Perfect Color Of Life

Perfect Color Of Life
bab 19



langsung aja la yaaa


*****


"akira gue janji gue bakal jagain lu sebisa mungkin" ucap bastian dalam hati bersungguh-sungguh, bastian yang tenggelam dalam pikirannya pun tertidur.


pagi harinya bastian bangun pada pukul 6 pagi, karna sekolah sudah dimulai seperti biasa.


setelah sarapaj bastian dengan segera menuju ke sekolah-an, menggunakan motor kesayangannya.



saat dirinya memasuki gerbang sekolah dirinya mendapat banyak pujian dari murid-murid yang sudah sampai, tetapi bastian sendiri hanya bersikap acuh, karna dirinya sudah terbiasa akan hal itu, sesampainya dikelas bastian disambut oleh kedua sahabat sengkleknya.


"widihhhh PJ yan, mana PJ" goda putra.


"baso yah yan" timpal daru, yang membuat bastian menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan temannya itu, mereka itu kaya, tapi kalo soal gratisan tetep nomor satu, begitu pikir bastian.


"iya-iya nanti" akhirnya bastian mengiyakan permintaan temannya itu.


"bas, lu kanapa waktu itu balik duluan?" tanya daru, yang membuat bastian menjelaskan kejadiannya, bahkan tentang akira yang akan pergi.


"yahhh, jangan sampe pergi deh akira-nya, tenang bro kita bakalan bantu lu jagain akira kok" ucap daru menenangkan bastian.


"iya, gue yakin pasti si james bakalan berulah lagi" ucap tian.


"udah bro tenang ada kita" seru putra yang juga berusaha membuat bastian lebih tenang, mereka sebenarnya kasihan melihat bastian yang baru mendapatkan kebahagiaannya, tetapi sebentar lagi akan kembali kehilangannya.


berbeda dengan bastian, akira justru terlihat lebih murung memikirkan persyaratan orang tuanya, melihat akira yang murung bella dan naisha bertujuan bertanya kepada akira.


"ra lu kenapa, ngga biasanya?" tanya nisha.


menurut akira dirinya tidak boleh menutupi hal ini pada sahabatnya jadi dirinya menceritakan persyaratan orang tuanya.


"ra kita bakal jagain lu sebisa kita" ucap bella menenangkan.


"gue yakin gak lama cowo itu bakalan berulah lagi" ucap naisha.


"iya gue juga yakin bakalan kayak gitu" timpal akira.


*****


pada saat jam istirahat akira mendapatkn sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal, dengan segera dirinya membuka pesan tersebut.


"sekarang lu ke gudang belakang sendirian, kalo sampe lu bawa orang berarti lu pengecut"


"siapa lagi sih ni?" kening akira mengkerut ketika menerima pesan tersebut, bella yang menyadri perubahan raut wajah akira segera bertanya kepada akira "lu kenapa ra?"


"ahhh gue gapapa" jawab akira singkat.


"bentar ini profil marena kan?, hadehh mau sok misterius tapi ngga bisa" ucap akira dalam hati setelah melihat profile dari nomor tak dikenal tadi.


"emmm gue ke toilet dulu ya" izin akira.


"iyeee" ucap bella, nisha dan geng kampret.


setelah bella melihat punggung akira menjauh dirinya dengan segera memberitahu kepada bastian, agar bastian mengikuti akira.


"kak bas sekarang ikutin akira, soalnya dia tadi kayak dapet pesan dari orang gitu" ucap bella, dengan segera bastian mengikuti akira.


"lah ini kan bukan ke toilet, ada yang ngga beres nih" batin bastian ketika melihat akira yang bukan mengarah ke toilet.


"kak marena keluar aja sih" ucap akira dengan santainya.


bastian yang mendengar akira memanggil nama marena menjadi kebingungan


"wahhhh udah bisa nebak nih dia, otak lu berguna juga" ucap marena yang datang entah dari mana.


"owh ayolahhh, kakak kalo mau jadi kayak sok misterius tuh profile diapus dulu, tumben otak kakak ngga dipake?, ups emang ngga pernah dipake sih" ucap vanessa dengan nada mengejek.


"dasar lu, masih adek kelas aja udah belagu lu" ucap marena yang mukanya sudah memerah menahan amarahnya yang sudah memuncak.


"huh dari pada situ kakak kelas tapi otaknya adek kelas, hahaha" ledek akira.


"banyak bac*t lu, sini maju kita by one, kalo lu kalah, lu harus ngejauh dari hidup bastian, kalo lu menang, gue bakal keluar dari sekolah ini" ucap marena dengan nada merendahkan, karna dirinya yakin jika akira akan kalah melawannya, karan marena sempat diajarkan orang tuannya beladiri.


"ap-apa kita mau baku hantam disini?" tanya akira dengan wajah takutnya.


"iya ga berani?, kalo ngga jauhin bastian" ucap marena penuh kemenangan.


"hadehhh, kalo kakak kenapa-napa jangan salahin gue ya" ucap akira enteng, seketika marena nyalinya sedikit menciut tetapi dengan segera ia menutupinnya.


"cih kayak lu bisa aja" ucap marena merendahkan.


bastian yang sedari tadi mendengar percakapan mereka seketika khawatir, karna dulu ada siswi yang terkenal beladiri tangannya dipatahkan oleh marena, saat bastian ingin melerai mereka berdua dirinya begitu tersikap melihat keahlian akira.


"ck, banyak omong lu kak" ucap akira dengan segera menghampiri marena dan langsung membanting tubuh marena.


"kok ngga bangun kak?, katanya jago ayo sini lagi, ga seru nihhh masa baru gitu udah tiduran aja" ucap akira merengek seperti anak kecil, marena yang tidak terima dirinya diejek langsung bangkit, dan langsung menyerang akira, tetapi dengan segera akira.menangkisnya dan menyerang marena kembali, sehingga marena tidak bisa.berkutik.


"udah kak?, yahhh padahal gue belom keringetan loh" ucap akira yang benar apa adanya, jika dirinya belum mengeluarkan keringatnya sedikit pun.


"ampun, ud-dah, gu-e nyerah, gu-e bak-al pindah" ucap marena tersenggal-senggal karna kelelahan.


"yahhh bentar doang langsung nyerah, tapi ya udah lah bye kakkkkk" seru akira, berjalan kembali ke kantin, saat tiba dikantin akira masih mendapati semua temannya masih berada di sana, termasuk bastian.


flashback on


"gue udah harus balik nih, takutnya nanti akira nyariin gue" gumam bastian, dan dengan perlahan-lahan dirinya berjalan kembali ke kantin.


flashback off


"ra lu lama banget ditoilet?" tanya naisha.


"haha tadi emmm perut gue sakit" ucap akira gugup, setelah mendapati jawaban dari akira yang tidak memuaskan mereka menatap kearah bastian seakan menanyakan apakah yang diucapkan akira itu benar atau tidak, sedangkan bastian yang mengerti arti tatapan dari temannya memberi kode seperti "nanti gue ceritain", sedangkan akira yang hanya fokus makan tidak memperhatikan sifat temannya itu.


*****


otor: jangan lupa tinggalin jejak yaaa


mungkin kalo ada yang kangen cogan and cecan kita bakal ada di bab selanjutnya yah, jangan lupa dukungannya yauuu, oh iya maapin kalo banyak typo soalnya otor pake henpon.


netizen: ya ampun thor nulis henponnya gitu amet.


otor: lah bodoamat ye syafudinnn, syafudin saha, kumaha iye teh.


netizen: lah malah pake jawa si oncom iniii, eh motor, astaga otorrr.


otor: netizen laknat emang...