
Di wilayah bagian utara, tepatnya beberapa kilometer dari sisi kota Glory...
Duan Jian memegang pedang Meteorit Dewa Petir di tangan kananya, dengan sekali ayunan pedang tersebut mengeluarkan bilah energi petir yang sangat mencekam dengan aura ganas dan destruktif.
Bilah energi petir menerjang seperti kilat menuju sosok pemuda lain yang berada beberapa jauhnya dari tempat Duan Jian.
"Guuh!! Kekuatan macam apa ini?!" Gerutu pemuda tersebut dengan tubuhnya gemetar akibat tekanan dahsyat dari pedang meteorit di tangan Duan Jian. Dia yang tidak lain adalah salah satu anggota penting dalam Serikat Kegelapan, Gui Sha.
Tidak lagi sempat membuka portal hukum kegelapan, Gui Sha tidak punya pilihan lain selain menggunakan salah satu artefak yang tuannya berikan. Semburan api naga yang menyala-nyala keluar dari tangan Gui Sha sehingga itu langsung mengarah dan berbenturan dengan bilah petir.
Namun itu masih belum cukup untuk menghentikan kekuatan seorang ahli yang telah jauh melampaui tingkat Legenda. Bilah petir masih terlihat utuh, semburan api naga sebelumnya tidak dapat benar-benar menghentikan bilah petir tersebut.
"Ah! Tidak mungkin?" Seru Gui Sha yang tidak bisa tidak terkejut, dia sebelumnya telah menggunakan salah satu artefak tingkat Legenda yang tuannya berikan, tapi itu masih tidak cukup kuat untuk menghentikan serangan lawan. "Sial! Tidak sempat lagi! Tanpa kekuatan penuhku akan sulit melawan orang ini! Kalau begini terus aku tak akan dapat menolong wakil ketua!"
Cetus Gui Sha semakin gelisah, sesaat kemudian dia tidak lagi menahan dirinya, Gui Sha segera mengerahkan kemampuannya dan bergabung dengan roh Iblis Haus Darah yang dia miliki. Tubuhnya secara sepontan membesar dengan garis-garis merah menjuluri tubuhnya termasuk dua tanduk yang mencuat di kepalanya.
"Hiiyaahhhh!!" Gui Sha bertabrakan dengan bilah petir, dia sangat percaya dengan kemampuan roh iblisnya sehingga dia tidak memperdulikan tekanan yang menguncinya dari bilah petir.
"Boomm!!"
Seketika ledakan yang cukup besar terjadi, setumpuk asap memenuhi ruang di sekeliling Gui Sha. Sampai itu benar-benar hilang ditiup angin barulah terlihat sosok pemuda yang tidak lagi seperti binatang buas berada beberapa meter di dalam kawah akibat ledakan.
Gui Sha sungguh tak percaya, dia begitu yakin dengan kemampuan penuhnya tetapi dia tidak percaya itu masih belum cukup untuk menahan bilah petir sederhana tersebut sehingga membuatnya tersungkur ke dalam kawah lubang tanah.
Transformasinya tanpa disadari telah ditarik dan memperlihatkan kembali bentuk Gui Sha yang penuh dengan sayatan luka akibat bilah petir. Masih baik itu hanya luka dan untungnya Gui Sha tidak terbelah dua, jika saja dia tidak cukup kuat untuk menahan serangan bilah sebelumnya maka sangat mungkin dia terbelah dua ataupun hancur berkeping-keping.
"Aku tak menyangka... Ada orang sekuat ini di dalam kota Glory... Ugh!" Ucap Gui Sha dengan terbata-bata, disaat yang sama dia juga memuntahkan seteguk darah dari mulutnya, tubuhnya sendiri hampir hancur. Dengan sedikit sisa energi spiritual yang dia miliki, Gui Sha berniat menciptakan portal ruang kegelapan.
*Tebas*
Hal yang tidak Gui Sha sadari, sosok kekar dengan dua sayap hitam keemasan berdiri tepat di depannya dengan pedang meteorit yang telah melewati kedua lengan Gui Sha.
"Guaahhh!" Gui Sha berteriak kesakitan, dua lengannya benar-benar dipotong dalam sekejap.
"Tuanku tidak mengatakan untuk membiarkanmu hidup, jadi jangan pikir untuk lari." Kata Duan Jian dengan nada sarkasme dengan tekanan yang keras.
Gui Sha terjatuh dan tak lagi dapat menggunakan apapun yang dia miliki. Selain Raja Iblis dan Long Sha dia tak lagi takut pada siapapun, tapi dia tak menyangka akan bertemu orang asing yang dapat membuatnya merasakan sensasi yang sama seperti ketika dia bertemu tuannya.
Tak lama kemudian Xiao Ning'er datang dari arah kota dan menghampiri Duan Jian.
"Ah! Nona Xiao apa yang anda lakukan di sini?" Sapa Duan Jian begitu melihat sosok perempuan pirang mendekatinya.
"Tidak, aku datang dengan niat membantu tapi sepertinya tidak perlu." Balas Xiao Ning'er.
"Kekeke... Walaupun aku Gui Sha mati di sini, Tuan Iblis tidak akan melepaskan kalian jik-" Kata-kata terakhir tak sampai diucapkan Gui Sha ketika kepalanya terpenggal oleh Duan Jian.
"Orang ini sudah pasti dari serikat kegelapan. Jadi membiarkan dia hidup akan berbahaya." Ungkap Duan Jian kemudian membakar mayat Gui Sha dengan api hitamnya hingga tak tersisa sedikitpun bagian tubuh nya kecuali setumpuk abu.
"Ayo nona Xiao, kita kembali ke kota." Duan Jian kemudian pergi bersama Xiao Ning'er untuk menyampaikan laporannya pada Ling Tian.
....
"Hmmp, Gui Sha? Apa hanya dia sendiri?" Tanya Ling Tian begitu mendengar rincian laporan Duan Jian.
"Iya Tuan. Aku sudah memastikannya, tak ada lagi orang lain selain dirinya."
'Yah baiklah, aku berharap setidaknya Long Sha juga ikut saat itu. Mungkin aku dapat menangkapnya dan menjadikan bawahan baru.' pikir Ling Tian. Setelah itu dia berjalan menghampiri pemimpin kota yang tengah mengurus beberapa anggota keluarga Suci yang tertangkap.
"Tuan kota, aku menemukan Ye Han dan dia masih dalam keadaan hidup." Ungkap Ling Tian yang membuat Ye Zhong tersentak lalu raut wajah serius muncul di permukaan wajahnya.
Ling Tian kemudian mengaktifkan Mangekyou Sharingannya dan mengeluarkan Ye Han yang sepenuhnya diikat tali ke depan tuan kota.
Begitu Ye Han muncul dari pusaran ruang, Ye Zhong mengeraskan ekspresinya tanpa menunda waktu, dia tak berniat membiarkan Ye Han ampunan ataupun belas kasih. Ye Zhong dengan pedangnya terhunus tanpa basa-basi menghukum Ye Han atas tindakannya sebelumnya dan begitulah setelah itu kepala Ye Han berguling terpisah dari anggota tubuhnya yang lain.
....
Pada beberapa hari berikutnya, suasana di kota Glory mulai pulih. Dengan terberantasnya keluarga Suci yang berkhianat, banyak keluarga atau klan-klan aristokrat bahkan rakyat biasa merasa sedikit lega. Mereka yang sebelumnya berada di bawah tekanan keluarga Suci sudah tidak lagi khawatir dipaksa ataupun ditindas oleh keluarga Suci. Demikian pula sedikit beban berat di punggung mereka sebelumnya mulai meringan setelah hilangnya pengaruh keluarga Suci di kota Glory.
Bahkan semua aset yang keluarga Suci miliki telah disita oleh tuan kota dan di gunakan untuk merekonstruksi bagian-bagian kota yang rusak akibat pertempuran beberapa hari lalu.
Keadaan mulai membaik seperti biasa dan aktifitas penduduk kota berjalan tanpa ketegangan dan hambatan.
"Sial! Hari ini sangat membosankan. Haruskah aku pergi berkeliaran di luar kota lagi." Gumam Ling Tian seraya menatap langit di teras depan mansionnya. "Ya, aku akan pergi besok. Aku akan meminta Ning'er dan Duan Jian untuk tetap di kota selama aku tidak ada."
....
Pagi hari selanjutnya, Ling Tian segera pergi menjauh dari wilayah kota Glory setelah berpamitan dengan Xiao Ning'er.
"Sistem, temukan peta menuju alam Nether untukku." Kata Ling Tian disela-sela perjalanan.
[Sesuai permintaan, sistem telah menganalisis semua wilayah di benua Ilahi, termasuk jalan menuju Nether Realm. Peta berada di penyimpanan sistem.]
Kemudian Ling Tian mengambil peta tersebut dan mempelajari seluk-beluk medan yang ada di peta. Tak butuh waktu lama, dia segera melesat meninggalkan seberkas bayangan hitam dan pergi mengikuti jalur yang ditunjukkan peta tersebut...
Bersambung....