Perfections Of Love

Perfections Of Love
Episode 13



pagi yang menegangkan bagi racell ia harus berangkat sekolah dengan perasaan aneh


"anterin nggak.. "


tanya davit melihat kakak nya akan berangkat sekolah duduk di sofa sembari memainkan ponsel nya


"nggak perlu."


"bantuin nggak. "


"malah nambah rumit lo mah. "


"yaudah pergi sono. "


"........"


sampai di sekolah racell bertemu raka di parkiran


"yaampun. " racell memegang dahinya


lalu dengan perasaan aneh itu dia berjalan melewati raka


"cell tunggu. " panggil raka


racell langsung berhenti, raka berjalan mendekati racell


"selamat ya. " raka mengulurkan tangan nya kepada racell


"untuk apa. " racell bingung dengan sikap raka


"untuk semua nya. " raka menggenggam tangannya yang tidak menerima balasan salam dari tangan racell, lalu meninggal kan nya.


"ihhh tukann ngeselin emang. " racell menendang tongsampah didepan nya


"awwww keras amat sih ."


racell merasa gelisah dari tadi memikirkan sikap raka


"kenapa sih gue harusnya kan seneng kan. racell bangun kenapa sihhh kek gini nggak konsisten amat sama pendirian gue kemarin kemaein. " racell menggerutu pada dirinya sendiri


racell merasa kehilangan sesuatu hari ini raka selalu menghindari racell setiap raka melihat racell ia langsung pergi, bahkan raka mengacuhkan racell, sampai teman temannya juga heran dengan sikap raka yang tiba tiba dingin terhadap racell


bahkan raka terlihat sedikit membuka hatinya pada gladis karna ia berusaha untuk menghilangkan racell dari fikiran nya.


tak sengaja raka dan racell bertemu di depan kamar mandi racell berharap raka akan menyapa nya dengan hangat seperti biasanya ia hanya tersenyum pada racell mengacuhkan nya


"ka kamu marah ya sama aku. " racell memegang tangan raka


"marah.. apa hak aku marah sam kamu. "


"tapi kamu aneh hari ini. "


"aneh perasaan kamu aja kalik. "


"........."


"sory gue gak ada waktu. "


raka melepaskan tangan racell lalu meninggal kan nya


"kok gue jadi sakit ya sama sikap raka yang kayak gini. "


racell heran dengan perasaan nya sendiri yang harusnya ia bahagia tidak diganggu raka tapi ia malah merasa ada bagian yang hilang dari hari harinya .


👥davit


💬aku jemput aku tunggu di depan✅


👥racell


💬ia otw bentar✅


👥davit


💬*cepet ✅


👥racell*


💬iya iya lagi jalan✅


"lama amat sih. "


"banyak omong gas. "


racell terlihat lesu malas untuk menanggapi candaan davit


"kenapa kakak ku yang cantik banyak masalah ya hari ini. "


"MASALAH NYA ITU DATENG DARI LO..!!!. "


"wadaw ngegas amat bukk. "


"gue nggak lagi mau bercanda ya."


"iya nyonya. "


dari kejauhan ternyata raka melihat racell yang dijemput oleh davit, karna raka tidak tau davit adalah adik kandung racell raka menjadi semakin cemburu


"..........." raka terlihat sangat cemburu mengepal kan kedua tangan nya


"raka, Merek itu romantis bangat ya. " gladis berusaha mengompori raka membuat suasana semakin kaceu


"nggak usah jadi kompor deh lu. " jawap danu yang berada di samping raka


"udah lah gue lagi gak mut mau pulang. "


"gara gara lo kita gak jadi nongkrong. "


fahri menunjuk gladia menyalahkan nya


"gue kok jadi gue."


"iya elu kompor mleduk. " timpal danu


"bayy. " fahri merangkul danu pergi meninggal kan gladis


"awas ya kalian. "


"BODO AMAT." jawap fahri dan danu kompak


"awas ya kalian gue bakal bales kalian, kalo sampek gue nanti dapetin raka gue bakal jauhin raka dari kalian. "


gladis menggerutu.