Raincarnation To Tales Of Demons And Gods

Raincarnation To Tales Of Demons And Gods
Alam Nasib Surgawi



Di luar perbatasan sakral surgawi...


Setelah Ling Tian dan Ninger keluar dari batas sakral surgawi, mereka langsung bertemu kepala sekolah tepat di depan pintu masuk batas sakral surgawi.


"Selamat kalian telah lulus tesnya. Juga karena kalian telah lulus maka aku akan melaporkan hal ini pada pemimpin kota, karena hanya dia yag bisa melindungi kalian sekarang." Kepala sekolah.


"Tentu, tapi bisakah anda merahasiakan ini dari orang lain kecuali pemimpin kota sih..." Ling Tian.


"Baiklah serahkan padaku." Kepala sekolah.


Mereka lalu pergi meninggalkan batas sakral surgawi....


Ling Tian sekarang sedang berjalan menuju kediaman keluarga Naga Bersayap tentu untuk mengantar Ninger pulang, karena ini sudah malam hari...


...


Saat di perjalanan tiba-tiba mereka di cegat oleh sekelompok orang di tempat sepi dengan seragam hitam menggunakan topeng, itu berjumlah tujuh orang dengan beberapa peringkat perak dan tiga emas.


"Huh...siapa kalian, berani memotong jalanku?!" Ling Tian.


Sekelompok orang itu hanya diam mereka tak berbicara sedikitpun, dan tiba-tiba saja salah satu dari mereka berlari maju menuju Ling Tian, tentu saja dengan niat membunuh.


Ling Tian hanya mengernyitkan sebelah alisnya..


'hmm..apa mereka dari keluarga keramat?. Ini mungkin ulah Shen Fei.' Ling Tian.


'system, belikan aku buah Chakra dan bebera jutsu lima elemen dan juga tiga jutsu dasar.' Ling Tian.


[Ding...pembelian selesai...apakah Host ingin menggunakan buah Chakra dan beberapa jutsu lima elemen termasuk tiga jutsu dasar?]


'Lakukan' Ling Tian.


[Ding...selamat Host telah mengaktifkan Chakra dan mendapatkan beberapa jutsu.]


[Ding...pemberi tahuan, Host tidak perlu menggunakan segel tangan untuk melakukan jutsu apapun, cukup bayangkan dan sebut nama jutsu yang ingin Host gunakan.]


"Yosh, mari kita coba... Kage bunsin no jutsu!..." Ling Tian.


Puft..puft..puft....


Lalu muncul dua puluh klon bayangan yang mirip seperti Ling Tian. Masing-masing klon setingkat rank Emas Hitam bintang lima puncak.


'Woah...keren, hahaha...dengan begini tak perlu repot-repot ngotorin tangan..' Ling Tian.


Ninger tiba-tiba kaget, di depannya dia melihat orang-orang yang keluar dari asap, yang membuat nya semakin kaget lagi semua orang-orang itu mirip dengan Ling Tian.


Begitu pula dengan orang-orang yang mencegat nya. Mereka hanya diam tak bisa bergerak. Baru kali ini mereka melihat orang dengan kemampuan seperti itu.


...


"Tangkap mereka!" Perintah Ling Tian pda kelonnya.


Orang-orang dengan pakaian hitam itu memaksakan diri mereka untuk menyerang, walau mereka takut setengah mati.


"Se-serang jangan lari, itu mungkin ilusi." Penjahat1.


Tak lama kegaduhan sedikit terjadi, namun itu tak bertahan lama.


Semua orang-orang dengan seragam hitam itu ditangkap dalam keadaan pingsan. Pertarungan selesai dengan kemenangan telak Ling Tian.


...


"Harus ku apakan sekelompok orang ini? Apa aku gantung aja di gerbang kota atau jadikan makanan binatang iblis...?" Ling Tian.


"Uh..bukan kah itu sangat kejam. Bagaimana kalau kita serahkan ke Tuan kota. Biarkan mereka mengurusnya?" Ninger.


"Ummm...baiklah, bisakah kamu meminta ayahmu membantuku menyerahkannya dan membuat sedikit alasan pada Tuan Kota. Aku belum tau siapa yg menyuruh mereka, tak ada satu pun yang ku kenal dari penjahat ini." Ling Tian.


"Baiklah, aku akan memberitahu ayahku." Ninger.


...


Mereka kemudian pergi melanjutkan perjalanan mereka menuju keluaga Naga Bersayap.


Ling Tian memerintahkan klon bayangannya untuk membawa tubuh para penjahat itu.


....


Di kediaman keluarga Naga Bersayap...


Ling Tian sedang berbicara dengan Xiao Yun Feng, mereka sedang membahas para penjahat yang tiba-tiba mencegat Ling Tian dan Ninger di tengah jalan sebelumnya.


"Hmmm... Ini sangat berbahaya, bagaimana bisa ada yang berani melakukan pembunuhan di dalam Glory City, hmm....


Baiklah, aku akan segera melaporkan ini pada pemimpin kota. Kau tinggal lah di sini malam ini, aku akan menyuruh pelayanku menyiapkan tempat untuk mu." Xiao Yun Feng.


"Baiklah, terimakasih kepala klan." Ling Tian.


Tak lama setelahnya Ling Tian di pandu menuju ruangan yang disiapkan Xiao Yun Feng untuknya menginap.


....


'Hmmm....saat ini aku masih berada di tahap Demigod entah kenapa perkembanganku agak sedikit melambat akhir-akhir ini. Sepertinya aku perlu menggunakan energi surgawi yang lebih kuat. Besok aku akan membuat atau membeli batu roh dengan bantuan system. Sekarang aku perlu istirahat, huh...ngantuk sekali.' Ling Tian.


Selanjutnya Ling Tian tertidur dengan lelap.


Tak lama setelah itu tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka pelan. Terlihat di sana seorang gadis dengan paras yg cantik, dia mengenakan pakaian tidur.


Itu adalah Ninger, dia lalu berjalan menuju tempat tidur Ling Tian. Ninger berniat untuk tidur di dekat Ling Tian namun sangat ragu.


Ling Tian sadar akan hal ini, sebelum Ninger masuk dia sudah tau kalau Ninger akan ke kamarnya.


"Kenapa kau tetap berdiri di situ?" Ling Tian berbicara pelan tanpa bergerak sedikit pun.


Mendengar Ling Tian berbicara membuat Ninger kaget dan semakin gugup.


"Um-um.. a-anu, anu a-aku ha-..ah!" Sebelum Ninger selesai bicara...


Ling tian kemudian bangun dari tempat tidurnya, dia menghampiri Ninger dan menariknya Ninger ke dalam pelukannya.


"Apa kau mau tidur dengan ku malam ini?, Kita masih belum menikah loh~" kata Ling Tian dengan lembut.


Ninger hanya tersipu malu dan terdiam, dia saat ini sangat malu untuk bicara..


Ling Tian lalu membawa Ninger ke tempat tidur....


Ling Tian memeluk Ninger dengan pelukan yg hangat dan erat... Ning'er hanya bisa pasrah, dia tak mampu melakukan perlawanan apa pun, atau mungkin sengaja karena menginginkannya.


Di samping itu dia juga merasakan perasaan yg hanya bisa dirasakan dari orang tuanya, namun perasaan itu tiba-tiba muncul saat dia dipeluk oleh Ling Tian.


'apakah ini cinta?' pikir Ninger yang tersipu.


...


Mereka berdua tertidur lelap. Malam itu sangat indah bagi mereka. Itu adalah kenyamanan duniawi yang jarang dapat dirasakan anak muda seumuran mereka...


Wkwkwk...


....


Pagi hari di kediaman Naga Bersayap...


'System, beli seratus batu roh untuk ku." Ling Tian.


[Ding...pembelian selesai, silahkan periksa storage.]


"Yosh... Waktunya meningkatkan kekutan jiwa ke ranah selanjutnya." Ling Tian.


Ling Tian kemudian duduk lotus dia lalu menyerap energi surgawi yg ada di batu roh.


....


Ninger saat ini masih tertidur, karena ini masih terlalu pagi. Dia sangat menikmati tidurnya semalaman, dia menikmati pelukan hangat Ling Tian.


Tak lama kemudian dia terbangun, saat dia bangun dia tidak menemukan Ling Tian di sampingnya, melainkan dia sedang duduk di lantai dan berkultivasi.


Tak ingin mengganggu, Ninger kemudian bangun dan pergi keluar ruangan.


Dia saat ini sangat bahagia. Kadang dia juga senyum-senyum sendiri...


...


Di kediaman Ling Tian...


Ini sudah siang hari, Ling Tian sudah kembali dari kediaman Naga Bersayap.


Setelah berkultivasi sebelumnya, sekarang dia sudah mencapai ranah heavenly fate atau alam nasib surgawi takdir jiwa pertama.


Butih waktu yg cukup lama biginya untuk menerobos alam nasib surgawi takdir jiwa pertama. Namun setelah Ling Tian menerobos, dia merasa jauh lebih baik dari sebelumnya dia juga merasa takkan ada masalah lagi dalam perkembangannya.


Sebelumnya perkembangannya sedikit melambat, Ling Tian pikir itu dikarenakan oleh alam jiwanya yg sedang berkembang dan benar saja alam jiwanya yg sebelumnya terlihat seperti lautan sekarang berubah menjadi seperti luar angkasa yg penuh dengan bintang2 dan galaxy, juga takdir jiwanya terlihat seperti matahari keemasan yg bersinar terang.


...


Saat ini Ling Tian sedang asik berbaring di teras depan rumahnya sambil memandangi langit biru dengan awan berbagai bentuk.


...


Tak lama kemudian datanglah seorang pemuda. Dia terlihat seperti perajurit pengawal daa dia datang menghampiri Ling Tian.


"Permisi, apakah ini tempat tinggal tuan muda Ling Tian." Pemuda.


"Ya, itu aku sendiri. Ada apa kau mencari ku?" Ling Tian.


"Saya ke sini untuk memberikan anda ini." Pemuda itu kemudian menyodorkan sebuah surat dengan ampol, di atasnya ada stempel merah dgn lambang garuda.


"Apa ini?." Ling Tian bertanya.


"Saya tidak tahu tuan. Tapi itu berasal dari Tuan Kota. Beliau memerintahkan saya memberikan anda ini..." Pemuda.


"Oow, baiklah" Ling Tian.


"Baik tuan muda, karena tugas saya sudah selesai saya akan pergi. Selamat tinggal tuan muda." Pemuda itu lalu berbalik pergi.


"Hmmm...ternyata itu, dia ingin aku tinggal di kediaman Tuan Kota untuk melindungi ku sebagai seorang jenius. kalau aku tinggal di sana apa aku juga akan bertemu Nie Li nantinya...


Serah lah, kemungkinan Ninger juga di undang. Jika begitu akan rugi kalau aku menolaknya, kikikikkikiki!!"


Itulah yg di pikirkan Ling Tian setelah membaca surat dari Pemimpin Kota Glory.


...


Hari berjalan seperti biasa, tak ada yg istimewa... Ling Tian cukup bosan hari ini, dia lalu berpikir sejenak tentang kejadian-kejadian dalam cerita novel aslinya sampai dia mengingat sesuatu....


"Benar bukankah setelah turnamen itu Nie Li akan memasuki perbatasan sakral surgawi. Yah terserah, karena aku sudah mengambil pedang meteorit dewa petir itu bukan urusanku. Mungkin dia juga akan membawa hantu tua itu.


Seingatku roh hantu tua itu akan di masukkan ke dalam burung besi buatan Nie Li." Ling Tian.


Ling Tian kemudian berbaring lagi di teras depan rumahnya dan memandangi langit biru di atas...


....


Bersambung......