membicarakan So Eun padaku sebaiknya aku pulang karena itu menyakitkan" Tanpa sengaja ucapan itu keluar dari mulutku.
"Menyakitkan?apa maksudmu?" Tanya Do Yun heran
"Hanya asal bicara" ucapku tersenyum pada Do Yun.
"Hari rabu adalah hari dia ulang tahun dan aku berpikir untuk mengungkapkan perasaanku, Tolong Bantu aku untuk menyiapkan sesuatu yang romantis." ucapnya memegang tanganku.
"Gimana nanti saja,Aku harus pulang" ucapku.
"Sebentar aku punya sesuatu untukmu" Ucap Do Yun Sambil pergi mengambil barang.
"Kenapa aku masih saja tidak terima Do Yun Dengan So Eun" ucap batinku
Do Yunpun datang dengan kotak kecil di tangannya.
"ini adalah hadiah karena kau telah menjadi sahabatku sejak kecil" ucap Do Yun sambil membuka kotak itu.
dia memberikanku sebuah kalung emas yang bertulisan *My Bestfriend*.
"Menurutmu apa ini indah?" Tanya Do Yun Tersenyum
"Indah,aku harus pulang,sampai jumpa*" ucapku tersenyum pada Do Yun dan lansung pergi.
Perjalanan Pulang..
pukul 13.25
"Kau Sedang memikirkan apa?" Tanya pria itu yang tiba tiba ada di sampingku.
Akupun langsung menoleh ke samping.
"Kau Lagi!!?" Ucapku terkejut