
Baron sekarang ini merasa tertekan dengan tatapan orang kurus yang baru saja merobohkan Jordi. Dia tidak menyangka sedikitpun bahwa orang ini mempunyai kemampuan yang luar biasa. Hanya dengan satu gerakan orang itu membuat Jordi tidak berdaya.
Bahkan Baron dan yang lainnya tidak bisa melihat dengan jelas bagaimana cara orang itu melumpuhkan Jordi. Semua terjadi sangat cepat, mungkin jika diperhitungkan gerakan orang itu tidak sampai satu detik.
"Tuan saya secara pribadi mohon maaf karena telah mengganggu perjalanan anda. Sebagai tanda maaf dari saya, ambilah sedikit uang ini lalu mari kita berdamai", Baron dengan kedua tangannya menyodorkan beberapa ratus ribu kepada orang itu.
Orang kurus itu tidak bicara lalu merebut dengan kasar uang yang disodorkan Baron itu. Dia terlihat menatap Baron dari atas kebawah lalu mengalihkan perhatiannya pada uang yang sudah dia ambil tadi.
"Apa kau yakin dengan uang sebanyak ini bisa meredakan amarahku?"
Orang kurus itu kembali menatap tajam Baron. Merasakan tatapan itu Baron semakin menciut. Kemudian dia berbalik dan berteriak kepada anak buahnya, "Kalian cepat kumpulkan uang kalian semua dan berikan pada tuan ini".
Tanpa pikir panjang keempat anak buah Baron segera mengumpulkan semua uang mereka dan memberikannya kepada Baron. Kemudian Baron memberikan semua uang itu kembali kepada orang itu sambil berkata, "Tuan, hanya ini semua uang yang kami punya."
Setelah menerima uang dari Baron orang itu menghitungnya sambil tersenyum sinis. "Apa nyawa kalian semua sangat murah? sampai menukarnya dengan uang ratusan ribu saja. Apa kalian tidak percaya bahwa aku bisa saja membunuh kalian hanya dengan satu gerakan?".
Perkataan orang itu membuat nyali mereka tertekan serendah-rendahnya. Baron buru-buru berkata dengan sopan, "Tuan memang apalagi yang anda inginkan? kami sudah memberikan semuanya pada anda".
Orang kurus itu menghembuskan nafas kasar mendengar pertanyaan Baron. Lalu dia berkata, "Tadi aku mendengar kalian sedang membicarakan sesuatu yang sangat menarik. Ceritakan apa yang kalian ketahui."
Beberapa waktu yang lalu orang kurus itu sebenarnya sudah mendengarkan pembicaraan Baron dan teman-temannya. Dia sengaja lewat lorong sempit yang sedang ditempati Baron dan teman-temannya. Sebenarnya dia tertarik dengan orang yang pemilik ilmu rawarontek yang sedang dibicarakan mereka.
Dan akhirnya Baron memakan umpan orang kurus untuk bisa berinteraksi dengan mereka. Orang itu sengaja tidak melakukan pendekatan secara baik-baik terhadap orang seperti Baron. Karena dia yakin bahwa dia tidak akan mendapatkan apapun tanpa melakukan kekerasan pada mereka.
Baron mengerti maksud orang mengerikan yang ada didepannya itu. Lalu dia bertanya dengan hati-hati takut orang yang ada didepannya tersinggung. "Tuan apakah tuan penasaran dengan ilmu kuno rawarontek itu?"
"Tidak aku tidak mau tahu tentang ilmu itu. Tapi yang aku mau tahu apakah kalian mengenal orang yang memiliki ilmu rawarontek itu?" jawab orang itu. Dia sebenarnya tahu tentang ilmu rawarontek itu. Karena dia merupakan orang yang dulunya pernah mempelajari ilmu itu dari gurunya.
Tapi karena beberapa alasan yang dia lakukan, ilmu itu tidak berhasil dia kuasai. Sekarang ada orang yang seakan tahu tentang orang yang memiliki ilmu itu. Dia menjadi penasaran, tapi bukan itu saja. Sebenarnya orang itu adalah anggota organisasi mafia human trafficking.
"Aku harap kamu tidak berbohong kepada ku. Untuk selanjutnya aku mau kalian semua mencari keberadaan orang yang pernah kalian pukuli itu. Setelah itu barulah aku akan melepaskan kalian", orang itu membuat keputusan.
"Kalau hanya mencari keberadaan orang itu, kami sanggup tuan. Tapi kami merasa takut padanya, kami tidak berani berurusan dengan orang pemilik ilmu rawarontek tersebut", balas Baron sambil menundukkan kepalanya, dia tidak berani menatap langsung ke wajah orang itu.
"Memangnya apa yang kalian takutkan? bukankah tadi kalian bilang bahwa dia itu hanya tipe orang yang memiliki ilmu rawa rontek dari warisan leluhurnya. Dia tidak memiliki ilmu beladiri hebat. Bahkan kalian sanggup menghajar orang itu. Jika tidak ada alasan untuk kalian merasa takut kepadanya''.
"Ah iya tuan benar", Baron merasa dirinya baru sadar bahwa mereka tidak perlu merasa takut pada Dirga. Apalagi sekarang ada orang kuat berada dihadapannya yang akan menghadapai Dirga jika dia menuntut balas pada mereka.
"Kalian tenang saja aku M akan melindungi kalian dari apapun selama tugas dari ku kalian kerjakan. Sekarang ayo kita bergerak mencari keberadaan orang itu" perintah orang kurus itu.
Baron tidak memiliki pilihan lain, mereka terpaksa menuruti perintah orang kurus itu. "Baik tuan, tapi bolehkah kami mengetahui nama tuan?" tanya Baron penasaran. Dengan keterampilan hebat orang itu, dia berniat untuk mendekatinya. Dengan memiliki pelindung hebat seperti dia Baron dan teman-temannya akan semakin ditakuti oleh kelompok lain.
"Kalian tidak perlu tahu mengenai identitasku, kalian bisa memanggilku dengan nama inisial M saja", balas M, dia tidak mau identitas dirinya diketahui orang lain. Sebagai anggota mafia human trafficking sudah menjadi kewajiban. Dia menyembunyikan identitasnya kepada publik.
"Baiklah tuan kalau begitu mari kita cari orang pemilik ilmu rawa rontek itu. Saya yakin bahwa keberadaannya berada tidak jauh dari lingkungan ini. Tapi sebelum itu bagaimana dengan nasib teman kami yang masih tergeletak itu Tuan?" tanya Baron kemudian menatap Jordi yang masih tergeletak di lantai.
M mengalihkan pandangannya kepada orang yang ada di bawahnya. Tanpa banyak bicara dia kemudian mengangkat satu kakinya dan menginjak punggung Jordy dengan cepat. Secara ajaib Jordi yang tadinya pingsan mendadak tersadar dengan beberapa kali dia terbatuk. Jordi tersedak nafasnya sendiri.
Kemudian Jordi membalikan badannya, pandangannya bertemu dengan pandangan Baron. Segera dia merangkak dan bersembunyi di balik kaki Baron. "Bos, hajar orang itu dia telah membuat ku pingsan", Jordi sedikit berteriak, telunjuk kirinya mengarah kurus kearah M.
Mendengar perkataan Jordi dia segera menempeleng kepala Jordi yang masih belum sadar tentang situasi saat ini. Lalu Baron membentak Jordi, "Jangan kurang ajar kamu, cepat minta maaf pada tuan M".
"Eh," Jordi mendapatkan perlakuan seperti itu dari Baron, dia mengerutkan keningnya. Tapi melihat Baron yang melotot kearahnya, dia menjadi tersadar bahwa Baron tidak berani pada M. Jordi mengerti, segera dia menghadap M sambil bersimpuh dia meminta maaf dengan terbata-bata.
"Tuan tolong maafkan saya yang buta, tidak bisa melihat keagungan tuan M".