Perfections Of Love

Perfections Of Love
Episode 15 (Please convince me)



"permisi... " raka menarik kursi didepan davit, lalu ia duduk dengan wajah menahan marah


"hay bro.. " davit mengulurkan tanganya kepada raka namun raka tidak menanggapi jabatan tangan kepada davit


"nggak usah basa basi maksut lo apa ngajak ketemu, gue gak ada urusan sama hubungan lo sama racell.. "


"jadi cowok kok baperan. " davit malah menggoda raka dengan becandaan nya.


tiba tiba raka berdiri menaruh kedua tangan nya dimeja dengan tatapan kesal mengagetkan davit


"sorry gue sibuk nggak ada waktu buat hal nggak penting begini. "


raka berjalan meninggalkan davit melihat raka pergi sebelum davit menjelaskan apa apa davit sepontan berdiri bertriak kepada raka


"RACELL KAKAK KANDUNG GUE. "


mendengar perkataan davit raka mendadak berhenti tiba tiba suara itu suara davit [racell kakak kandung gue] terngiang ngiang di kepala raka. raka pun memutar badanya kembali berjalan mendekati davit


"hemmmm pft kenapa balik. " davit menahan tawa melihat sikap raka


"maap lo tadi bilang racell apa?"


"dia kakak kandung gue. "


sontak raka kembali duduk tersenyum senyum merasa lega ternyata davit bukan kekasih racell


"lo beneran suka ya sama racell...? gitu amat."


"......." raka tidak menjawab ia hanya tersenyum membuat davit tidak habis vikir bisa bisanya wajah yang terlihat cool bisa seperti ini karna cinta


"okk tugas gue selesai gue pergi dulu ya. "


"ok ok"


davit berjalan keluar meninggalkan raka di kafe yang sedang kasmaran "dasar anak alay bucin hahahah. " davit masih merasa aneh meliah tingkah raka


"sepertinya dia bener bener suka sama si macan racell udah gesrek tu orang. "


raka yang merasa bahagia mendengar fakta hubungan racell dan davit adalah sodara membuat raka kembali bangkit semangat untuk mendekati racell.


👥*Raka


💬**hay apa kabar*✅


👥*Racell


💬**apaan sih*✅


👥***Raka


👥***Racell


💬**iuhh jijik tauk*✅


👥***Raka


💬**tapi seneng kan*✅


racell kaget tiba tiba mendapat pesan dari raka racell sontak berteriak gembira melompat lompat di kasur


"ehhhh apa an sih gue. "


tiba tiba racell sadar dengan apa yang ia lakukan berlebihan


"tapi bodo amat lah gue seneng banget gila. "


TOK TOK TOK suara pintu kamar racell diketuk racell berhenti terdiam


"gue davit , jangan terlalu berlebihan PASANGAN ALAY. "


"apa an sih lo nggak ngerti, pergi sana."


"hahahahah alay. " davit tertawa melihat raka yang baginya setengah gila dan racell yang benar benar gila itu membuat davit merasa sangat geli sekali


"jangan seperti itu. "


clakkk racell membuka pintu kamar nya untuk menemui davit. davit tersenyum menatap racell


"apa lo" racell melihat ekspresi davit yang meledek nya membuatnya malu dan kesal


"bilang apa nih sama aku?! makasih ya adik ku yang tampan gitu dong. "


racell merasa malu dan mendorong davit ke kamarnya


"heyyy bilang dong malah dorong dorong. "


"diemmmmm. "


racell memasukkan paksa davit kekamar nya kemudian langsung menutup nya


"udah tidur sana, jangan kemana mana adikku yang tampan."


"baik lah kakaku." davit menjawap dari balik pintu


racell kembali kekamarnya dengan perasaan berbunga bunga


dia berbaring dikamar nya memikirkan raka yang ahir ahir ini menjauhinya seperti memusuhinya tapi dia tiba tiba menghubungi nya saat racell sedang berfikir apa sebenarnya kesalahan nya tapi hal itu sudah racell lupakan setelah raka kembali menghubungi nya dan berusaha mendekati nya lagi