Perfections Of Love

Perfections Of Love
Episode 11



saat racell sedang merenung tiba tiba ada yang menutup matanya dari belakang


"raka aku kan udah bilang." tiba tiba orang itu melepaskan tanganya


"raka siapa raka. "


"davit..!! ngapain sih lo kesini."


"disuruh jemput."


"ah males banget dijemput sama lo"


"lo nggak kangen sama gue. " davit tiba tiba merangkul racell


ternyata dari kejauhan gladis dan syanas melihat racell. kesempatan bagi gladis untuk menjauhkan raka dari racell


" ****** lo cewek gatel,yok pergi nas" gladis memotret racell yang dipeluk oleh davit.


"lepasin. ini itu di sekolah ya jangan malu maluin gue. "


"kita kan adek kakak sah sah aja kan. "


"ehh pe'ak.. emang nya ada yang tau kalo lo adek gue. lagi pula males banget punya adek kayak lo. "


"lo itu harus bangga punya adek ganteng populer mempesona keren gila, kayak gue gini. lagian lo jadi orang sombong amat jadi gak punya temen kan. "


"iya lo itu emang GILA!!. gue masih ada 2 jam pelajaran tugu disini aja"


"gue mau jalan jalan sapa tau dapet gebetan. "


"serah lo.. "


racell pergi meninggalkan davit


davit adalah adik racell umur mereka hanya terpaut satu tahun, davit memiliki sifat yang jauh berbeda dengan racell yang cenderung menutup diri davit tipe orang yang asik dan humoris.


tidak ada yang pernah tau kalau racell memiliki sodara laki laki racell dan davit tidak pernah terlihat bersama karna davit tinggal bersama nenek nya dan racell tinggal bersama ibunya


"raka jadi siapa raka..., penasaran gue. "


jam pulang sekolah gladis menunggu raka di depan kelas nya


"rakaaaa stop stop. " gladis menghadang dan menarik tangan raka


"gue punnya bukti kalo racell tu cewek gak bener, lo pasti kaget gue aja kaget."


"lo gak usah bo'ong sama gue. gak usah fitnah fitnah orang gak baik. "


"siapa yang fitnah nih liat sendiri buktinya. " gladis mengeluarkan ponsel nya dan menunjukkan foto itu kepada raka


"kamu percaya kan. " raka terkaget melihat foto yang ditunjukkan gladis pada nya


"nggak mungkin. " raka merasa tidak percaya


"nggak mungki giman. "


raka pergi meninggalkan gladis dengan wajah kesal


"raka....!! udah lah yang penting rencana gue berhasil hahaha rasain lo cell. " gladis terlihat sangat senang


"pantes san si racell ngusir gue tadi. karna cowok itu mau dateng. " raka merasa racell menghindari raka karna ada laki laki lain yang ia sukai


"racell. " raka melihat racell naik mobil dengan dava raka merasa cemburu karna raka tidak tahu kalau davit adalah adil racell


"kayak nya gue udah nggak ada kesempatan deketin racell. racell kayaknya nyaman sama cowok itu. dia juga kelihatan kaya ganteng keren beda banget sama gue pantes racell milih tu cowong. " raka jadi tidak percaya diri untuk mendekati racell lagi


"raka gue bareng ya. " tiba tiba gladis datang


"lagi buru buru. "


"makan dulu yuk gue traktir deh. "


"kapan kapan aja gue buru buru sumpah sekarang gue gak bisa. gue juga lagi nggak mut."


"iya gue tagih loh yah. "


"iya iya. "


raka pergi meninggalkan gladis


"ih nyebelin, tunggu aja bentar lagi lo bakalan jadi milik gue sepenuh nya."


gladis merasa menang satu langkah dari racell meskipun raka masih belum luluh dengan nya tapi gladis yakin bahwa raka akan segera menjadi milik nya