
Setengah bulan kemudian...
Hari ini adalah hari dimana turnamen yang di adakan oleh keluarga Keramat akan segera di mulai.
Tapi Ling Tian tak tertarik untuk melihatnya. Dia lalu pergi bersama Ninger ke Institut Anggrek Suci.
Di sana dia bertemu dengan kepala sekolah, dan meminta izin untuk memasuki Perbatasan Sakral Surgawi.
Kepala sekolah tidak keberatan, karena dia tau dua anak di hadapannya adalah jenius di antara jenius.
Mereka kemudian pergi menuju perbatasan sakral surgawi. Sesampai di sana, Kepala sekolah mempersilahkan Ling Tian dan Ninger untuk masuk lewat pintu yang dia tunjukkan.
...
Di dalam Perbatasan Sakral Surgawi...
Setelah Ling Tian dan Ninger masuk ke dalam pintu, mereka di bawa ke sebuah hutan yang indah tapi itu terlihat seperti taman.
Di dalam sana terdapat energi yang kuat, itu dapat meningkatkan kekuatan roh sebanyak tiga kali lipat.
Saat mereka sampai di sana, tiba-tiba Ling Tian merasakan ada sesuatu yang mendekat.
Tak lama kemudian dia mendengar sebuah suara, itu terdengar seperti orang tua.
" Siapa kau nak?" Oang tua.
"Hmmm...kau siapa?" Kata Ling Tian berpura-pura tidak tahu.
"Heh.. aku yang bertanya dulu, jadi jawab aku." Orang tua.
"Huh.. aku seorang yang berasal dari kota kemenangan. Sekarang siapa kau.?" Ling Tian.
"Hmm...apa semua anak-anak zaman sekarang berbicara sepertimu anak nakal... Huh, kan kuberi tahu bahwa aku ini adalah salah satu leluhur pendiri kota kemenangan. Ye Yan." Kata orang tua itu atau di kenal sebagai leluhur Ye Yan.
" Hehe... Kau dan nona di sebelahmu sedikit membuat ku tertarik, bagaimana kalau kalian menjadi murid ku. Apa kau mau?" Ye Yan.
"Haah.. menjadi murid mu? Apa kau gila ingin memintaku jadi murid mu!!" Ling Tian.
"Uh...??" Ninger hanya terdiam.
"Haa! Apa kau bilang?! gila!? aku adalah leluhur kota kemenangan! Apa kau tau artinya menjadi murid ku haah!!" Ye Yan.
"Hmm..kau leluhur? Menurut ku kau hanya orang tua biasa yang hidup dan mati lebih dulu dari kami, juga bagaimana bisa aku menjadikan hantu gentayangan menjadi guru ku... Itu akan memalukan bagiku sendiri di ajar oleh hantu tua seperti mu." Ling Tian.
Memdengar ini leluhur Ye Yan ingin pingsan.
"Kau! Kau anak yang sombong! Bahkan pemimpin kota kemenangan menghormati ku lebih dari apa pun!.. kau berani mengatakan itu pada leluhur kota mu sendiri! Selain itu jika kau menjadi murid ku aku akan memberikan mu tehnik budidaya yang kuat." Ye Yan agak marah, lalu kemudian dia menawarkan lima tehnik yang menurut Ling Tian biasa-biasa saja.
"Huh...bahkan jika kau memohon sekali aku tak mau apa kau mengerti hantu tua." Ling Tian.
"Sial! Kau dasar anak nakal!!... Lalu bagai mana dengan mu nona muda, apa kau mau menjadi muridku. Aku akan memberikan tehnik yang kuat untuk mu jika mau menjadi murid ku!" Ye Yan.
"Jangan Ninger, tehnik yang ku berikan pada mu jauh lebih kuat dari semua tehnik miliknya. Toh kau sebentar lagi akan mencapai rank Legenda. Kau juga harus tau hantu di depan kita ini hanya peringkat Legenda." Bisik Ling Tian pada Ninger.
"Umm.. maaf tuan leluhur, aku harus menolaknya." Ninger.
Mendengar ini leluhur Ye Yan hanya mematung.
"Tu-tunggu! Apa kau serius? Atau aku bisa memberi mu tehnik yang lain." Ye Yan.
"Sekali lagi maaf tuan leluhur, aku sudah memiliki tehnik ku sendiri, jadi maaf aku menolaknya." Ninger.
Leluhur Ye Yan tak percaya bahwa dia di tolak berkali-kali oleh dua anak di depannya.
....
"Aku kesini untuk mencari sesuatu.!" Ling Tian.
"Hmm..apa? Apa yg kau cari?" Ye Yan.
"Apa kau tahu pedang meteorit dewa petir?" Ling Tian.
Leluhur Ye Yan sedikit tersentak, dan menatap Ling Tian dengan heran.
"Tunggu! Bagaimana kau tau tentang pedang meteorit dewa petir.?" Ye Yan.
"Hmmm... Itu rahasia, cepat beri tahu aku?" Ling Tian.
"Huh..dasar bocah nakal! Untuk apa kau mencari benda itu? Ku sarankan jangan mencarinya, karena itu bukan hal mudah bagi mu untuk memilikinya." Ye Yan.
"Huuh.. tau apa kau hantu tua! Kau terlalu meremehkan ku!" Kemudian Ling Tian sedikin membocorkan energi jiwa yang di gabungkan dengan kekuatan hukumnya.
Ye Yan terkejut, dia tiba-tiba merasa agak merinding.
"I-ini! Nak a-apa kau berada di tingkat Legenda?" Ye Yan.
"Huh.. tidak aku jauh berada di atas peringkat Legenda. Kau mungkin belum tau kalau masih ada tahapan di atas rank Legenda." Ling Tian.
"Ah! Apa maksudmu? Mana ada tahap di atas rank Legenda. Nak kau hanya mengarang-ngarang saja." Ye Yan.
Kemudian Ling Tian memusatkan tekanan energinya pada leluhur Ye Yan.
Leluhur Ye Yan semakin terkejut dan terlihat penuh dengan keringat, dia hanya melototkan matanya dan diam tak bergeming.
"Hah hah hah..itu! apa tadi itu? Tekanan yg sangat mengerikan." Ye Yan.
"Uh.. baiklah-baiklah kau menang.!" Ye Yan.
'tak ku sangka, bocah ini bahkan melebihi kemampuan ku'
"Nah sekarang bisakah kau mengantar ku ke tempat pedang itu berada!" Ling Tain.
"B-baiklah ikuti aku, namun kau harus berhati-hati, sedikit kesalahan akan merenggut nyawamu." Ye Yan.
Kemudian mereka pergi menuju jantung perbatasan sakral surgawi.
....
'humm...tekanan haus darah disini sangat kuat. Ini pasti datang dari pedang meteorit dewa petie.' pikir Ling Tian.
Dia kemudian meluaskan domain tekanan energinya untuk melawan tekanan haus darah itu.
Seketika kekuatan yang menekan hilang di ganti dengan kehangatan.
'uh..apa ini energi milik Ling Tian, itu sangat hangat.' pikir Ninger.
'bocah ini, tak di sangka dia mampu menekan tekanan haus darah yang kuat itu.' Ye Yan.
....
"Tunggu aku di sini! " Ling Tian kemudian melangkah maju menuju pedang meteorit dewa petir.
....
Saat dia samapai di pusat pedang, dia kemudian memegang pedang meteorit dewa petir.
Pedang itu mengeluarkan tekanan yang begitu besar dan sambaran petir dapat di lihat menerpa Ling Tian.
Beberapa waktu berlalu, tekanan mulai menipis dan pedang meteorit dewa petir mulai tenang, sepertinya dia mengakui Ling Tian sebagai pemilik barunya.
...
'Uh, kami dengan susah payah menjaga pedang itu agar tekanan haus darahnya tidak meluap ke luar dari perbatasan sakral surgawi, namun anak ini dengan santainya menundukkan pedang itu. Sungguh luar biasa, bahkan kami tak bisa melakukan hal itu begitu mudah.' Ye Yan.
....
"Heh, apa kau liat hantu tua! Sekarang pedang ini akan menjadi milik ku. Hahahaha...." Ling Tian.
"Baiklah, jaga itu dengan baik-baik jangan sampai jatuh ke tangan orang yang salah... Ngomong-ngomong kamu sudah mengambil pedangnya, perbatasan sakral surgawi akan segera runtuh karena kehilangan banyak sumber energinya... Aku juga akan segera menghilang..." Ye Yan.
"Heeeh..! Apa kau sedih hantu tua, hahaha.... Tenang saja, aku bisa membuat tempat ini tetap bertahan." Ling Tian.
'hei system apa ada cara agar tempat ini tidak runtuh?' Tanya Ling Tian.
[Ding...bisa, Host hanya perlu membuat sesuatu sebagai sumber tenaga atau energi bagi tempat itu.]
'apa ada alat seperti itu?' Ling Tian.
[Ding...Host bisa membuat tiruan pedang meteorit dewa petir seperti sebelumnya.]
'baiklah, lakukan!' Ling Tian.
[Ding...menduplikat pedang meteorit dewa petir.... Proses selesai.]
'juga bisakah kamu mengubah bentuknya menjadi sebuah pilar batu atau sejenisnya.' Ling Tian.
[Ding...mengubah pedang meteorit dewa petir palsu menjadi pilar batu.... Proses selesai, Host dapat melihatnya di storage.]
'bagus' ..
Tak lama kemudian Ling Tian mengeluarkan sebuah pilar batu seukuran pohon pisang yang ada di Binjai.
Dia menanamnya di tempat dia mengambil pedang meteorit dewa petir itu.
Seketika energi di tempat itu kembali seperti semula, energinya juga jauh lebih besar dari sebelumnya.
Leluhur Ye Yan sedikit kaget..
'bocah ini!' Ye Yan.
....
Waktu berlalu...
Dan sekarang Ling Tian dan Ninger hendak keluar dari perbatasan sakral surgawi. Namun di hentikan leluhur Ye Yan.
"Tunggu!! Nak aku belum tahu nama mu!!" Ye Yan.
"Ah.. namaku Ling Tian, dan dia Xiao Ninger dari keluarga Naga Bersayap." Ling Tian.
"Ohoho...baiklah sampai jumpa lagi bocah..." Ye Yan..
"Selamat tinggal hantu tua..." Ling Tian.
Mereka berdua keluar dari perbatasan sakral surgawi meninggalkan hantu tua Ye Yan sendiri.
...