
lanjutttt
*****
dengan terburu-buru mereka membawa Akira ke psikiater yang dulu menanganinya, dimobil tidak henti-hentinya Akira menjerit ketakutan, hal tersebut membuat yang melihatnya sedih, terutama Bastian, Akira yang biasanya ceria berbeda dengan yang sekarang mereka lihat, keadaanya begitu mengenaskan.
"aaaaaa, jangan dekat-dekat, aku takut, huhu, mommy daddy, Akira takut, huhuhuuuuuuu, huaaaaaaaaaa, ngga mauuuuuuuu" didalam mobil tersebut hanya ada suara teriakan Akira, hingga mereka tiba di rumah sakit, dengan segera mereka sudah disambut didepan rumah sakit, ada beberapa perawat, dan dua dokter, beserta ranjang rumah sakit, setelah Akira diletakan diranjang rumah sakit. mereka dengan segera menyuntikan obat penenang, yang dicampur dengan obat bius, kedatangan mereka disusul oleh sahabat-sahabat Akira, mereka semua langsung menuju keruang rawat Akira, yang merupakan VIP, hingga mampu menampung banyak orang, Akira juga sudah diletak-an di ruang VIP mereka tinggal menunggu Akira tersadar.
sudah 30 menit mereka menunggu, tetapi tidak ada tanda-tanda bangun dari Akira.
"kalian pulang saja dulu biar om dan tante yang menjaga Akira" seru mommy Sandra.
"ngga apa-apa tante kita mau nunggu Akira sampai sadar" tolak Naisha, dan disetujui oleh Naisha, beserta kawan-kawannya.
"sudah lah, kalian pasti kaget dengan kejadian ini, terutama kalian Bella, Nisha, kalian pasti lebih kaget, pulang lah, kalian masih harus sekolah besok" ujar mommy Sandra, mendengar ucapan mommy Sandra membuat mereka berfikir ulang, memang benar hari itu mereka cukup lelah, akhirnya mereka setuju untuk pulang.
"baik tante kami ijin pulang, besok kami kesini lagi" jawab Bella, setelah ijin pulang mereka menghampiri Akhira terlebih dahulu.
"Ra, kita pulang dulu yah, besok kita kesini lagi, gue harap kalo besok kita udah kesini lu udah sadar yah" ucap Bella.
"iya Ra, kita tinggal dulu yah" lanjut Naisha.
setelah itu mereka langsung pulang kerumah masing-masing.
"kamu ngga pulang Tian?" tanya Bram.
"ngga dulu om, saya mau nungguin Akira bangun" jawab Tian.
karna Bram mengetahui kalau Bastian merupakan orang yang penting bagi Akira akhirnya dia membiarkannya.
"om tante, bang, kalian makan dulu aja, biar saya yang jaga Akira, kalau dia bangun saya kabarin" ucap Tian.
"iya, mom dad, kalian udah ngga muda lagi, mending kalian makan dulu aja, jangan sampe kalian juga sakit" ujar Chris menyetujui ucapan Bastian.
setelah berfikir Bram dan Sandra juga menyetujui saran dari Chris dan Bastian, Sandra yang melihat gelagat jika Bastian ingin memiliki waktu berdua bersama Akira, akhirnya mengode agar Chris ikut bersama mereka.
"kamu mau nitip apa Bas?" tanya Chris.
"aku terserah aja bang" jawab Tian tanpa melepas pandangannya dari Akira.
"Ra, aku minta maaf, aku telat selametin kamunya, Akira aku bener-bener minta maaf, aku gagal buat ngejaga kamu, Ra jangan takut sama aku yah Ra, aku ngga bakal kayak gitu kok Ra, Ra maafffff, gara-gara aku gagal jagain kamu, kita harus berjauhan, Ra maaf Ra, tapi aku janji walau kita tetep berjauhan, aku ngga bakal ngelupain kamu, dan aku harap, karna lelaki breng*ek itu udah ditangkep sama daddy kamu, kamu jadi ngga pergi, Ra please kamu kalo bangun nanti jangan takut sama aku Ra" Bastian dengan terus-menerus meminta maaf kepada Akira, dirinya begitu menyesal karena kelalaiannya, karenanya Akira kembali mengalami kejadian yang mengerikan, dia menyesal tidak menepati janjinya kepada Akira, yang akan menjaga Akira, ini kedua ketiga kalinya Bastian menangis karena seorang perempuan, yang pertama dirinya menangis dikarnakan dia akan berpisah dengan gadis cantik yang memiliki pipi gembul, mata bulat, alis tebal, yang sangat amat lucu, yang kedua dirinya kecewa terhadap perempuan yang pernah menjadi kekasihnya, dan yang ketiga dirinya menangis, karna tidak bisa melindungi gadisnya, sehingga dirinya yang terus menangis terlelap seraya menggenggan tangan Akira, belum berapa lama Bastian tertidur dirinya merasakan ada pergerakan dari Akira, dia yang merasakan hak tersebut langsung terbangun, dan dengan wajah gembira, dirinya memanggil Akira, tetapi semuanya di luar ekspetasinya.
"hai sayang kamu udah sadar, ini minum dulu" ucap Tian tanpa meninggalkan senyumannya.
Akira yang baru tersadar, masih mengunpulkan kesadarannya, ketika kesadarannya sudah terkumpul semua, dirinya langsung berteriak histeris.
"PERGI KAMU PERGI, JANGAN MENDEKAT, JANGAN MENGGANGGU KU, MOMMY, DADDY, ABANGGG, TOLONG-TOLONGGGGGGGG", tangan Akira mencari-cari tombol rumah sakit dan akhirnya menemukannya, sedangkan Bastian masih mematung melihat keadaan Akira yang sekarang, sehingga datang lah dokter John, beserta Sandra, Bram, dan Chris.
"hei Akira, tenang lah, mommy udah ada di sini, tenang Ra, tenang, ini ada dokter John, ada daddy, ada abang, dan dia kekasihmu, apa kamu lupa?" seru Sandra yang sudah beringsut memeluk tubuh anaknya.
"Akira kan masih kecil mom, Akira ngga mau pacaran, Akira takut laki-laki, dimana kak Yayan mom, kenapa dia lama pulangnya, Akira cuman mau sama kak Yayan mom, aku ngga kenal dia siapa mom, semua lelaki sama aja kayak lelaki yang mengerikan itu kecuali kak Chris, kak Yayan, daddy, dokter John, Akira takut mom, dia siapa?????" semua yang mendengar penuturan Akira langsung membelalakan mata mereka
"apa-apaan ini, apakah Akira amnesia?" batin mereka.
"John periksalah dulu Akira" ucap Bram yang masih bisa mengontrol emosinya, sedangkan Bastian sudah sangat lemas tubuhnya.
setelah diperiksa Akira kembali tertidur, dan dokter John keluar dari ruangan Akira.
"menurut analisa, Akira mengalami amnesia yang dikarnakan shock berat, dirinya masih belum bisa menerima kenyataan, tetapi tenang saja ingatannya akan kembali seiring berjalannya waktu, dan untuk kamu (menunjuk Bastian), dia saat ini masih trauma berat, buatlah Akira yang kamu kenal kembali lagi" jelas John, setelah mengatakan hal tersebut John langsung berlalu pergi, Sandra yang mengetahui kondisi anaknya menjadi menangis, sedangkan Chris menenangkan mommy-nya.
"om bolehkan saya bertanya?" ucap Bastian.
"silahkan" jawab Bram.
"tadi Akira menyebutkan kak Yayan, itu kakak kandung Akira bukan?" tanya Bastian yang terasa bingung mendengar nama tersebut.
"bukan, jadi dulu Akira memiliki sahabat masa kecil, dia anak laki-laki yang baik, kalau Akira terjatuh, dia selalu menjdai penolong yang pertama, kalau dulu Akira ngga mau makan, dia yang langsung dengan sigap menyuapinya." jawab Bram.
Bastian yang mendengar jika ada lelaki lain yang begitu sepesial di hidup Akira selain dirinya menjadi cemburu.
"apakah jika kalau dia kembali, dia akan merebut Akira dari sisi gue?" batin Tian bertanya-tanya.
*****
nahhhh author lagi ngga sibuk, jadi nyempetin buat up deh.
lagi-lagi jangan lupa ninggalin jejak, dan vote juga yhaaaaa, makasiiii