
racell berdiri menunggu raka di parkiran
"ayo. " raka datang langsung naik menyalakan motornya
"ayo naik!! " tegas raka
"iya iya." jawap racell kepada raka
selama di perjalanan raka terdiam tidak seperti biasanya kalau bertemu dengan racell
"aduh hujan,berteduh dulu ya. " tiba tiba hujan raka membelokkan motornya ke halte untuk berteduh
meskipun mereka duduk berdua raka masih saja diam membuat racell heran dan merasa aneh
"kamu ada masalah." tanya racell kepada raka
"enggak ."
"kok kayak aneh gitu. "
"nggak ada apa apa. "
"yaudah."
satu jam menunggu hujan reda mereka seperti canggung tidak ngobrol seperti biasanya
"udah reda ayok pulang." ajak raka
"......"
racell hanya diam berdiri naik kemotor
"kenapa sih lo aneh banget dari tadi diem mulu." tanya racell kepada raka
"nggak papa aku kan udah bilang nggak papa"
"yaudah aku takut kalo ada salah aja. "
".........." raka tersenyum mendengar perkataan racell barusan
"maksih ya.. " racell turun dari motor raka
"sama sama"
"mau mampir. "
"nggak usah lain kali aja aku buru buru. "
"yasudah. "
".........."
raka pergi dengan motor nya .
melihat sikap raka dari tadi yang tidak seperti biasanya racell bingung dan merasa aneh kenapa raka bersikap tidak seperti biasanya padahal tadi pagi masih tidak ada apa apa
"kenapa sih tu orang aneh banget,tadi pagi masih biasa. ah bodok lah. "
"racell tadi itu raka. "
"iya mah"
"nggak diajak masuk."
"buru buru katanya. " racell berjalan masuk kamarnya melempar tasnya ke sofa dikamar nya lalu ia melempar badan nya berbaring di kasur sembari memikirkan raka
"apa gue ada salah sama tu orang ya, kok jadi aneh sih dia, i ihhh kenapa sih gue mikirin juga harusnya kan gue seneng dia jadi nggak gangguin gue." racell menutup wajah nya dengan kedua tangan
tiba tiba racell mendengar nada notif pesan dari ponsel nya
π₯Raka
π₯****Racell****
π¬".ya gue sih seneng aja,tapi lo mendadak aneh tauk. "β
π₯Raka
π¬"Biasa aja. "β
π₯**Racell**
π¬"y"β
"kenapa sih niorang aneh banget. " racell membanting ponsel nya ke kasur
"maunya apa sih ni orang sok ngedeketin gue terus gitu aja. emmmm gue tau dia cuma mau manfaatin gue setelah digosipin di sekolah,jadi omongan terus gitu aja bagusss yah. "
racell jadi semakin yakin kalau raka hanya memanfaatkan racell
"emang semua orang yang deketin gue sama aja nggak ada beda nya sampah. " racell marah marah sendiri dikamar nya
tok.... tok.... tok... suara ketukan pintu kamar racell
"siapa "
"saya non bibik."
"bentar bik ada apa. "
racell membuka pintu kamar nya
"ada temen nya non di depan"
"temen temen siapa bik,"
"namanya gladis non. "
"oh gladis.. sendiri"
"sama temen nya tapi bibik nggak nanya nama nya. "
"yaudah bik, bibik lanjut kerja aja. "
racell keluar menemui gladis yang tiba tiba datang kerumah racell
"ngapain kesini. " racell bertanya kepada gladis
"gue cuma mau bilang raka bakalan jadi milik gue." dengan tegas racell mengatakan hal itu pada racell
"cuma gitu. he ngak penting" racell menjawap sinis perkataan gladis pada racell
"jangan deketin raka lagi. "
"bodo amat." racell menutup pintu begitu saja meninggalkan gladis.
racell semakin kesal dengan gladis dan raka
"gladis raka emang pas sama sama penjilat gue benci..!! "
"racell kenapa triak triak. " saut mama racell
"nggak ma kaget. "
"jangan triak triak. "
"iya.. "
racell kembali ke kamarnya dengan perasaan kesal