Raincarnation To Tales Of Demons And Gods

Raincarnation To Tales Of Demons And Gods
Suku Sayap Perak



Di dekat bangunan kuno...


Ling Tian saat ini sedang berdiri tepat di depan bangunan yg terlihat tua dan tak berpenghuni.


Dia kemudian berjalan ke depan dia juga menjulurkan tangannya ke depan, dia saat ini sedang mengamati pelindung transparan di depannya.


Mungkin itu bukan pelindung tetapi susunan ruang dunia seperti yg di jelaskan dlm novel aslinya.


...


'System apa ada cara untuk membuka susunan ini?' Ling Tian.


[Ding...Host hanya perlu memahaminya dan temukan inti dari susunan tersebut.]


'Hmm...ini sangat merepotkan..baiklah, System belikan aku semua teknik atau pemahaman tentang prasasti dari yang paling dasar sampai puncaknya.' Ling Tian.


[Ding... Melakukan pembelian.... Pembelian selesai, apakah Host ingin mempelajari tehnik prasasti?]


"Huh, ya..." Ling Tian.


[Ding... Selamat Host telah mempelajari tehnik prasasti dasar sampai puncak.]


"Oke, sekarang kita coba!" Ling Tian.


...


Selang beberapa waktu kemudian...


Ling Tian saat ini telah berhasil membuka susunan ruang dunia. Itu memakan waktu tak terlalu lama baginya.


"Yosh, beres... Ayo Ninger kita pergi, ikuti aku." Ling Tian kemudian menarik tangan Ninger dan memasuki susunan ruang dunia.


...


Setelah mereka masuk, Ling Tian dan Ninger di bawa ke sebuah alam yang gelap seperti malam hari, di sana juga sedang hujan.


"Yah, tak buruk. Jadi kita akan menjelajah di tempat ini Ninger." Ling Tian.


"Di sini sangat gelap bahkan hujan. Aku tak menyangka ada tempat seperti ini di Glory City. Apa ada yang tau keberadaan tempat ini selain kita?" Ninger.


"Ya, mungkin ada empat orang dan kita salah satunya." Ling Tian.


"Hmm.. lalu siapa yg lainnya?" Ninger.


"Kalau tak salah itu adalah pemimpin serikat kegelapan, dan yang satunya seseorang dari Glory City itu sendiri.


"Nanti kau akan tau, jadi ayo kita segera pergi." Ling Tian kemudian tiba tiba menggendong Ninger lalu berubah ke bentuk mode kekosongan.


Bahkan Ninger belum sempat berbicara. Ling Tian kemudian menggunakan gerakan secepat kilat.


Ninger hanya tersipu malu karena hal ini.


Ling Tian sengaja menggunakan mode kekosongan, itu karena dia tak mau berurusan dengan iblis hantu merah tua dan iblis raksasa lidah mesum itu.


...


Saat di perjalanan Ling Tian tak sengaja melewati batu perasasti peninggalan kaisar Kong Ming. Tapi dia mengabaikannya dan pergi, karena dia tak terlalu tertarik dengan warisan kaisar Kong Ming itu.


...


Beberapa saat berlalu, akhirnya Ling Tian dan Ninger sampai di kaki bukit. Disana ada sebuah desa, seperti yang Ling Tian ketahiu itu pastinya adalah desa suku sayap perak.


'Hmm... Apa perlu aku hancurkan? ngomong-ngomong orang yang di selamatkan Nie Li juga di tahan disini. Sepertinya aku perlu menyelamatkannya dan menjadikannya bawahan ku. He he...


Sudah di putuskan aku akan meratakan tempat ini dan membebaskan orang-orang yang tak bersalah....kikikiki..' pikir Ling Tian.


...


Beberapa saat kemudian...


"Ninger, kamu diamlah di sini. Aku perlu menyelamatkan seseorang." Ling Tian.


"Hmm, siapa? Bolehkah aku ikut?" Ninger.


"Nanti kau akan tau dan tetap di sini, ini akan sedikit berbahaya." Ling Tian kemudian berjalan pergi.


Namun sebelum itu dia memanggil Shisui denga jutsu pemanggilan, dia memerintahkannya untuk menjaga Ninger.


...


Ling Tian saat ini menuju ke tempat dimana singgasana raja berada.


Dia menyusup di istana suku sayap perak menggunakan mode kekosongan. Tak ada seorangpun yang mengetahuinya.


...


Beberapa saat kemudian Ling Tian tiba di tempat yg luas dengan pilar-pilar besar. Di salah satu pilar itu terlihat seorang anak muda dengan sepasang sayap hitam yg di rantai dan sedang di cambuk.


Sedangkan di depan Ling Tian ada seorang bersayap perak besar sedang duduk di singgasananya. Dia sedang menikmati pijatan dari pelayan sexynya.


Ya, itu adalah Sikong Yi pemimpin suku Sayap Perak.


...


Ling Tian kemudian tiba-tiba muncul di tengah aula raja tersebut. Itu membuat Sikong Yi sedikit kaget.


"Siapa kamu? Beraninya memasuki istanaku tanpa izin!" Sikong Yi.


"Hmm... Aku kesini untuk orang itu." Ling Tian kemudian menujuk ke arah pemuda yang di ikat dengan rantai.


"Hah, bocah sialan!. Penjaga! bawa orang ini dan eksekusi dia!" Sikong Yi.


Namun sebelum penjaga itu bergerak, mereka tiba-tiba berlutut dan memuntahkan seteguk darah karena tekanan yang di keluarkan Ling Tian pada mereka.


Sikong Yi sangat marah melihat hal ini. Dia kemudian bangun dari tempat duduknya.


Dia mengambil pedang di sisinya, lalu bergerak menuju Ling Tian dengan kecepatan penuh..


Tapi itu sangat di sayangkan, karena lawannya adalah Ling Tian. Sebelum Sikong Yi dapat menyentuhnya, tiba-tiba Sikong Yi merasakan rasa sakit dan pedih di kedua bagian lengannya.


Crooot...


Darah muncrat keluar dari bagian lengannya yang terpotong oleh pedang meteorit milik Ling Tian.


Sikong Yi sangat kaget, dia tak menyangka bahkan tak percaya apa yang sedang dia alami saat ini.


"Ka-kamu, ka-kamu, apa yang kamu lakukan?" Sikong Yi.


"Kikikiki...apa itu enak? ya itu adalah hadiah dari ku. Ini adalah akhir mu, ha ha ha..." Ling Tian kemudian memenggal kepala Sikong Yi.


Setelah itu Ling Tian membuat beberapa klon bayangan dan memerintah kan mereka mengatasi para penjaga di sekitarnya.


Kemudian Ling Tian berjalan menuju pemuda yang di rantai itu.


...


"Hmm...siapa namamu?" Ling Tian sedikit basa basi walau sudah tau.


...


"Aku sudah membunuh Sikong Yi. Lalu apa yg akan kau lakukan sekarang?" Ling Tian.


"Aku tak tau. Karena anda sudah membunuh orang itu, aku tak punya tujuan lagi." Duan Jian.


"Hmm...kalau begitu ikutlah dengan ku. bagaimana, apa kau mau? Itu terserah padamu sih." Ling Tian.


...


"Baiklah aku akan ikut dengan mu." Duan Jian.


"hmm...apa kau benar-benar mau? Apa kau tak takut aku akan membunuhmu atau semacamnya."


"Tidak, aku akan mengikuti mu bahkan menyerahkan nyawaku padamu sebagai tanda terimakasih karena telah membunuh Sikong Yi." Duan Jian.


"Baiklah... Terserah padamu. Tapi kau benar-benar beruntung bertemu dengan ku. Hehe..." Ling Tian sedikit membanggakan diri.


...


Tak lama kemudian datang seorang perempuan dia mungkin seumuran dengan Duan Jian.


Dia adalah Sikong Hongyue anak dari Sikong Yi.


Saat dia sampai di sana, dia benar kaget sedih dan marah karena melihat mayat ayahnya yang tergeletak di lantai dengan kepala dan tangan putus.


...


"K-kau! Beraninya kau!" Sikong Hongyue menatap ke arah Ling Tian dan Duan Jian dengan sangat marah.


Dia kemudian mengambil pedangnya dan menyerang ke arah Ling Tian.


Bang...


Sikong Hongyue di pukul oleh salahsatu klon bayangan Ling Tian. Dia kemudian terjatuh dan memuntahkan beberapa teguk darah.


Sikong Hongyue menatap Ling Tian dengan marah, tapi dia tak punya kekuatan untuk melawan.


"Ka-kamu iblis" Sikong Hongyue kemudian pingsan.


...


"Sikong Hongyue dia adalah anak dari Sikong Yi. hmm... Harus ku apakan orang ini?


Yah, terserah lah aku akan mengurusnya nanti dan sekarang aku perlu membantai para pengikut Sikong Yi." Ling Tian kemudian membuat lebih dari lima ratus klon bayangan lagi dan menyuruh mereka membantai pengikut Sikong Yi dan membebaskan orang yang tak bersalah.


Ling Tian kemudian membebaskan Duan Jian dari rantai dan melepas segel penahanya.


"Terimakasih Tuan, mulai sekarang aku akan mengabdikan hidupku pada anda Tuan. Aku akan setia pada anda dan takkan pernah berhianat." Duan Jian.


"Baiklah ayo kita pergi." Ling Tian kemudian pergi dengan Duan Jian.


....


Ling Tian dan Duan jian akhirnya sampai di tempat Ninger menunggunya.


"Ling Tian apa yg terjadi? Apa kamu baik-baik saja? dia siapa?" Ninger.


"Jangan khawatir aku tidak apa-apa. Juga perkenalkan namanya Duan Jian, mulai sekarang dia akan tinggal dengan kita." Ling Tian.


"Halo, namaku Duan Jian. Senang bertemu dengan anda." Duan Jian.


"Ah, halo namaku Xiao Ninger senang bertemu dengan mu." Ninger.


"Baiklah, kita akan segera pergi dari sini. Tapi sebelum itu aku perlu melakukan sesuatu, ayo!" Ling Tian.


Mereka kemudian pergi menuju ke arah tambang. Disana terkumpul banyak orang seperti pengemis, mereka adalah budak atau tahanan yg di paksa bekerja oleh Sikong Yi.


Ling Tian berniat membebaskan mereka. Dia kemudian menyerahkan harta benda milik Sikong Yi kepada para budak itu dan membaginya.


Ling Tian juga membawa Sikong Hongyue yang di ikat dengan tali. Dia masih berpikir bagaimana mengurus orang yang satu ini.


Sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk membawanya ke Glory City. Disana dia akan menahannya sampai dia bertaubat dan Ling Tian berniat menjadikannya salahsatu bawahannya.


Sebenarnya Ling Tian bisa saja menghapus ingatannya, namun menurut Ling Tian itu tidak perlu karena dia mungkin masih bisa berubah pikiran.


Jika Sikong Hongyue berada di luar kendalinya, maka tak ada pilihan lain selain menghapus dan memanipulasi pikirannya.


...


Setelah Ling Tian menyelesaikan urusannya di sana. Mereka berniat untuk kembali.


Tapi sebelum itu mereka sedikit menghabiskan waktu dengan bepergian ke berbagai desa dan tempat-tempat lainnya.


Setelah itu mereka kembali menuju tempat dimana Ling Tian dan Ninger muncul pertama kali, yaitu susunan teleportasi.


Seperti yang di ketahui Ling Tian susunan itu berbentuk lingkaran dan ada beberapa pilar dengan berbagai prasasti yang berkaitan denga teleportasi ruang waktu.


...


Namun saat mereka berada di perjalanan menuju ke sana, Ling Tian bertemu denga kakek-kakek tua.


Ling Tian kemudian berhenti, lalu di ikuti dengan Ninger dan Duan Jian.


(Btw si Sikong Hongyue saat ini berada dalam gulungan segel milik Ling Tian yg dia beli dari System, Ling Tian memasukannya ke sana karena tak mau repot-repot menggendongnya kesana kemari)


Dia berhenti tepat di samping orang tua itu dengan jarak sekitar lima meter.


'orang ini? Dia mungkin salah satu penerus Kaisar Kong Ming. apa aku perlu membunuhnya, tapi kalau aku melakukannya otomatis aku yang akan menjadi penerus yang menggantikannya. Aku benar-benar tak mau menjadi penerus siapapun. Terserah lah biarkan saja, selain itu aku tak tahu seberapa tinggi kultivasinya.' Batin Ling Tian.


"..."


"Ketiadaan abadi tak memiliki awal. Semua awal pasti akan berakhir. Hehe.." kata orang tua.


Dia kemudian menoleh ke arah Ling Tian dan tiba-tiba berhenti.


Tak lama kemudian dia mengeluarkan tekanan yg di pokuskan hanya pada Ling Tian.


Mengetahui hal ini Ling Tian melawan balik dengan tekanan energinya. Orang tua itu sedikit kaget karena tekanan energinya berhasil di singkirkan oleh Ling Tian dengan mudah. Namun tak lama setelahnya dia kembali bergumam lagi dan tertawa layaknya orang gila.


...


Ling Tian, Ninger dan Duan Jian melanjutkan perjalanan mereka. Sampai tak lama kemudian mereka tiba di tempat susunan teleportasi.


"Bailah kita sampai. Duan Jian kamu bisa menyampaikan kata-kata perpisahan dengan tempat asalmu. Karena kita akan segera pergi dari sini." Ling Tian.


Duan Jian kemudian sedikit menundukkan kepalanya dan menyampaikan beberapa patah kata, itu mungkin berkaitan dengan orang tuanya.


Setelah itu Ling Tian mengaktifkan susunan menggunakan batu batu cahaya yang dia dapat dari System.


Setelah susunan itu aktif, mereka kemudian memasukinya dan mereka pergi dari sana....


...


Bersambung....