Perfect Color Of Life

Perfect Color Of Life
bab 22



ada yang kangen ngga nih?


*****


"makasih yah udah nganterin aku " ucap Akira berterimakasih.


"sama aja kayak aku pulang kerumah sendiri tau akira...., bedanya ini aku ada yang nemenin" ujar Bastian.


"hehe iya juga yah" jawab Akira dengan cengir kudanya.


"dasar kamu ini" ujar Tian mengacak-acak rambut Akira.


"ishhh kamuu nihh jadi berantakan nih" kata Akira mengerucutkan bibirnya.


"ngga usah dimonyong-monyonginnn, nanti aku gigit" goda Tian, seketika Akira menutup mulutnya menggunakan tangan, hal tersebut membuat Bastian tertawa.




"ish udah yah aku masuk dadahhh i love youuu" seru Akira.


"babaiii love you too" jawab Tian.


saat melihat Akira yang sudah masuk kedalam rumahnya, Bastian langsung melesatkan kendaraannya ke rumahnya.


*****


hari ini adalah hari Sabtu, waktu yang selalu menjadi momen dimana orang-orang bersenang-senang bersama sang kekasih, begitu pula dengan Akira dan Bastian, mereka memutuskan untuk pergi berkencan, mereka memutuskan untuk pergi ke Dufan.


Tin Tin


terdengar suara klakson mobil dari luar rumah, tidak membutuhkan waktu yang lama Akira sudah keluar dengan pakaian yang simple dan tidak menggunakan riasan yang terlalu heboh, tetapi sama sekali tidak mengurangi kecantikannya, bahkan Bastian terperangah melihat kecantikan alami Akira.




"udah yuk kita jalan" ujar Akira yang sudah memasuki mobil Bastian, tetapi Akira kebingungan melihat Bastian yang tidak berhenti menatapnya.


"kamu kenapa?, aku jelek yah?, aku tadi sengaja cuman pake bedak, soalnya kan nanti keringetan jadi aku ngga pake make up yang kayak biasanya" ucap Akira yang mengira Bastian tidak suka melihat penampilannya.


"eh-- siapa yang bilang kamu jelek?, orang polosan kayak gini aja udah cantik banget kok, sampe kaget aku, hahaha" ujar Bastian yang sudah tersadar dari lamunannya.


"ah-- bisa aja kamu" jawab Akira gugup dirinya dipuji oleh Bastian.


Bastian mendekat kearah Akira, Akira yang melihatnya menjadi salah tingkah, saat Akira melihat Bastian tepat berada di depannya tanpa ia sadari dirinya menutup mata, Bastian yang melihat ekspreksi Akira menjadi tertawa, Akira yang mendengar Bastian tertawa membuka matanya.


"kenapa kamu mau aku cium?" goda Tian.


"ap--apaan sih ngga kok, lagian kamu ngapain deket-deket" ucap Akira mengelak.


"itu kamu belum pake sabuk pengaman yah aku yang pakein lahh" ujar Tian membela dirinya, padahal awalnya ia juga ingin menggoda Akira.


"ish udah ah jalannn, nanti keburu sore nyampenyaaa" omel Akira dengan bibir yang sudah manyun.


Bastian yang melihat tingkah laku Akira menjadi gemas "jangan gitu ih bibirnya" goda Tian lagi yang membuat Akira langsung menutup mulutnya, hal tersebut sukses membuat Bastian tertawa.


"ihhh udah jalannn" omel Akira yang melihat Bastian tak kunjung jalan.


"siap tuan putri" kata Bastian yang sudah melihat Akira sedikit kesal, setelah menempuh waktu sekitar 45 menit mereka sampai di Dufan.


"sayang, dulu aku kalo mau masuk Dufan suka disuruh ngumpet dibagasi dulu loh" ujar Akira.


"ngapain?" tanya Bastian yang kebingungan.


"astaga Akira walaupun kamu keluarga yang bisa dibilang kalangan atas masih ngirit yah" ucap Tian yang tidak habis fikir, padahal jika perusahaan ayah Akira mau membeli tiket untuk selama-lamanya pun bisa, dengan cara membeli Dufannya.


"ish kan uang buat disayang kak, bukan dihambur-hamburkan" tutur Akira yang membuat Bastian semakin salut dengan sikap, dan sifat Akira.


"iya deh iyahhh" jawab Bastian yang lebih baik mengalah😂, lalu mereka memasuki area bermain tersebut.


"emmmm gimana kita awalin di istana boneka aja?" usul Akira.


"he'em boleh" kata Bastian yang setuju dengan usulan Akira.


setelah mengantri selama 30 menit akhirnya mereka berhasil menaiki wahana istana boneka, diperahu Akira menyenderkan kepalanya di dada bidang milik Bastian, dan Bastiang mengelus-elus rambut Akira dengan penuh kasih sayang, didalam wahana tersebut hanya ada keheningan, sampai Akira membuka suaranya "sayang kamu tau ngga, aku selama ini belum pernah suka sama orang loh" ujar Akira yang sudah membenerkan posisi duduknya.


Bastian yang mendengar penuturan Akira menjadi terkejut, bagaimana bisa Akira yang memiliki paras cantik tetapi tidak pernah memiliki kekasih, tetapi ia cukup merasa senang bahwa dirinya menjadi yang pertama untuk Akira, dan ia juga menyesal karna Akira bukan yang pertama di hatinya.


"sayang, aku harap, aku bakal jadi yang pertama dan terakhir buat kamu" kata Bastian yang mampu mengembangkan senyuman di wajah Akira, Akira yang mendengar penuturan Bastian langsung menghambur kepelukan Bastian.


seusai dari wahana istana boneka, mereka memilih untuk bermain halilintar, saat bermain itu, mereka tak henti-hentinya berteriak dan tertawa bersama.


"aduhhh suara aku sampe serak gara-gara teriak dari tadi" kata Akira yang sudah duduk dibangku taman.


"tunggu disini sebentar yah Ra" ujar Bastian dan dijawab anggukan dari Akira, setelah mendapatkan jawaban dari Akira Bastian langsung berlalu pergi meninggalkan Akira, saat Bastian pergi ada segerombolan lelaki yang kiranya seumuran dengan Akira menghampirinya.


"hai cantik boleh minta nomornya" tanya si lelaki A yang sudah duduk di bangku sebelah Akira, Akira merasa risih, tetapi dirinya sudah berjanji jika harus menunggu Bastian dibangku tersebut.


"hei ngga bagus loh kalo ada ornag yang kenalan di diemin" kata lelaki B.


"maaf saya tidak kenal kalian siapa" jawab Akira acuh.


"haizzz apakah ada seorang wanita yang dapat menolak cowo kayak kita?, udah jelas muka kita udah kayak pangeran" ujar si cowo C dengan pedenya, saat Akira hendak menyauti ucapan cowo tersebut dirinya sudah melihat Bastian berada di belakan cowo-cowo itu.


"erhm, maaf tetapi gadis cantik ini sudah memiliki kekasih yang tingkat ketampanannya melebihi pangeran" ujar Bastian dengan pedenya, dan membuat Akira terkekeh geli sedangkan cowo-cowo tersebut mematung karna melihat ketampanan Bastian, dengan segera Akira menghampiri Bastian, tapi sebelumnya Akira mengucapkan sesuatu


"jangan harap semua perempuan akan tergoda dengan wajah atau ketampanan seseorang, dan ingat diatas langit masih ada langit." setelah berkata tersebut dirinya langsung berhambur kepelukan Bastian.


dengan segera cowo-cowo tadi langsung menghilang dari pandangan Akira dan Bastian, hal tersebut berhasil membuat mereka berdua tertawa.


setelah mereka merasa cukup berehatnya, Akira mengajak Bastian bermain rumah hantu, selama di dalam rumah tersebut Akira tidak pernah melepaskan pelukan dari Bastian, hingga suatu saat ada hantu yang berdiri di depan Akira, Akira yang terkejut langsung menendang kemalu*n orang tersebut.


"ADAWWWW SAKIT" teriak orang tersebut.


"aduhh maaf aku tadi reflek" kata Akira dengan nada yang merasa menyesal, Bastian yang dari tadi sudah tidak bisa menahan tawanya langsung pecah begitu saja.


"aduh si eneng refleknya tuh ngga usah nendang atuhhh, lompat kek, meluk pacarnya kek, sakit nih" ucap orang tersebut yang masih merintih kesakitan.


"aduh sekali lagi saya minta maaf yah pak saya ngga sengaja" ujar Akira penuh penyesalan.


"au ah resain aja lah gue dari ni kerjaan" gumam lelaki itu.


Bastian tidak henti-hentinya tertawa hingga keluar dari permainan tersebut


"ihhh kok kamu malah ketawa sihhh" kata Akira dengn muka yang sudah ditekuk.


"iya iya ngga nih" ucap Bastian yang melihat Akira sudah kesal, dengan susah payah dirinya menyembunyikan ketawanya.


"udah yuk kita beli es cream aja" ajak Bastian yang membuat senyuman diwajah Akira mengembang.


hari itu mereka benar-benar menikmati quality time mereka berdua, mulai saat itu mereka berfikir untuk menggunakan waktu sebaik mungkin karna mereka tidak akan tahu bagaimana keesokan harinya, apakah mereka tetap bersama atau tidak.


*****


hallo maaf otor updatenya rada telat


mohon dukungan dari kalian yah