RAWARONTEK

RAWARONTEK
Hidup kembali.



Seorang mayat pria berumur 21 tahun tergeletak di pinggir sungai. Pakaiannya terdapat banyak sobekan dimana-mana. Jelas terlihat bahwa sebelumnya dia terbawa arus sungai yang mengalir deras itu. Namun seluruh tubuhnya tidak terluka sedikitpun. Dirga nama pria itu.


Perlahan dia tersadar dan hidup kembali, dengan disertai batuk dia mengeluarkan beberapa teguk air dari mulutnya. Dirga berusaha duduk sambil mencoba membuka matanya. Tapi hanya mata kirinya yang terbuka. Sebab mata kanannya sudah hilang entah kemana.


Tangannya mencoba meraba kelopak mata kanannya. Jari telunjuknya memasuki kelopak mata itu sampai kedalam. Terlintas ingatan samar di kepalanya. Sebelumya dia teringat bahwa dia dibekap seseorang hingga pingsan. Dan tersadar sudah ada dipinggir sungai itu.


"Kemana bola mata kanan ku?" gumamnya dalam hati. Tapi aneh tidak ada rasa sakit pada daerah sekitar mata kananya walaupun mata itu telah hilang tak ada luka juga disana. Semuanya sangat bersih tanpa noda darah sedikitpun. Hanya bola matanya saja yang sudah hilang dari tempatnya.


"Sepertinya masa kananku ada yang mengambil. Apa mungkin aku diculik dan mereka mengambil mata kananku itu?, siapapun mereka aku harus mencari tahu dan menuntut balas atas kehilangan bola mataku ini. Tapi walau bagaimanapun aku masih bersyukur karena masih diberikan kehidupan walaupun satu bola mataku telah hilang".


Dirga melihat sekeliling mencoba mencari tahu letak keberadaan dirinya berada saat ini. suasana malam yang gelap dan dingin membuat matanya tidak bisa dengan jelas melihat daerah itu. hanya sedikit cahaya bulan yang membantu penglihatan mata kirinya.


"Untuk saat ini aku harus segera pergi dari tempat ini", Dirga bangkit dan berdiri melihat ke atas tebing yang menjulang tinggi sekitar 4 meter di kiri kanan sungai. Susah payah Dirga memanjat tebing batu tersebut hingga akhirnya sampailah dia di atas.


Sementara itu seorang pria tua yang rambutnya sudah beruban, sedang menikmati sebatang rokok sambil terduduk dan memandangi sebuah kantong mayat berwarna hitam. "Anak muda hidupmu sungguh sial karena bertemu dengan komplotan ku. tapi aku sangat berterima kasih kepadamu karena bola mata yang aku ambil darimu sangat berguna untukku".


Pria tua itu menyeringai mengerikan sambil mengeluarkan asap rokok yang sudah dihisapnya. Namun sering nanya tidak berlangsung lama karena beberapa detik kemudian wajahnya berubah menjadi pucat saat memandangi kantong mayat tersebut bergerak-gerak.


"Tidak mungkin. Apa yang terjadi, kenapa dia bergerak? aku yakin aku sudah membunuhnya tadi. Tapi kenapa dia bisa bergerak", gumam pria tua tak sadar dia melangkah ke belakang. Tetapi kantung mayat itu mendadak robek dan keluarlah kedua tangan penuh darah langsung mencengkram kedua kaki pria tua itu.


"Aaah tolong jangan mendekat", dia berteriak sekuat tenaga karena ketakutan. Sampai dia terduduk dan bangun dari mimpinya. Keringat bercucuran dari dahinya. Wajahnya pucat pasi. " Aaah gila ternyata cuma mimpi. Tapi aneh mimpi itu terasa sangat nyata", gumamnya sambil menyeka keringat di dahinya.


"Aku sangat yakin telah membunuh orang itu dan membuangnya ke sungai. Tidak mungkin dia akan hidup lagi. Tapi jika dia mempunyai ilmu terlarang hal itu bisa saja terjadi. Ilmu kuno RAWARONTEK hanya dimiliki manusia jaman kuno saja. Tidak mungkin di zaman modern sekarang ini ada orang yang memiliki ilmu itu". pikir pria tua beruban itu.


Pria tua itu bernama Ah Ceng, dia adalah dokter gila spesialis ahli bedah. Anggota mafia bawah tanah yang bergerak dalam praktek jual-beli organ manusia. Biasanya korban mereka adalah anak dibawah umur.


Setelah dibawa ketempat sepi barulah mereka melumpuhkan korbannya dan menculiknya. Kelompok mafia ini sangat sadis dan keji. Setelah mereka menculik, membunuh dan mengambil organ dalam korban lalu mereka membuangnya ke sembarang tempat.


Pemerintah pun kesulitan melacak keberadaan mereka. Karena kelompok mafia itu memiliki organisasi yang luar biasa. Di Indonesia hanyalah sebagian kecil saja. Ada organisasi rahasia raksasa yang menaungi mereka.


Jadi walaupun ada anggota mereka yang tertangkap aparat kepolisian. Mereka akan berpura-pura gila. Lalu dibebaskan dengan alasan tidak cukup bukti penangkapan. Pernah ada seorang wanita yang kehilangan anaknya. Dia bersama keluarga mencari selama berhari-hari.


Dan akhirnya wanita itu mendapat kabar bahwa anaknya telah ditemukan. Tapi wanita itu menjerit histeris saat melihat kondisi tubuh anaknya yang mengerikan dan sangat memprihatinkan. Ada luka memanjang di daerah perut anak berusia 5 tahun itu. Namun luka itu tertutup dengan jahitan seadanya.


Melihat kondisi itu dia curiga bahwa anaknya dibunuh oleh kelompok mafia penjual organ tubuh. Makan dia mengadu ke pengacara terkenal. Namun tetap saja kasusnya mengalami kebuntuan. Seolah ada kekuatan besar yang menutupinya.


Walapun kejadian itu sudah beredar luas lewat media sosial. Tapi kasusnya perlahan menghilang teralihkan oleh isu yang lain.


Hari-haripun berlalu, setelah kejadian yang menimpa dirinya Dirga saat ini berpikir untuk belajar seni bela diri agar bisa membela dirinya sendiri. Dia sadar saat ini tubuhnya sangatlah lemah walaupun begitu dia tidak menyadari bahwa di darahnya mengalir darah leluhurnya, yang dengan sengaja mewariskan ilmu terlarang rawarontek untuk dirinya.


Dengan ilmu rawarontek itu tubuhnya akan bisa menyembuhkan diri sendiri dengan cepat. Walaupun tubuhnya terpotong sekalipun jika organ yang terpotong itu didekatkan dengan tubuhnya. maka organ itu secara ajaib akan kembali menyatu tanpa ada bekas luka sedikitpun.


Namun sayang Dirga tidak menyadari ilmu terlarang itu bersamayam dalam dirinya. Dia meyakini bahwa tubuhnya sangat lemah. Oleh karena itu sekarang dia berusaha melatih tubuhnya secara bertahap. Dari mulai melatih kekuatan, kecepatan dan kelincahan.


Setiap pagi saat bangun tidur dia melakukan push up sebanyak 100 kali. Lalu setelah itu dia berlari untuk melatih kekuatan otot kakinya. Suatu ketika di sore hari saat dia sedang berlari, dihadanglah oleh beberapa preman yang berperawakan tinggi besar.


Salah satu preman itu menodong Dirga dengan pisau lipatnya. Sebelumnya Dirga dibawa ke tempat sepi dan dimintai uang. Tentu saja Dirga ketakutan karena dia belum belajar seni beladiri apapun. Dirga hanya bisa memohon supaya dirinya dilepaskan. Tetapi para preman itu tidak mempunyai rasa kasihan sedikitpun kepada Dirga.


Mengetahui bahwa Dirga tidak mempunyai uang yang mereka minta. Tanpa peringatan dan tanpa belas kasih mereka memukuli Dirga dengan sangat sadis. Bahkan saking kesalnya preman yang membawa pisau lipat itu memotong salah satu jari Dirga.