
suasana rumah racell jadi terasa hidup setelah davit pulang.
tapi hal ini menjadi kutukan bagi racell
"pagi pagi siapa yang masang musik keras banget sih,ini pasti kerjaan anak gila itu. "
racell terbangun melempar bantal ke arah pintu.
"tunggu ya.. " racell beranjak dari tempat tidur nya memungut bantal yang ia lempar, berjalan seperti tirek yang kelaparan menuju kamar adik nya
*BRAKKKKKKKKK*
racell menendang keras pintu kamar davit yang tidak dikunci , davit diam terkaget menghentikan tarian gilanya, racell mendekati davit
"ngape lu...!! mlotat mlotot kesurupan. "
"rasain nih rasain." racell memukuli davit dengan bantal yang ia bawa dari kamar nya
"woi woi apa an sih lo. "
racell tidak menggubris davit ia terus memukulinya dengan bantal.
davit berusaha lari ke ruang tamu tapi racell terus mengejar nya
"mahhh monsterr." davit terus menghindar dan menertawakan racell
"nyari penyakit lo ya. "
davit lari menuju ibunya mengumpat di belakang ibunya
"apa sih kalian kayak anak kecil aja, bikin mama pusing. "
"dia duluan ma tiba tiba kayak singa ngamuk ngamuk,ke kamar ku mah. " pembela an davit
"salah siapa nyari penyakit pagi pagi musikan keras banget, Ga Ada Ahlak emang."
"udah udah kalian tu berantemm...!! muluk kerja anya. gak pernah akur."
mama pergi meninggalkan mereka berdua
mereka berdua saling melotot berjalan ke kamar mereka masing masing
"apa lo. "
"apa lo apa ha. "
*brakkkkkkkkk
mereka menutup pintu dengan keras
"hari libur bukanya bisa tenang malah ada perusuh itu. " racell merasa sangat kesal dengan pulang nya dava kerumah
tok tok tok tok suara pintu diketuk
"siapa sih orang yang bertamu pagi pagi Ga Ada Ahlak banget. "
davit keluar kamar untuk membuka pintu
raka kaget yang membukakan pintu laki laki yang ia lihat menjemput racell di sekolah
"saya raka temanya racell. maaf mas nya siapa ya..?."
[oalah ini nih si raka lumayan juga seleranya racell. emmm gue kerjain ahhh] batin davit
"gue temen deket racell, kenapa" davit berusaha mengerjai raka
"oh yaudah saya pulang aja,maaf mengganggu."
"hem ckck segitu doang nggak berguna. " davit heran melihat raka yang pergi begitu saja
"siapa sih. " racell melihat raka yang sudah pergi mengendarai motornya
"raka... lo berulah ya!." racell melotot pada davit
"apa an sih lo, cari cowok gak berguna gitu. "
"maksut lo, lo ngomong apa *****. "
racell menendang pantat davit yang ingin pergi mengacuhkan nya
"nggak sopan ya sama pangeran, gue cuma ngomong kalo gue temen deket lo doang. "
emosi racell semakin meluap mendengar penjelasan davit yang santai seperti tidak melakukan kesalahan
"EH BEGOL LO MAU NGERUSAK REPUTASI GUE. " racell memukuli davit sambil mengomeli nya
"lebai banget sih lo,tinggal jelasin kalo gue adik lo selesai kan ribet amat jadi orang. "
"ah bodok gue gak mau tau ya lo yang harus perbaiki ini semua AWAS LO YA. " ancam racell
"ah bodo amat. " davit santai meninggalkan racell
"woiiiiiiii gue belum selesai. "
"ngomong noh ama tembok. "
"davit ."
racell jadi gelisah memikirkan apa yang raka fikir kan tentang nya sekarang racell merasa kesall sepanjang hari hanya menggerutu dan memarahi davit sampai sampai davit jadi malas mendengar ocehan racell
"lo itu suka ya sama tu orang. " davit menghampiri racell ke kamar nya. langsung ber baring di tempat tidur.
"enggak gue cuma gak mau ada yang salh faham. "
"yaelah ngeles aja lu kayak bajay. "
"terserah lo mau mikir apa. "
"kalo lo suka gue bakal bantu jelasin. "
"mau lo nyangka gue suka gue gak suka itu emang tugas lo. "
melihat sikap racell davit yakin racell sepertinya menyukai raka