Romantic Triangle

Romantic Triangle
16.Ketampanannya



Masih di malam yang sama karena berubah pikiran dan penasaran dengan apa yang sedang di lakukan hantu pria itu aku segera berjalan mendekati pintu kamar dan membukanya perlahan walau merasa takut aku tetap berjalan ke ruang tamu untuk mengusirnya keluar dari rumahku.


"Kenapa tidak ada siapa siapa" gumamku yang heran sambil melihat sekeliling ruang tamu.


Tiba tiba angin dingin menghembus ke tubuhku padahal tidak ada jendela yang terbuka.


Hembusan angin itu membuatku merasa merinding.


"Kau belum tidur?" Tanya pria itu yang mendadak ada di belakangku.


"Astaga!" ucapku yang tercengang langsung berbalik kearah hantu pria itu dan menatapnya.


Lagi lagi kami saling bertatapan.Saat aku menatapnya aku mengakui bahwa dia adalah hantu yang memiliki wajah sangat tampan.


"Kau baik baik saja?" Tanyanya memetikan jari kedepan wajahku.


"Emm,aku baik baik saja" Ucapku langsung memejamkan mata karena tidak ingin jatuh hati kepada ketampanannya.


"Apa....aku terlihat sangat menyeramkan sampai kau tidak ingin melihatku?" Tanyanya lagi.


"Tidak tidak bukan seperti itu" ucapku langsung kembali membuka mata sambil menebas pertanyaannya.


"Syukurlah" ucapnya tersenyum lega menatapku.


"Aku hanya melihat lihat ruangan ini saja,kalo begitu aku akan kembali kekamar" Ucapku yang langsung berjalan ke kamar.


Saat melihat wajahnya yang sangat tampan aku melupakan kembali apa yang harus kulakukan.


"Falisa seharunya tadi kau mengusirnya" Batinku sambil menutup pintu kamar.


***


Keesokan harinya cahaya matahari menyinari kamarku terdengar juga suara ayam berkokok


krink krink~ Alarm di kamarku berbunyi akupun langsung terbangun dari tidurku.


"Kenapa pagi hari sangat cepat datangnya" gumamku sambil melirik ke Alarm yang ada tepat di sebelah ranjang kasur.


Pukul 07.20 lah yang terlihat di alarmku.


aku langsung pergi ke kamar mandi untuk bersiap siap pergi kesekolah.


Setelah selasai bersiap siap aku langsung teringat tentang hantu pria yang sedang berada di rumahku.


"Hantu itu" Bantinku yang langsung panik.


Aku segera pergi keluar kamar dan melihat hantu pria itu yang sedang duduk.


"Kau mau berangkat sekolah?" Tanyanya menatapku.


"Ya aku harus sekolah,Kau pergilah dari rumahku" ucapku bersikap jutek padanya.


"Falisa cepat!!" Panggil Yun dari luar rumahku.


Saat mendengar panggilan Do Yun aku langsung berlari dan membuka pintu rumahku.


"Baiklah" ucapku sambil menutupkan pintu dan berjalan ke arah Do Yun.


****


Di perjalanan menuju sekolah..


"Apa nenek mu baik baik saja" Tanyaku agar ada topik pembicaraan karena sepanjang jalan suasana sangat hening.


"Dia baik baik saja" Jawab Do Yun meliriku


"syukurlah lalu b**agaimana kau dengan So Eun?" Tanyaku lagi


"Aku masih sangat menyukai So Eun,bagaimanapun aku harus mendapatkannya" Jawab Do Yun menatapku.


Setelah mendengar jawaban Do Yun ntah kenapa rasa sakit hati yang akan memudar kembali menebal.


"Baguslah kau adalah orang yang pantang menyerah" Ucapku kembali menatap Do Yun.


"Kau bagaimana?siapa pria yang kau sukai?" tanya Do Yun.


Pertanyaan Do Yun membuat langkah kakiku terhenti,,,Jika saja aku bisa mengatakan"Kau adalah pria yang ku sukai"aku akan mengatakan padanya tetapi dengan begitu aku berarti telah menghancurkan hubungan persahabatan kami.


"Ada apa?" Tanya Do Yun lagi yang ikut menghetikan langkah kakinya.


"Tidak ada pria yang kusukai"


Aku tidak tau apakah aku salah karena telah menyembunyikan perasaanku pada Do Yun tapi bagaimanapun inilah yang terbaik.


"Maksudmu kau suka wanita?" Tanya Do Yun tersenyum padaku.


"Kau sudah gila" jawabku menatap Tajam Do Yun


"Baiklah,memang benar kau tidak boleh menyukai siapapun kecuali diriku" ujarnya Tersenyum padaku.


"Terserah kau,ayo kita harus cepat" Ucapku langsung kembali berjalan.


"Apa hubungan mereka,Keterlaluan Falisa bahkan meninggalkan ku di rumah" gumam hantu pria yang mengikutiku dari belakang.


***


Sesampainya di kelas aku dan Do Yun duduk di kursi masing masing.


"Falisa hallo" Sapa Sunny yang baru saja masuk kedalam kelas dan duduk di sebelahku.


"Hallo" ucapku membalas sapaan sunny dengan senyuman.


"Bukankah kita harus bersiap siap untuk berolahraga hari ini" Ucap Sunny meliriku


"Ayo kita ke toilet" ucapku mengajak sunny


Bersambung...