Raincarnation To Tales Of Demons And Gods

Raincarnation To Tales Of Demons And Gods
Pertemuan Tak Terduga



Lewat beberapa jam kemudian, Ling Tian saat ini berjalan jauh kedalam melewati lorong gelap. Tempat ini adalah jalan rahasia menuju alam bawah. Hingga dia menempuh jarak bermil ke dalam lorong, Ling Tian akhirnya sampai di ujung pintu masuk alam Nether.


Itu adalah wilayah yang dipenuhi hawa panas yang mencekam, orang biasa tidak akan mampu bertahan di tempat ini. Bahkan Ling Tian perlu menyelimuti tubuhnya dengan energi rohnya.


...


Kota Batu Hitam.


Salah satu dari lima belas kota di alam Nether yang dihuni oleh berbagai macam ras termasuk manusia sekalipun. Mereka hidup cukup aman di bawah perlindungan penguasa alam Nether sehingga mereka jauh dari ancaman binatang iblis.


Namun ada beberapa faksi yang saling berselisih untuk memperebutkan kenuntungan pribadi, salah satu nya adalah klan Wu Gui yang Ling Tian ketahui. Seharusnya serikat Kegelapan juga memiliki pangkal rahasia di alam bawah.


Tapi untungnya dia telah membunuh Ye Han sebelumnya sehingga tidak akan terjadi ancaman seperti dalam cerita aslinya.


Ling Tian pergi memasuki tempat tersebut dan mampir disalah satu bar, memesan minuman lalu duduk menyaksikan interaksi berbagai macam ras di tempat tersebut...


"Kudengar beberapa hari yang lalu keluarga Darah Iblis dan keluarga Segel Permata Jade saling cekcok."


"Dan parahnya keluarga Segel Permata Jade mengalami korban jiwa."


Beberapa dari pendatang di bar berbicara dengan topik hangat baru-baru ini.


Ling Tian menyimak perbincangan mereka di meja samping sambil menyesap minumannya.


Dari apa yang dia dengar, tampaknya keluarga Darah Iblis dan segel permata jade cekcok akibat memperebutkan sebuah peta harta karun.


Ling Tian sempat berpikir apakah perlu turun tangan untuk membantu klan Segel Permata? Tetapi dia mengurungkan niat tersebut, karena tidak ada untung baginya untuk campur tangan dengan urusan orang lain, terutama dia bukan Nie Li yang suka memanfaatkan orang lain.


Dalam diam Ling Tian berkata: "Sistem, temukan sumber daya khusus untuk latihan kultivasiku saat ini"


....


Tidak ada yang menarik bagi Ling Tian untuk berdiam diri di kota Batu Hitam. Pada akhirnya dia memutuskan untuk menjelajahi lapisan pertama dari Sembilan Lapis Tanah Kematian.


Lapisan pertama Tanah Kematian terlihat sangat mencekam. Hawa kematian yang pekat memancar di mana-mana. Dari pandangan Ling Tian bisa dinilai bahwa tempat tersebut dulunya betul-betul medan pertempuran.


Yang tersisa dari mereka adalah tanah atau gunung yang compang-camping, bahkan tidak ada tempat yang enak dipandang, semuanya terlihat seperti kapal pecah dengan medan yang kasar.


Tentu saja Ling Tian tidak berniat untuk menonton saja, dia segera berjalan menelusuri lapisan pertama Tanah Kematian.


Selain dirinya ada banyak pengunjung lainnya mulai dari ras yang berbeda-beda.


Tanpa diduga Ling Tian berpapasan dengan sosok yang tidak asing. Ini kali pertamanya melihat orang tersebut secara langsung, tetapi hanya dalam sekali pandang dia dapat mengenal pria itu dengan pasti.


Ling Tian berhenti sejenak lalu menoleh kebelakang hanya untuk meraih bahu pria berambut kelabu tersebut.


"Hmm... apa?!" Balas pria itu menoleh dengan tatapan tajam yang mengerikan, bahkan auranya lebih menakutkan dari iblis manapun.


Ling Tian memiringkan wajahnya dan tersenyum, dia tak menyangka akan bertemu dengan sosok penting tersebut dalam waktu yang cepat.


"Senang bertemu denganmu... Tuan Iblis." sapa Ling Tian tanpa rasa takut sedikitpun.


Pria yang disebut Tuan Iblis itu hanya terdiam sejenak sebelum dia berkata: "Siapa kamu? Bagaimana kamu tahu siapa aku?"


Aura iblis jahat yang pekat terpancar dari sosok Raja Iblis.


"Huhu... Bagaimana aku tahu itu bukan hal penting!"


Ling Tian meremas tangannya dan memukul mundur Raja Iblis. Tentu saja dia tidak ingin melewatkan kesempatan ini, pertama karena dia tertarik dengan Raja Iblis dan kedua sangat jarang baginya menemukan lawan kuat yang penuh trik seperti Raja Iblis. Jadi bertarung dengannya adalah suatu kesenangan.


Raja Iblis hanya bisa berpikir apa yang salah dengan orang ini. Orang tak dikenal tiba-tiba mengajaknya bertarung, sangat aneh, namun menolak bukanlah caranya.


Dari kedua tangannya muncul sepasang gada kembar. Raja Iblis kemudian menerjang Ling Tian dengan aura haus darah yang mematikan, tampak seperti ribuan jelmaan roh binatang iblis yang berkumpul menjadi satu.


Satu dentuman bentrok dari gada kembar menghasilkan glombang kejut yang kuat. Bahkan ahli tingkat Legenda tidak akan mampu bertahan dalam sekian detik.


Ling Tian segera tersapu oleh gelombang kuat tersebut. Sayangnya dia terpecah menjadi ribuan burung gagak yang menyebar ke segala arah.


Detik berikutnya burung gagak yang sama berkumpul di satu tampat beberapa meter di belakang Raja Iblis. Terlihat Ling Tian dengan tangan bersilang di depan dada berdiri tegak tanpa goresan sedikitpun.


Raja Iblis tidak tahu apa yang telah terjadi, tetapi dia dapat menemukan burung gagak tersebut meninggalkan sedikit jejak ilusi.


Raja Iblis mengerutkan keningnya, menyadari lawan menggunakan ilusi yang begitu ampuh padanya membuat kulit kepalanya terasa gatal.


Sejauh ini tidak ada orang yang begitu memumpuni melawannya, tidak disangka Raja Iblis cukup sial menemukan ahli kuat sebagai lawannya.


"Hmm, bukankah kamu disebut Raja Iblis, mengapa kamu begitu lemah?" Ling Tian lebih santai dari Raja Iblis, dengan tangan bersilang di depan dada dan tersenyum meremehkan lawannya.


Raja Iblis benar-nenar dihina.


"Aku tidak tahu kesalahan apa yang telah kuperbuat hingga menyinggung anda tuan." Kata Raja Iblis berusaha setenang mungkin, dia harus berhati-hati agar tidak membuat kesalahan dan memperpanjang masalah.


Lagipula bukan dia yang memulai sebelumnya.


"Guild Kegelapanmu telah banyak mengusik ketenangan kotaku, jadi kamu harus bertanggung jawab atasnya." Balas Ling Tian.


Sementara Raja Iblis dengan wajahnya yang terlihat keras dan kejam memandangi Ling Tian dengan tatapan membunuh.


Ling Tian tidak nerniat berhenti begitu cepat, dia seolah-olah mencabut sebuah pedang dari udara tipis sehingga sekumpulan energi padat muncul mengambil bentuk reaper tajam.


Raja Iblis menatap lawannya dengan serius, apakah dia akan kalah atau menang ketika melawan Ling Tian bukanlah pertanyaan saat ini. Melainkan bagaimana dia harus bertahan jika ahli tersebut mengerahkan kemampuannya.


Ling Tian mengambil langkah beberapa meter dari Raja Iblis hingga jarak menyempit hanya dalam beberapa detik.


Keduanya kemudian bentrok dengan kecepatan yang tak dapat disaksikan oleh mata telanjang.


Ling Tian hanya menyerang dengan bilah energi di tangannya, sementara Raja Iblis menggunakan gada kembar untuk bertahan sekuat mungkin.


Satu kesalahan saja akan memotong lengannya, oleh karena itu Raja Iblis tidak punya pilihan lain selain mengeluarkan beberapa set artifak tersembunyinya.


Sampai sekarang Raja Iblis bahkan tidak dapat mengukur kekuatan lawan, namun dari bentrokan sebelumnya Raja Iblis tahu bahwa lawannya jauh lebih kuat darinya.


Dari anggapan Raja Iblis, Ling Tian bahkan tidak seserius itu. Dia hanya menyerang hingga Raja Iblis terpojok dan tidak berniat membunuhnya.


Kemudian dia melancarkan serangan terakhir, Ling Tian membentuk bola energi padat di tanganya, tampak sama seperti Rasengan dengan warna biru gelap berdiameter lima kaki.


Itu adalah energi surgawi yang dipadukan dengan kekuatan hukum, Raja Iblis yang melihat ini jatuh ke dalam krisis.


Dari sudut pandangnya dia tidak akan mampu menahan serangan tersebut tanpa mengerahkan semua kekuatannya.


Sementara Ling Tian menerjang ke depan secepat kilat.


Bang...


Benturan keras menimbulkan efek dahsyat hingga menimbulkan ledakan yang mengguncang bumi.


Orang-orang yang beberapa mil jauhnya dapat merasakan tekanana dan guncangan ledakan tersebut.


Apapun yang terjadi mereka tidak mau mendekat dan tetap menahan rasa penasaran mereka, ledakan energi itu bukanlah sesuatu yang mampu mereka atasi, apalagi mereka yang masih di tingkat Legenda.