
"Akira ayo bangun, hari ini kak Tian mau ngajakin kamu jalan-jalan lagi tuh" seru Sandra.
"eunghhhh, iya mom" jawab Akira, tidak ada yang memeberitahukan Akira, yang sebenarnya, bahkan Akira hanya mengetahui jika dirinya sedang libur semester, karna dokter sudah sempat berpesan agara biar Akira yang mengetahui dengan sendirinya, karna jika Akira dipaksakan untuk berfikir dirinya akan terus seperti ini, dan ingatannya tidak akan kembali pulih.
kini Akira sudah selesai bersiap-siap, begitu pula dengan Bastian yang sudah menunggu dibawah.
"hallo kak" sapa Akira dari atas tangga.
"hai Ra" sapa Tian balik.
"kita mau kemana kak hari ini?" tanya Akira, kepada Bastian ketika dirinya sudah sampai di ruang tamu.
"mau ke kuburannn" satu Chris yang datang entah dari mana, Chris sangat senang jika dapat menjahili adik satu-satunya tersebut.
"ABANGGGGG, jangan iseng napa si" omel Akira.
"yeeee, emang gue peduliii" lagi-lagi Chris meledek Akira.
"ah abanggggg" rengek Kira.
"udah-udah ni Bas bawa ni bocah satu, kalo bisa ngga usah dibalikin, lu tinggalin aja di adi empang" seru Chris.
"bang gaplok mau?" tanya Akira menatap tajam Chris, sedangkan yang ditatap hanya menampilkan wajah tanpa bersalahnya.
"udah yuk Ra kita pergi" ajak Bastian menarik Akira keluar rumah.
"jadi kita mau kemana kak?" tanya Akira.
"mau ke sekolahan kakak, kamu mau ngga?" tanya Tian.
"emmmm mau kak, aku penasaran sama sekolah kak Tian" ujar Akira dengan begitu semangat.
di mobil mereka kembali bernyanyi bersama, selama bernyanyi Akira merasa jika perasaan yang awalnya kosong menjadi terpenuhi, seperti ada hal yang sangat berarti dibalik momen tersebut.
*****
"wahhhh sekolah kakak gede juga yah" seru Akira, dengan perasaan yang sangat penasaran terhadap bagaimana isi sekolah tersebut, sedangkan Bastian hanya menatap nanar pada Akira.
"adawww sakit kak" ringis Kira.
"hahaha, sini aku bantu berdiri" seru Bastian mengulurkan tangannya, seketika tatapan mereka bertemu.
DEG
bersamaan dengan detak jantung, memori-memori lama yang telah hilang perlahan kembali, Akira masih setia dengan posisinya, yang mana membuat Bastian bersuara.
"ayo mau berdiri ngga?"
"ah-itu i~iya kak" jawab Akira dengan gugup, sungguh Akira terkejut dengan apa yang baru dialaminnya
"kayaknya ada yang ngga bener deh" ucap Akira dalam hati.
"udah yok kita masuk" ajak Bastian, yang tidak merasa aneh pada Akira.
mereka menelusuri lorong-lorong kelas, hal yang sama terulang kembali, dimana Akira merasakan jika dirinya pernah disituasi seperti ini, tepat didepan kelas Akira, Akira terhenti dan menatap kearah kelas tersebut, Bastian yang menyadarinya langsung mengalihkan perhatian Akira, karna dirinya takut jika Akira akan terlalu memikirkan hal tersebut.
"eh Ra ayo lanjut, abis ini kita mau ke mall" seru Tian.
"iya kak" dengan senantiasa Akira mengikuti langkah kaki Bastian, kemanapun mereka pergi, banyak pasang mata yang memperhatikan, memang sebagai posisi orang tua Akira, mengumumkan suatu hal bukan lah hal yang sulit, sebelumnya Bastian meminta agar orang tua Akira mengumumkan agar jika mereka melihat Akira di sekolah, jangan ada yang menyapa nya, sama halnya dengan Bella, dan Naisha yang sedari tadi berusaha bersembunyi.
*****
kini seusai dari sekolah mereka memutuskan untuk pergi ke mall, disana mereka bermain di ZoneTime bersama, dengan penuh canda tawa mereka melewati hari tersebut.
"Akira aku mohon cepat kembali yah, aku kangen, jangan lama-lama, walaupun fisik mu sama, tetapi tidak dengan jiwa mu, kumohon kembalilah"
*****
buat yang mau tau kenapa aku telat banget up nya, itu dikarnakan, aku kayak udah ngga ada semangat bikin ini, karna menurutku kayaknya udah ngga ada yang tertarik lagi sama karyaku ini, jadi aku mau minta pendapat kalian, menurut kalian novel ini lebih baik dihapus atau dilanjutin?
oke buat kalian yang males komen, cukup kasih aku like aja, nanti aku liat dari viewersnya, jika jumlah like dan viewers sangat berbeda, maka dengan berat hati aku menghentikan novel ini, sangat diharapkan pendapat kalian saat iniπππ