
Dataran Takdir Langit...
...
Ling Tian dan Xiao Ninger telah sampai di Dataran Takdir Langit.
Namun saat di perjalanan mereka sedikit terkena masalah. Yaitu, ada beberapa binatang iblis pringkat Emas Hitam puncak yang tiba-tiba mencegat mereka.
Itulah sebabnya mereka sedikit terlabat, dan mereka sampai pada saat sore menjelang malam.
Ling Tian dan Xiao Ninger sekarang berada di desa Tianyun, mereka sedang berkeliling mencari penginapan. Ling Tian berencana tinggal di desa Tianyun beberapa hari.
....
Di pagi harinya, Ling Tian dan Xiao Ninger pergi berkeliling desa. Mereka mampir di setiap toko, namun tak ada yang membuat mereka tertarik.
Sampai pada akhirnya mereka melewati kedai penjual makanan.
Ling Tian dan Ninger mampir di sana sebentar.
"Kenapa kita datang ke sini? bukankah kau membawa bekal mu sendiri." Ninger.
"Yahh...aku hanya penasaran dengan makanan orang-orang di sini... Saya pesan dua porsi pakk...!!!" Ling Tian.
"Uh, siapp akan segera datang... Yun Ling dua porsi bubur lagii...!!cepat!!" Pak Yun.
.....
Tak lama kemudian seorang perempuan cantik, dia sepertinya lebih tua dari Ling Tian dan Ninger.
Dia meletakkan dua porsi bubur di atas meja..
"Silahkan di nikmati." Yun Ling.
Yun Ling berjalan hendak meninggalkan Ling Tian dan Ninger, namun dia berbalik lagi dan menatap Ling Tian dan Ninger.
"Hum...kalian terlihat agak asing?? Apa kalian penduduk baru di sini??" Yun Ling
"Tidak, kami hanya lewat dan mampir di sini. Kami berasal dari Glory City, apa kau tau Glory City?" Ling Tian.
"Apa itu Glory City? Ini kali pertamaku mendengar nya." Yun Ling.
"Itu adalah sebuah kota tempat kami tinggal, itu terletak di pegunungan leluhur kuno. Kota itu satu-satunya yang selamat dari zaman kegelapan. Kota kami nyaris hampir punah karena serangan binatang iblis. Banya leluhur yang mempertaruhkan nyawanya utntuk mepertahankan kota Glory." Ling Tian.
"Woah, begitu kah! Lalu seberapa banyak orang yang tinggal di sana?" Yun Ling.
"Hmmm...ada sekitar satu juta orang dan ada beberapa ratus ribu sepiritualis iblis dan petarung." Ling Tian.
"Ah! Aku tak menyangka, ternyata masih ada banyak orang yang tinggal di luar dataran ini."
"Lalu kenapa kalian datang ke desa Tianyun kami?" Yun Ling.
"Kami bedua sedang berpetualang dan ingin berlatih di area pegunungan leluhur kuno, lalu mampir di dataran ini." Ling Tian.
Ling Tian, Ninger, dan Yun Ling mengobrol sampai-sampai ada beberapa orang yang berteriak karena pesanan bubur mereka belum juga datang.
Yun Ling kemudian kembali bekerja, setelah itu dia datang menghampiri Ling Tian dan Ninger lagi.
Dia masih ingin tahu tentang dunia luar.
"Nah, bisakah kamu memberi tahu ku tentang kota mu lagi?" Yun Ling.
Ling Tian melanjutkan obrolannya dengan Yun Ling...
"Ngomong-ngomong apa kamu tau tentang batu asap ungu?" Ling Tian.
"Huh..ya, itu adalah batu yang tidak berguna dan juga beracu, dan untuk apa kamu menanyakannya?" Yun Ling.
"Hehe, aku membutuhkannya untuk berlatih. Jadi apa kau bisa mencarikanku batu asap ungu? Aku akan melakukan penukaran dengan mu, untuk sepuluh batu akan ku hargai satu kantong beras, bagaimana?" Ling Tain.
"Ah,, apa kau serius?!" Yun Ling.
"Ya, tentu." Ling Tian.
"Berapa banyak yang kau butuhkan?" Yun Ling.
"Sebanyak mungkin yang bisa kamu cari." Ling Tian.
Beberapa saat kemudian.....
"Ini aku membawa seratus dua puluh batu!" Yun Ling.
"Oke..." Lalu Ling Tian mengeluarkan lima belas karung beras.
"Ya apun, banyak sekali.. apa kamu akan terus menukarnya dengan harga ini." Yun Ling.
"Tentu." Ling Tian.
Setelah itu Yun Ling pergi dan memberitahu semua orang tentang penukaran ini.
"Permisi saudara, namaku Xiao Yang. Aku dengar kau bersedia menukar sepuluh batu asap ungu dengan sekantong beras, apa itu benar?" Xiao Yang.
"Ya, aku hanya tinggal di sini dalam beberapa hari dan tidak akan lama. Jika anda ingin melakukan penukaran aku akan menunggu." Ling Tian.
Setelah itu, Xiao Yang dan bawahannya pergi mencari batu asap ungu untuk di tukarkan.
Tiba-tiba datang seorang pemuda dengan tubuh kekar dia adalah Xiao Kuang. Dia datang untuk membuat masalah, namun itu tak bertahan lama setelah dia tau identitas Ling Tian.
Dia sangat kaget dan takut karena orang yang dia ancam berada di tingkat yang jauh dengannya...
"......."
Waktu berjalan dengan cepat, sekarang adalah hari ke tiga Ling Tian berada di dataran takdir langit.
Dan ini sudah waktunya dia pergi. Sayangnya Ling Tian tidak tertarik untuk pergi ke mata air hitam. Dia berencana untuk langsung pulang dan membuat beberapa ramuan menggunakan batu asap ungu dengan bantuan system.
Saat dia berjalan keluar dari daerah desa Tianyun, tiba2 -tiba ada sekelompok orang yang mencegatnya.
Dia adalah Xiao Lang beserta anak buahnya.
Mereka mencoba merampok Ling Tian dan Ninger.
Yahh, tapi itu adalah hari terakhir baginya menatap langit...
'huh,, sekumpulan sampah tak berguna ingin merampok ku.... Mimpi!' Ling Tian.
Mereka hanya dapat meratapi nasibnya...
...
Kota Glory....
Ling Tian dan Xiao Ninger sudah kembali dari dataran takdir langit.
Ling Tian memutuskan untuk pulang karena ada beberapa hal yang akan terjadi di kota kemenangan, seperti turnamen yang akan di adakan setengah bulan dari sekarang.
Tapi sayangnya entah kenapa Ling Tian tidak mendapat undangan.
'huh...apa jenius seperti ku hanya di anggab seperti angin lewat, atau mereka takut, huh...' pikir Ling Tian.
...
"System buka fitur Creating dan murnikan batu asap ungu kemudian buat menjadi elixir sebanyak mungkin." Ling Tian.
[Ding...memproses permintaan Host...]
...
[Ding...batu asap ungu telah di murnikan...]
[Ding... System sedang mengubah menjadi elixir.]
...
[Ding... Perubahan selesai, lima ratus elixir telah di buat, Host dapat mengambilnya di Storage.]
"Hmm, bisa kau jelaskan manfaat elixir ini." Ling Tian.
[Ding... Elixir tersebut dapat meningkatkan kekuatan jiwa, meperkuat fisik, dan membersihkan kotoran dalam tubuh. Elixir ini hanya dapat di konsumsi oleh peringkat Legend bintang empat ke bawah samapai Perunggu bintang satu, untuk peringkat di atasnya itu tak akan berguna atau bermanfaat.]
"Huh, ini tidak berguna untuk ku. Kalau begitu akan ku berikan untuk Ninger dan keluarganya." Ling Tian.
Kemudian Ling Tian pergi ke rumah Ninger. Saat dia sampai di sana, dia meminta salah satu pelayan keluarga naga bersayap untuk memberi tahu Ninger bahwa Ling Tian sedang menunggunya di luar.
Mendengar tentang itu Ninger langsung bergegas keluar dan menyambut Ling Tian. Dia mempersilahkan Ling Tian duduk dan menuangkannya secangkir teh hijau.
Tak lama di tempat Ling Tian dan Ninger berada, datang lah seorang lelaki paruh baya. Dia lalu berdiri di di depan Ling Tian dan Ninger.
Melihat itu, Ling Tian juga berdiri dan memberi hormat kepada kepala kelan Naga Bersayap.
Ya, dia adalah ayah Ninger, Xiao Yun Feng sekaligus kepala kelan Naga Bersayap.
"Salam kepala klan.." Ling Tian menundukkan kepalanya sedikit.
"Ohoho... Sangat sopan... Pantas saja Ninger tergila-gila dengan mu, tak hanya sopan juga sangat tampan...huhuhu." Xiao Yun Feng.
Mendengar itu Ninger tersipu malu...
"Terimakasih atas pujian nya, kepala kelan." Ling Tian.
"Nak, sebelum itu aku sangat berterimakasih pada mu karena telah memberi ku tehnik yang sangat kuat bahkan lebih kuat dari milik keluargaku." Xiao Yun Feng sedikit menundukkan kepalanya.
Ling Tian sedikit kaget melihat seorang kepala kelan menundukkan kepala pada orang biasa sepertinya.
"Uh, tak perlu di pikirkan. Aku hanya suka membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan." kata Ling Tian padahal itu hanya omong kosong.
'kadang berbohong itu juga perlu, kikiki...' Pikir Ling Tian.
"Biar bagaimana pun itu sangat membantu, saya bisa menerobos dari Emas Hitam bintang satu sampai puncak Emas Hitam bintang lima. Bukankah itu sangat menakjubkan."
"Juga sebagai tanda terimakasihku, kamu boleh meminta apa pun kecuali hal-hal yang agak mustahil." Xiao Yun Feng.
"Wah benarkah!! Kalu begitu bisakah aku menikah dengan Ninger..!" Ling Tian.
Tempat itu langsung sunyi, mendengar perkataan Ling Tian membuat Xiao Yun Feng terdiam...
'apa? ini salah ku, aku agak lengah.' Xiao Yun Feng.
"Uhuk"....Xiao Yun Feng sedikit berbatuk untuk menghilangkan kesunyian.
"Mmm, untuk itu bisa saja tapi soal itu kau harus bertanya pada Ning-" sebelum selesai bicara saat Xiao Yun Feng menoleh ke arah Ninger.
Dia melihat anak nya yang sedang tersipu malu dan tersenyum-senyum sendiri.
'apakah aku benar-benar akan kehilangan anak perempuanku satu-satunya.' pikir Xiao Yun Feng sedikit tak percaya.
"Baiklah kau bisa menikahi Ninger namun kau harus menunggu sampai kalian cukup umur dan juga aku belum membatalkan pertunangan Ninger dengan Shen Fei. Tunggu sampai aku melakukannya dan kalian akan langsung bertunangan, bagimana?" Xiao Yun Feng.
"Baiklah, tak masalah. Aku akan menungu kapan pun, hehe.." Ling Tian.
'hmm...walaupun aku tak begitu tau tentang anak ini, tapi sepertinya menikahkannya dengan Ninger bukan pilihan yang buruk, daripada dengan Shen Fei dari keluarga Keramat anak itu seperti bajinga saja. Aku dengar dia sering tidur dengan banyak perempuan lain, ckckc..' pikir Xiao Yun Feng.
....
"Aku punya sesuatu utuk kalian..." Ling Tian mengeluarkan empat ratus botol elixir batu asap ungu.
"Itu adalah elixir asap ungu yang ku buat sendiri dari batu asap ungu, ambillah itu untuk kalian jangan ditolak." Ling Tian.
Xiao Yun Feng ternganga melihat jumlah elixir di depannya, bukan hanya dari jumlahnya saja melaikan dari aura yang dipancarkan oleh elixir tersebut.
"Nak, apa kamu seorang ahli alkimia..." Xiao Yun Feng masih saja tak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.
"Mungkin, karena itu buatan ku." Ling Tian.
"Nak, kau kau sangat hebat sulit dipercaya...itu bahkan lebih kuat dari elixir buatan asosiasi alkimia."
"Sepertinya kau akan membuatku selalu berhutang budi padamu." Xiao Yun Feng.
"Hehehe.. tak apa, anggap saja hadiah dariku. Ngomong-ngomong itu hanya berguna untuk peringkat Legend bintang empat kebawahnya saja." Ling Tian.
"Nak, Terimakasih banyak atas apa yang kau berikan. Ini akan mapu mengubah kondisi keluarga Naga Bersayap dengan mudah." Sekali lagi Xiao Yun Feng menundukkan kepalanya.
"Sudah tak perlu belebihan kepala klan." Ling Tian..
Waktu berlalu dengan cepat, Ling Tian akhirnya pulang ke rumahnya, setelah mengambil perhatian kepala keluarga Naga Bersayap....
Bersambung......