Perfect Color Of Life

Perfect Color Of Life
bab 25



maaf yah rada lama up-nya


*****


"wahhh padahal sebentar lagi Akira bisa jadi punya gue, malah ada pengganggu segala lagi" keluh James yang melihat kedatangan Bastian.


tanpa menghiraukan james Bastian langsung pergi kearah Akira, tetapi belum sempat dirinya bergerak kearah Akira, tiba-tiba Cindy sudah masuk kedalam ruangan tersebut, dan parahnya Cindy memegang sebuah pistol


"sayang ku Bastian kalo kamu berani gerak satu langkah lagi, aku bakalan melesatkan peluru yang berada di dalam sini ke wanita murahan itu" ancam Cindy.


"jangan berani-beraninya menyebut kekasih ku wanita murahan, apa kau tidak mempunyai kaca sehingga tidak bisa melihat sendiri bagaimana penampilanmu?" jawab Bastian yang berusaha setenang mungkin, sedangkan Akira sedang menangis di pojokan, hampir saja kejadian 5 tahun yang lalu terulang lagi, Akira memang pandai bela diri, tetapi tadi ia tidak mengetahui jika kejadian ini akan terjadi tadi siang, dirinya juga tidak bisa melawan saat ini, karna tangannya sudah diikat.


"ayolah, bukan kah impas?, lu bakalan dapetin Cindy lagi, dan gue dapetin Akira, gadis yang dari dulu gue incer" ucap James menampilkan smirknya.


"huh bahakan dari awal dia ninggalin gue, gue udah bersumpah ngga akan mau berurusan sama dia lagi, gue ngga sebuta itu" Bastian tetap dengan tatapan tajamnya.


"huh percuma lu mau ngelawan sampe kayak gimana, lu aja udah dikepung disini" James merasa dirinya sudah menang, karna dirinya mendapatkan bantuan dari dunia bawah / under world / mafia, Bastian yang sudah malas berdebat dengan James langsung bergerak kearah Akira, Vindy yang melihatnya langsung bergerak menembak kearah Tian.


Dorrrrrrr


bunyi tembakan peluru yang bisa dibilang kencang, di tambah suara teriakan


"awchhhhhh"ringis Cindy, beruntung Bastian menembak lengan Cindy terlebih dahulu, sehingga Cindy tidak dapat menembek Akira,


"hey sayang aku disini, jangan takut" ucap Bastian dan memasukan Akira kedalam pelukannya, James yang merasa geram langsung menghampiri Bastian, tanpa membawa senjata, karna dirinya sudah tidak bisa berfikir jernih, Bastian yang melihat James mendekat langsung melepas pelukannya dan berdiri lalu menodong pistol, "kalo lu maju satu langkah gue yakin peluri ini udah nembus kepala lu yang kosong ngga ada otaknya"


ucapan Bastian berhasil membuat James terdiam, sebelumnya Bastian sudah mengamankan senjata dari jangkauan James, dan dirinya sekarang sedang berusaha menenangkan Akira, Akira yang mengalami traumanya lagi langsung kembali bergetar hebat, dan bahkanndirinya tidak mengenali Bastian


Bastian yang mendapat penolakan dari Akira merasa kecewa, tetapi dirinya memahami kondisi Akira, sedangkan James merasa begitu senang melihat Bastian ditolak oleh Akira "hahahaha liat lu udah ngga dikenalin lagi, seenggaknya kalo gue ngga bisa ngedapetin dia, ngga akan ada yang ngedapati-nya"


Bastian yang mendengar ucapan James amarahnya langsung memuncak, dirinya berdiri.dan terus melangkah kearah James, James yang merasakan amarah, dan mersakan aura dari Bastian pun ketakutan, sehingga tanpa sadar James melangkahkan kakinya mundur kearah pintu.


"Cih, kenapa lu jadi kayak orang ketakutan hah !!?!!!!!! " bentak Tian tanpa melepas pandangan elangnya yang bisa seperti menembus tubuh orang yang ditatapnya, ketika sudah di depan pintu James langsung membuka pintu tersebut, betapa terkejut dirinya ketika melihat ada sekitar 5 orang di depan pintu dan sedang menodongkan pistol kearahnya, Bastian yang melihat wajah James memucat menampilkan seringai miliknya.


"silahkan dipilih tuan James terhormat, anda ingin mati di tanganku, atau ditangan mereka" seru Tian, ternyata setelah Cindy masuk orang-orang suruhan Sandra, bedanya mereka hanya membawa 5 orang saja, sehingga melibatkan Sandra, Chris, dan Bram untuk berkelahi melawan, ratusan mafia kelas kakap.


"James dulu saya membebaskanmu, tetapi tidak dengan sekarang" ancam Bram.


"hei kalian bawa si br*ngsek ini, dan masukan ke kandang Grio dan Greo (serigala)" lanjut Bram, dengan segera orang-orangnya bergerak membawa pergi James yang tak henti-hentinya memberontak.


tersisalah Bram, dan Bastian


"terimakasih, dan senang bertemu anda tuan, sebelumnya istri saya sudah mengenalkan kesudukan anda" ucap Bram.


"jangan sungkan tuan, ini sudah menjadi kewajiban saya" jawab Tian dan menampilkan kesan yang gagah walau dirinya hanya mengenakan kaos putih, celana jeans, beserta jaket jeans, dan jangan lupakan sketchers putih.


"haha sudah lah, jangan formal kalo lagi ngobrol sama om, sekarang kita bawa Akira pergi dari sini, om khawatir trauma terhadap lelaki-nya kembali lagi, kamu ngga mau kan kalo Akira ketakutan melihat mu" jelas Bram.


"iya om saya ngga mau, jadi ayo kita bawa Akira-nya" jawab Tian.


*****


maapin author bener-bener disibukan oleh tugas, jadi author mohon dukungan dari kalian, pencet like kan ngga susah gais, mohon dukungannya yah sekali lagi.