Raincarnation To Tales Of Demons And Gods

Raincarnation To Tales Of Demons And Gods
Alam Penjara Hitam



Tiga hari kemudian....


Di kediaman Tuan Kota, tersebar sebuah berita yang dimana anak angkat dari Pemimpin Kota sudah pulang dari pelatihannya.


Anak itu bernama Ye Han dia adalah anak angkat dari Ye Zhong.


...


"Hmmm... Anak angkat itu sudah pulang. Mungkin malam ini akan ada pesta, hehe..." Ling Tian.


Lalu tak lama setelah itu apa yamg di katakan Ling Tian ternyata benar, Ye Zhong menyebarkan berita bahwa nanti malam akan ada jamuan makan malam untuk menyambut kepulangan Ye Han.


...


Malam hari...


"Hmm... Pestanya akan segera di mulai, aku akan segera ke sana dengan Ninger." Ling Tian kemudian pergi menuju kediaman Ninger.


"Ninger, apa kau di dalam!" Ling Tian.


"Ya, tunggu sebentar." Ninger.


Tak lama kemudian Ninger keluar dari kamarnya.


"Ayo, kita akan pergi!" Ling Tian.


"Hmmm..kemana?" Ninger.


"Ahh, apa kamu tak tau? malam ini akan ada pesta untuk menyambut kepulangan anak angkat Tuan Kota." Ling Tian.


"Oh, apa maksudmu Ye Han." Ninger.


"Ya, lalu apa kamu mau ikut?" Ling Tian.


"Tentu..ayo" Ninger.


Mereka kemudian berjalan menuju aula kediaman Tuan Kota.


Saat di perjalanan mereka berdua tak sengaja bertemu dengan Nie Li dan Ye Zi Yun.


"Ah! Itu saudara Ling Tian dan Xiao Ninger, apa kalian juga ingin pergi ke pesta itu?" Nie Li.


"Hehe... Tentu, kami akan pergi ke sana. Pastinya kalian juga kan, kalau begitu ayo pergi bersama." Ling Tian.


"Haha...Tentu, ayo." Nie Li.


Mereka kemudian pergi menuju aula tempat pesta di adakan.


....


Mereka berempat tiba di depan pintu masuk aula. Ling Tian kemudian melangkah lebih dulu masuk kemudian di ikuti dengan Nie Li, Ninger dan Ye Zi Yun mengukuti di belakang mereka berdua.


Saat mereka masuk, di dalam aula ada banyak orang, termasuk dari tiga keluarga terkuat.


Dengan kedatangan Ling Tian, Nie Li, Ninger, dan Ye Zi Yun membuat semua orang menoleh ke arah mereka.


...


Tak lama setelah kedatangan mereka, tiba-tiba seorang perempuan denga rambut merah mudan dan memiliki dua buah melon besar datang menghampiri Nie Li.


Ling Tian kemudian mengingat tentang kejadian ini di manga dan novel.


Dia sedikit ingin tertawa tetapi di tahan.


'untung saja aku tak ikut waktu menjelajahi reruntuhan kota anggrek kuno itu. Jika aku bena-benar ikut mungkin aku sudah berada di posisi Nie Li. Kikiki...' pikir Ling Tian.


Nie Li saat ini sedikit tertekan dengan ke hadiran orang di depannya ini. Itu adalah Huyan Lanruo putri dari kepala keluarga Huyan.


"Nie Li, kita sudah tak bertemu selama beberapa waktu~" Huyan Lanruo.


'ugh, orang ini....' Nie Li.


Lalu tak lama setelah itu datanglah tiga orang pemuda yang menghampiri mereka, itu adalah Ye Han, Chen Ling Jian, dan Shen Fei.


"Adikku Zi Yun kita sudah tak bertemu nyaris dua tahun lamanya." Ye Han.


Nie Li agak kesal mendengar perkataan Ye Han. 'siapa kau berani memanggilnya adikmu!?' pikir Nie Li.


"Hmm, kak Ye Han, selamat karena telah mencapai tingkat Emas bintang tiga." Ye Zi Yun.


"Terimakasih adikku Zi Yun." Ye Han.


Ling Tian hanya menghela nafas melihat mereka berbicara, apalagi Nie Li dengan tingkahnya yang agak belak-belakan membuat Ling Tian sedikit tertawa.


Lalu tak lama setelah itu...


"Ling Tian? Kau juga datang kemari? Memangnya Tuan Kota mengundang mu? kau hanya rakyat biasa. Lihat penampilanmu kau tak banyak berbeda dengan rakyat jelata." Shen Fei.


Ling Tian hanya diam. Dia memandang Shen Fei dengan bosan, lalu tiba dia menguap.


Semua orang yg melihat tingkah Ling Tian sedikit kaget, karena dia berani mengabaikan salah satu anggota kluarga Keramat.


"Sialan kau bocah! Kau memang tak tahu malu!" Shen Fei sangat marah karena diabaikan.


"Haah?... Bukankah kamu yang tak tahu malu, atau kau belum puas di pukul oleh rakyat biasa seperti ku." Kata Ling Tian yang acuh tak acuh.


Shen Fei semakin marah mendengar ini sampai-sampai mukanya memerah.


"Kau juga Ninger beraninya kau datang ke sini!" Shen Fei tiba-tiba mengalihkan topik.


"Haaah?...kau memang tak tahu malu, tiba-tiba menyalahkan orang lain karena kemarahanmu sendiri. Ngomong-ngomong jangan sentuh Ninger atau kau akan berakhir seperti iblis ngarai raksasa itu!" Kata Ling Tian dengan nada dingin.


Semua orang sedikit terkejut dan takut atas perkataannya. Ling Tian juga sedikit mengeluarkan bocoran energinya.


Shen Fei hanya diam tak berani bergerak. Ekspresinya tak henti-henti mengerut.


"Berhenti! Jangan lupa. Ini adalah aula pesta utama kediaman Tuan Kota. Tak ada toleransi untuk sikap kasar seperti itu." Ye Han.


Ye Han kemudian memanggil penjaga namun itu di hentikan oleh Pemimpin Kota.


"Heh, hanya seorang anak angkat ingin mengusirku. Itu hanya MIMPI! bagi mu. Jangan merasa sok hebat di depan ku. Kau memang di panggil jenius, tapi itu dulu dan sekarang kau termasuk golongan orang biasa. Bahkan kau bukan tandinganku kau tau." Kata Ling Tian dengan nada yang menekan.


'huh...dia, dia cukup berani! Siapa anak ini? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya.' Ye Han.


Setelah itu Ling Tian pergi membawa Ninger ke tempat duduk paling pojok.


Tak lama kemudian Nie Li dan Ye Zi Yun juga datang ke sana.


Ye Zhong kemudian kemudian mengajak para kepala keluarga untuk bebicara secara peribadi kecuali Shen Hong dia sudah pulang duluan.


Pesta berlanjut dengan meriah itu berakhir saat hari sudah larut malam.


Ling Tian dan Ninger kembali ke tempatnya masing2 begitu pula dengan Nie Li dan Ye Zi Yun.


...


Pagi hari...


Hari ini Nie Li datang ke tempat Ling Tian dia juga mengajak Ye Zi Yun.


"Yo, Ling Tian." Nie Li.


"Hmm... Sedang apa kau di sini?" Ling Tian.


"Maaf menggangumu, aku kesini hanya untuk berkunjung. Ngomong-ngomong aku juga tinggal di kediaman Tuan Kota." Nie Li.


"Oh, jadi begitu. Silahkan duduk" ajak Ling Tian sambil menyajikan beeberapa gelaa teh.


Mereka kemudian mengobrol tentang kejadian semalam, kadang-kadang mereka juga tertawa terbahak-bahak...


"Aku dan Zi Yun akan pergi ke institut, apa kau mau ikut?" Nie Li.


"Ah. tidak, aku tidak tertarik untuk kesana sekarang. Lagi pula institut tidak dapat membantuku berlatih. He he..." Ling Tian.


"Oh, baiklah. Sampai jumpa." Nie Li.


Mereka pun pergi meninggalkan Ling Tian dan Ninger.


...


"Hei Ninger. aku akan pergi menjelajah lagi, apa kau mau ikut?" Ling Tian.


"Benarkah! Baik aku ikut!.... Jadi kemana kamu akan pergi." Ninger sangat bersemangat.


"Ahaha...baiklah, kita akan pergi ke bangunan kuno dekat kediaman Tuan Kota." Ling Tian.


"Heeh!... Ku kira kita akan keluar Kota." Ninger sedikit cemberut.


"Hehe... Tenang saja, kamu akan tau nanti saat kita di sana... Jadi ayo bersiap kita akan berangkat setengah jam lagi." Ling Tian.


"Baiklah. Hehee" Ninger.


...


Setelah mengemas barang yang mereka butuhkan, Ling Tian dan Ninger segera pergi ke sebelah kediaman Tuan Kota.


Setelah mereka sampai, Ling Tian melihat di depannya, di sana ada bangunan kuno, itu mungkin berasal dari era kegelapan.


Seperti yang Ling Tian ketahui dari dalam manga dan novel, bangunan itu merupakan peninggalan dari seorang ahli zaman kuno.


Juga dari tempat itulah Nie Li bisa sampai ke alam penjara hitam....


...


Bersambung...