
Institut Anggrek Suci....
"Ngomong-ngomong,, sekarang adalah waktu dimana Chen Lin Jian merekrut orang-orang untuk pergi menjelajah di reruntuhan kota anggrek kuno... Ikut gak yaa?!!"
"Gak lah,,, mending ajak Ninger main... Kekekeke..." Ling Tian.
Setelah keluar dari kelas, Ling Tian menyaperi Ninger yg hendak berjalan pulang.
"Hy... Mau pergi dengan ku.?" Ling Tian.
"Hmm...kemana?!" Ninger.
Tanpa menjawab, Ling Tian memegang tangan Ninger dan membawanya pergi.
Ninger yang mukanya memerah langsung mengikuti Ling Tian.
....
Di sebuah hutan di belakang rumah Ling Tian....
"Ngomong-ngomong Ling Tian, kenapa kau membawaku ke sini?" Ninger.
"Bukan apa-apa!...aku hanya ingin mengajak mu berlatih...oh ia, bagaimana kemajuan kultivasi mu, apa kau sudah melewati rank perunggu?" Ling Tian.
"Um...aku sudah mencapai rank perak bintang empat, ini semua berkat tehnik yang kau berikan Ling Tian, Terimakasih." Ninger.
"Benar kah!!!,,,kalau begitu kenapa kau tidak menggabungkan roh iblis yang ku berikan padamu." Ninger.
"Ah iya...aku akan melakukannya." Ninger.
"Yosh...kalau begitu aku akan menjagamu, agar kau tidak diganggu." Ling Tian.
Ninger sedikit memerah dan mengangguk, dia kemudian mulai menggabungkan roh iblis nya.
....
Stelah berlatih bersama, Ling Tian mengajak Ninger untuk pergi ke rumahnya.
Di sana mereka melakukan banyak hal, mengobrol tentang ini itu dan lain-lain, kecuali hal negatif.
Ninger saat ini beradada di rank Emas bintang dua, sedangkan Ling Tian di rank Emas Hitam bintang empat.
Selang waktu berlalu,, Ninger akhirnya pulang dia juga di temani Ling Tian, karena Ling Tian tidak mau melihat Ninger berjalan sendirian.
Sedangkan Ninger, dia hanya diam dan pipinya agak memerah.
....
Mereka berdua sampai di kediaman keluarga Naga Bersayap.
Ninger mengajak Ling Tian mampir sebentar untuk meminum teh, begutu pula Ling Tian dia hanya mengangguk saja. 'sayang kalau di tolak,, kekeke...' Ling Tian.
....
Ling Tian duduk di sebuah kursi di depannya ada sebuah meja yang di atasnya terdapat sgelas teh hijau, dia juga di temani oleh Ninger.
"Hi, Ninger...apa kau dalam masalah?" Ling Tian bertanya pada Ninger, karena belakangan ini dia terlihat sedikit murung.
"T-tidak... A-aku hanya khawatir tentang tadi siang. Aku sudah membuatmu terkait dalam masalah ku, seharusnya aku-" Sebelum Ninger selesai bicara, Ling Tian memotong.
"Sudah-sudah, jangan di pikirkan. Lagian siapa yang peduli dengan keluarga Keramat. Mereka hanya kumpulan orang bodoh." Ling Tian.
"T-tapi mereka adalah salah satu dari keluarga terkuat di Glory City, lalu bukankah itu akan menjadi masalah yang besar bagi mu." Ninger.
"Hmmm... Kau harus tau bahkan patriak keluarga Keramat bukan tandingan bagi ku, jadi jangan khawatir. Aku juga akan melindungi mu." Ling Tian.
"B-benarkah!! Lalu apa artinya kau sudah...." Ninger.
"He he... Ya, seperti yang kau pikirkan. Aku sudah mencapai tingkat EmasHitam bintang empat dan juga bisakah kau merahasiakan ini untuk ku." Ling Tian.
Mendengar itu, Ninger hanya terdiam dan mengangguk tanpa sadar.
'benarkah Ling Tian yang bukan dari keluarga manapun mencapai tingkat yg begitu tinggi. Pantas saja tehnik yang dia berikan sangat kuat...mmm' Ninger.
"Ninger, berkian ini pada ayah mu. Ini akan membantunya menjadi lebih kuat, sehingga dia tidak mudah di tekan lagi oleh keluarga keramat. Juga tolong rahasiakan ini..." Ling Tian kemudian mengeluarkan sebuah gulungan kertas dan menyerahkan pada Ninger.
"Untuk sekarang aku hanya bisa memberi mu ini, dan beberapa hari ke depan asosiasi alkimia akan mengeluarkan elixir jenis baru yang lebih kuat. Seharusnya itu bukan jadi masalah untuk keluarga mu." Ling Taian.
Mendengar Ling Tian, Ninger sedikit keberatan dia baru berusaha menolak, namun Ling Tian memaksanya.
Ini juga demi dirinya...
"Ngomong-ngomong apa maksudmu dengan elixir jenis terbaru yg akan di keluarkan oleh asosiasi alkimia.?" Tanya Ninger.
"Ya,, itu adalah elixir fersi baru yang tiga kali lebih bagus. Apa kau tau siapa yang membuatnya?, Itu adalah teman sekelas kita Nie Li." Ling Tian.
"A-apa??? Nie Li???,, Nie Li yang sering berdebat dengan guru Shen Xiu itu.?" Ninger sedikit tak percaya.
"Ya,, jangan tertipu dengan penampilannya, dia itu bukan orang biasa. Dia pandai dalam segala hal, namun dia belum mengungkapkannya." Ling Tian.
"Sulit di percaya.... Lalu bagaimana dengan perdebatanya dengan Shen Xiu itu??!" Ninger.
"Tentu saja Nie Li lebih hebat dari pada Shen Xiu yang hanya mengandalkan keluarganya tanpa tau kebenaran sebenarnya.. itulah mengapa Nie Li mengatakan 'katak dalam sumur' padanya... Semua orang harus tau bahwa di luar sana masih ada banyak hal-hal yang tidak kita ketahui.!" Ling Tian.
"Lalu dari mana Nie Li mengetahui semua itu??!" Ninger.
"Mmm... entah, mungkin warisan keluarganya." Ling Tian.
"Mmm.. lalu bagaimana dengan mu??" Ninger.
Mendengar pertanyaan Ninger, Ling Tian terdiam sebentar sebelum menjawab...
"Mmm... Aku tak terlalu tau banyak hal tentang dunia luar. Aku hanya pernah membaca buku sejarah di perpustakaan." Ling Tian sedikit berbohong untuk menghilangkan kecurigaan.
"Mmm... Bagaimana pun kau juga tak kalah hebat Ling Tian." Ninger.
"Hmmm... Tentu saja, aku lebih hebat... Biar bagaimana pun untuk melindungi mu aku perlu belajar banyak hal..he.." Ling Tian sok polos.
Ninger mendengar itu mulai memerah dan menunduk.
'kikikikiki..' Ling Tian.
....
Dua bulan kemudian....
Di pusat lapangan Institut Anggrek Suci, ada banya siswa dan siswi berkumpul.
Hari ini merupakan hari dimana ujian tahunan akan di mulai.
Mereka berdiri di samping Ling Tian dan Ninger.
Di atas podium ada para guru dan juga kepala sekolah, mereka sedang mengamati murid-murid jenius tahun ini.
....
Tak lama kemudian datang lah sekelopok orang,
Mereka adalah Shen Fei dan Shen Yue beserta bawahannya.
Mereka berdiri di depan Ling Tian Ninger dan kelompok Nie Li.
...
"Kau masih berani dekat-dekat dengan perempuan ku bocah sialan!!" Shen Fei menunjuk ke arah Ling Tian.
"Haaah???..kau ini tak ada henti-hentinya mengganggu kami, apa kau mau di pukul lagi hah?!!" Ling Tian.
"Sialan kau bocahhh!!!" Shen Fei berlari maju hendak memukul Ling Tian namun gerakan Ling Tian jauh lebih cepat.
Bang...
Wajah Shen Fei bonyok akibat pukulan dari Ling Tian.
"Uhh,, beraniiii nya kauu!!! Tunggu saja.!!" Shen Fei semakin marah dan malu di lihat banyak orang.
Ini ketiga kalinya dia terkena pukulan Ling Tian.
"Huuh...kau lemah sekali, pantas saja Ninger tidak suka pada mu. he he..!!" Ling Tian sedikit mengejek Shen Fei.
Tak lama Shen Fei pergi, tak bisa menahan malu.
...
'huh.. dia cukup berani untuk menyinggung keluarga keramat, orang ini sangat misterius. Sepertinya dia bukan orang biasa, namun di kehidupan sebelumnya aku tak pernah melihat orang ini. Apa terjadi suatu perubahan pada garis waktu ini.' pikir Nie Li.
"Hei saudra,, ternyata kau sangat hebat sekali, tak hanya mendapatkan salah satu dewi kau juga berani minyinggung keluarga keramat kau pantas mendapatkan ini." Lu Piao.
"Hahaha..itu masih bukan apa-apa suatu hari akan ku perlihatkan sesuatu yang menarik." Ling Tian.
"Benarkah!!!, Akan ku tunggu" Lu Piao.
....
Tak lama ujian di mulai. Ujian ini di bagi menjadi dua tes, pertam tes kekuatan fisik dan kedua tesk kekuatan jiwa.
Peserta pertama yang melakukan tes adalah Shen Yue deng kekuatan fisik perunggu bintang satu begitu pula dengan kekuatan jiwanya.
Setelahnya ada Lu Piao dengan kekuatan fisik perunggu bintang tiga dan kekuatan jiwa perunggu bintang tiga.
Selanjutnya, Wei Nan peringkat perunggu bintang dua di kedua tes.
Zhang Ming kekuatan fisik perunggu bintang tiga dan kekuatan jiwa perunggu bintang dua.
Du Ze dengan kekuatan fisik perunggu bintang lima dan kekuatan jiwa perak bintang satu.
Zhu Xiang Zhun kekuatan fisik perunggu bintang tiga dan kekuatan jiwa perunggu bintang dua.
Selanjutnya Ye Zi Yun (gue gak tau njir)
"Apa ada lagi yang mau tes? Jika tidak maka akan ku tunjuk." Shen Xiu.
"Tunggu!!" Nie Li berjalan maju ke depan.
"Jika tidak salah dia adalah orang yang membantah guru Shen Xiu dan mengajaknya taruhan.!!" Murid1.
"Ya,, benar...Menurutmu siapa yang akan keluar dari Institut." Murid-murid.
Bla...bla..bla....
Nie Li kemudian mulai melakukan tes kekuatan fisik, di setiap pukulan dia mendapat seratus poin tanpa kelebihan satu angka pun. Begitu pula di kekuatan jiwa nya itu menunjukkan rank perunggu bintang satu.
.....
Tak terasa ujian hampir selesai. Kini hanya menyisakan dua orang, itu adalah Ling Tian dan Ninger.
"Ninger,, ayo kamu duluan." Ling Tian.
Ninger kemudian maju ke depan mesin pengukur.
Bugh...
Angka pada mesin menunjukkan seribu poin, itu artinya kekuatan fisik Ninger berada di perak bintang lima.
Sebenarnya kekuatan fisik Ninger jauh melebihi itu, namun karena angka di mesin nya terbatas jadi itu mentok di angka seribu.
Dan untuk kekuatan jiwanya tak dapat di ukur karena keristal sihir terlalu kecil dan akhirnya hancur.
Yah, setau Ling Tian, Ninger saat ini berada di puncak EmasHitam.
Melihat ini semua orang kaget termasuk para guru..
.....
Terakhir, kini giliran Ling Tian. Dia berjalan santai sambil menyilangkan tangan di depan dadanya.
Dia mengulurkan tangnnya ke depan dan menyentil sedikit samsak mesin pengukur dan....bang....mesin menunjukkaan seribu poin.
Semua yang ada di daerah itu terdiam dengan bola mata hampir keluar, dan mulut terbuka lebar.
Namun Ling Tian hanya mengabaikannya. Dia melanjutkan untuk tes berikutnya, dia mengambil sebongkah keristal dan menyalurkan kekuatan jiwanya.
Keristal menyala terang dan akhirnya hancur berkeping-keping, Ling Tian mengambil lagi dan hancur, begitu pula seterusnya.
Orang-orang yang melihat ini semakin kaget, yah mungkin ada yang keluar bola matanya.
'Kikikiki...mana mungkin itu semua bisa menampung kekuatan ku, asal tahu saja aku sudah jauh melapaui rank Legend..kikikiki.' Ling Tian.
....
'huh orang ini...seberapa kuat dia.' Nie Li...
.....
Bersambung.....