Perfections Of Love

Perfections Of Love
Episode 3



waktu menunjukkan tepat pukul 15.00


setiap pulang sekolah, racell selalu menunggu pak tono supir pribadi racell di depan gerbang sekolah, tapi hari ini ada sesuatu hal yang membuat pak tono tidak bisa menjemput racell.


"dimana sih pak tono lama amat. " racell mondar mandir sesekali melihat jam tangan nya


"ya ampun kenapa nggak aku telfon. " racell mengeluarkan ponsel dari totebek hitam yang ia bawa, segera menelfon pak tono


📞 ".hallo pak tono, ini racell bapak dimana ya kok blum datang."


📞"maaf non ban mobil nya bocor jadi saya ini lagi di bengkel non, masih antri banyak. "


📞"yaudah nanti aku cari taksi ojek atau angkutan aja pak. "


📞"iya non maaf ya non."


📞"iya pak santai aja heheh udah y pak aku matiin telfon nya. "


📞".iya non. "


sudah satu jam racell menunggu tetapi nggak ada satupun angkutan dan taksi yang lewat


racell jadi kebingungan, bagai mana cara ia pulang apalagi batrai ponsel nya juga sudah habis untuk menghubungi orang


"apa aku jalan kaki aja?? udah gila aku ya rumah kan jauah mana jam segini sepi amat, mau ke jalan raya juga jauh,gimana dong. "


racell semaki kebingungan tiba tiba laki laki berhodi hitam dengan motor metic dan helm bogo berhenti di depan nya.


".racell ya ngapain disini,ooh tau kerja sampingan jadi satpam di sekolah ya." laki laki itu membuka kaca helm nya ternyata dia raka yang tidak sengaja melihat racell sedang terlihat kebingungan mondar mandir di pinggir jalan


".gak lucu tau nggak. "


".nunggu siapa. "


".nggak ada urusanya sama kamu. "


"aku anter deh mau kemana."


".ohhh gue tau lo sengaja ngikutin gue ya. "


".ihhhh pede amat, rumah gue deket sini gue itu mau ke mini market ."


raka sengaja memberikan kesan berbeda untuk mendekati racell


".bodo amat."


"kalo lo mau gue anter pulang, gue tunggu 10 detik mikir kalo nggak mau gue tinggal.satu, dua ,tiga ,empat, lima ,enam, tuju, delapan, sembilan ,sepuluh ok bay."


racell hanya diam berfikir kalo dia menolak tawaran raka dia tidak tau harus pulang bagai mana tiba tiba


"berhenti. "


tiba tiba racel menghentikan raka yang ingin me nyalakan motornya


"sok gengsi....... "


"diem!!. " racell memotong omongan raka lalu naik kemotornya


"kenapa diem jalan." racell menepung bahu raka


"katanya tadi suruh diem,pakek nepuk bahu lo pikit gue tukang ojek . "


"emang iya lo kan tukang ojek gue."


"cepet ngomong mulu."


"sekarang tukang ojek besok atau nanti? . "


".tukang kebun lo dirumah gue. "


lalu raka menyalakan motornya


".bodo amat. "


selama perjalanan raka dan racell tidak henti berdebat itu salahsatu strategi raka untuk mendekati racell secara perlahan membuat dia nyaman berbicara dengan nya


"belok kanan apa kiri"


"kiri turun di depan pager aja.lololo kok masuk"


"nanggung pagernya juga nggak di tutup"


raka tidak menghentikan motornya di depan pagar ia malah masuk kedalam memang raka sengaja agar bertemu kluarga racel


"udah dibilangin turun didepan kenapa masih juga masuk."


"racell siapa ini temen kamu, tumben bawa temen kerumah." mama racell melihat raka dan racell lalu menghampiri mereka


"iya tante saya Raka temen racell. " raka mencium tangan mama racell


"ayok masuk makan dulu. "


"nggak usah ma dia lagi buru buru."


"sebenarnya sih lagi nggak buru buru. " jawap raka


"yaudah ayo masuk. " mama racell berjalan masuk kerumah


raka menjulurkan lidahnya ke racell, meledek racell yang gagal menghentikan ajakan mama racell kepada raka


"racell gak perna bawa temenya kerumah lo, tante kira nggak punya temen . " mama racell memberi tahu raka


"apa an sih ma. "


"orang judes galak gitu." jawap raka


"ohya pantes nggak punya temen" saut mama racell


"kalian itu sama aja nyebelin. " racell pergi masuk ke kamarnya


"yaudah tante raka pulang duulu ya"


"kok pulang."


"iya tante udah sore. "


"nggak makan dulu"


"lain kali aja tante"


"yaudah tante panggilin racell dulu ya"


"nggak usah tante" raka pamit pulang mencium tangan mama racell.


tiba tiba racel keluar kamar


"kemana tadi ma tu orang" racel bertanya kepada mama nya


"siapa? raka! udah pulang"


"oh.. " racell menarik kursi duduk kemudian mengambil buah apel


"jangan jangan kamu sama raka. " mama racell sedikit curiga


"apa an sih ma aku itu baru kenal sama dia, bahkan belum kenal cuma tadi pak tono nggak jemput jadi dia ngasih tumpangan"


"dasar anak ini nggak peka hemm" mama pergi meninggalkan racell dimeja makan


"apaan sih simamah aneh. tuh orang juga ngeselin awas gue bales nanti. " racell menggerutu sendiri