Perfect Color Of Life

Perfect Color Of Life
bab 18



aloha i'm backkkk


*****


sebelum mereka memasuki bioskop, bastian sudah terlebih dahulu membeli popcorn, dan minuman.


setelah mereka duduk ditempat masing-masing tidak lama kemudian film pun diputar, mereka menonton dengan tenang hingga ada adegan kiss*ng sceen, yang membuat keduanya menelan ludahnya dengan kasar.


keduanya saling pandang hingga tanpa sadar jarak mereka hanya beberapa centi saja, hampir saja mereka mengulangi kejadian di mobil waktu itu, tetapi seorang nenek-nenek langsung memergokinya.


"dasar anak muda, ngga tau tempat, baru liat aja langsung mau praktekin" nenek tersebut menyindir akira dan bastian.


saat film berjalan, yang tadinya bastian ingin memperhatikan wajah akira, perhatiannya teralihkan oleh nenek dan kakek yang duduk di sebelah akira, ternyata mereka sedang melakukan aksi yang baru saja dimainkan di layar, hal tersebut membuat bastian terkejut, dengan segera bastian menyuruh akira untuk melihat ke sebelahnya.


"ra liat sebelah kamu deh" bastian berbisik ditelinga akira, betapa terkejutnya akira menyaksikan kelakuan kakek nenek yang disebelahnya, dengan segera akira menoleh kearah bastian, yang mencoba untuk menahan tawanya begitu juga dengan akira yang berusaha menahan tawanya, tidak lama kemudian film tersebut habis, dengan segera bastian menarik tangan akira keluar dari bioskop tersebut, sesampainya diluar mereka tertawa terbahak-bahak.


"bhahahaha kak mereka tadi ngga inget umur" ucap kira diselingi gelak tawanya.


"hahaha iya bener banget tadi aku mau ketawa tapi takut dosa, sampe mulut aku pegel nahan ketawa biar ngga keluar"


jawab bastian yang masih terbahak-bahak.


"udah yuk kak aku laper" ajak akira yang sedari tadi cacing di perutnya sudah demo.


"ya udah ayok, kita makan di kaepci aja ya" ajak bastian dan langsung dijawab dengan anggukan antusias dari akira.


*****


"mba pesan ayam kaepci yang paket 2 ayam 2 nasi ya" ucap akira, yang terus-menerus tersenyum.


selesai makan mereka memutuskan untuk ke taman kota yang terkenal akan keindahannya.



mereka mendudukan diri mereka dibangku taman yang terdapat disana.


akira duduk dan, menyenderkan kepalanya di bahu bastian, seketika ada rasa ketakutan menyelimuti hati akira.


"kak" panggil akira tanpa memalingkan pandangan.


"kenapa?" tanya bastian menyauti akira.


"kak kalo suatu saat kita berjauhan gimana?" tanya akira hati-hati.


"jawab dulu kak, nanti aku jelasin" ucap akira yang air matanya sudah hampir keluar, jujur saja saat ini dirinya merasa sangat sedih, bagaimana tidak?, ia yakin kalu james akan mengganggunya kembali, dan pasti dirinya akan dipindahkan, jujur dia tidak kuat untuk berjauhan dengan pria disampingnya.


"emmm, aku bakal ngunjungin kamu setiap minggunya, aku janji, dan dengan itu hubungan kita terjaga dengan baik" jawab bastian, lalu dirinya menarik dagu akira, agar menghadap dirinya, tetapi betapa terkejutnya ia melihat mata akira yang menahan tangis.


"heii kok nangis?, cerita sini, kalau kamu butuh pundak untuk sandaran aku bisa ra, kamu butuh dada buat nenangin kamu, aku juga bisa ra" lanjut bastian menarik akira kedalam pelukannya, yang membuat air mata akira berhasil lolos dengan derasnya.


"kak aku sayang banget sama kakak, keluarga aku bilang kalau misalnya lelaki itu sekali lagi ngusik aku, aku bakal dikirim ke kota lain kak, aku ngga bisa kak, aku ngga mau, aku harus gimana kak??" ucap akira dengan sesegukan.


"sayang kamu jangan nangis, aku yakin keluarga kamu mau yang terbaik buat kamu, dan aku janji aku bakalan lindungin kamu gimana caranya, mau itu nyawa-ku taruhannya" ucap bastian dengan serius, yang mampu membuat akira bertambah histeris.


"heii udah dong jangan nangis, bukannya kita mau have fun?" ucap bastian menenangkan akira.


"emmm maaf kak, aku cuman kepikiran aja hehe, emmm aku mau gulali kak" ajak akira yang berusaha menutupi kesedihannya, dan menarik tangan bastian.


mereka menghabiskan waktu berdua ditaman, yang diselingi canda tawa.


jam sudah menunjukan pukul 8 malam, bastian dan akira memutuskan untuk pulang, karna hari sudah malam.


"akira pulanggg" teriak akira.


"dasar kamu dekkk, ini tuh rumah bukan hutannn" ucap chris menoyor kepala akira sehingga membuat akira hendak jatuh.


"aduhhhh enak bener yeee, main noyor-noyor pala orang aja, mau aku potong tangan kakak?" ketus kira seraya berjalan meninggalkan chris.


*****


"bastian pulang" ucap bastian begitu memasuki rumahnya.


"tiannnn, kapan bawa calon mantu mama kesini?" ucap magda begitu melihat anaknya pulang.


"aduhhhh nanti aja sih mih" ucap bastian yang sudah malas berdebat dengan mami-nya.


ia langsung berjalan untuk kembali ke kamarnya, yang membuat magda menggeleng-gelengkan kepalanya.


*****


jangan lupa like, follow, vote, kldan kasih kritik and saran :)


biar otor semangat nulisnya.