Perfect Color Of Life

Perfect Color Of Life
bab 23



hallo jangan lupa kasih dukungannya yah biar otor semaguat up-nya, jangan lupa pollow profil-nya otor, nanti otor usahain follback.


*****


sudah dua minggu setelah Akira pergi bersama Bastian, dan selama itu juga mereka menggunakan waktu sebaik mungkin, hingga tibalah hari ini, dimana hari ini adalah hari kelulusan kelas XII, dan selama dua minggu lalu mereka tidak mendapatkan gangguan-gangguan, tetapi Akira selalu merasa ada yang mengikuti.


"gais gue mau ke toilet dulu yah" pamit Akira, sebnarnya Akira merasakan feeling buruk, tetapi segera ia tepis perasaan itu, dan benar saja saat Akira di toilet ada yang memukul tengkuk Akira, sehingga membuatnya pingsan, Akira dibawa keluar lewat gerbang belakang, dengan 2 pria berbadan tinggi dan kekar.


sudah hampir dua puluh menit mereka menunggu Akira dari toilet, tetapi Akira tidak kunjung kembali, mereka semua sudah merasa cemas, terutama Bastian, mereka awalnya berencana untuk pergi bersama untuk merayakan kelulusan Bastian dan kawan-kawan.


"eh ini si Akira kemana kok ngga balik-balik si" ujar Bella.


"sakit perut kaliii" ucap Putra yang juga berusaha setenang mungkin.


"tapi feeling gue ngga enak, bell, sha mending kalian cek Akira deh" kata Bastian dengan wajah datarnya.


"emmm bener bell, kita cek aja dulu" kata Naisha menyetujui usul dari Bastian.


saat Bella dan Naisha pergi untuk menge-cek keadaan Akira, Bastian terlihat sedang menelfon seseorang, pas sekali saat Bastian selesai menelfon seseorang, terlihat Naisha dan Bella berlari kearah mereka membuat semua orang kebingungan kecuali Bastian yang masih setia dengan wajah datarnya.


"Bas....hah.....ak.....akira ngga ada" kata Bella dengan nafas yang terengah-engah.


"maksud lu apa bell Akira meninggal?" ucap Daru ngasal, sehingga dirinya dihadiahi tabokan dikepala dari Bella.


"lu kalo ngomong yang bener be*o" omel Naisha.


"kalian ikut gue" ucap Bastian dengan wajah datarnya yang membuat semua orang kebingungan, tanpa menunggu jawaban teman-temannya Bastian langsung melangkah pergi.


didalam mobil semua orang sedang kebingungan, mereka berfikir akan dibawa kemana mereka (mau dibawa kemana hubungan kita 🎢🎢🎢 hayo siapa yang tau lagu iniiii)


ternyata Bastian membawa semua orang kerumah Akira, sesampainya di rumah Akira bastian langsung mengetuk pintu, dan terbukalah 0intu tersebut.


"maaf anda siapa, dan ada perlu apa yah datang kemari?" tanya seorang pelayan.


"saya pacarnya Akira, dan ini sahabat-sahabatnya, dan saya kesini untuk membicarakan sesuatu yang penting" jawab Bastian dengan nada yang sangat dingin, pada saat ini Bastian juga khawatir kepada Akira, tetapi ia menutupinya, karna jika dia sudah khawatir, ia tidak akan bisa berfikir jernih.


"ah baiklah, saya tanyakan terlebih dahulu" ucap sang pelayan, setelah menunggu beberapa menit pelayan tersebut kembali dan mengizinkan mereka semua masuk, mereka dibawa ke ruang tamu, dan disana sudah terdapat mommy Sandra.


"hallo,saya mommy-nya Akira, kalian kesini mau apa yah?" tanya mommy Sandra.


"maksudnya anak buah apa yah?" tanya mommy Sandra.


"maaf tante jika saya sudah lancang mencari tahu asal-usul tante, saya tau bahwa tante adalah anak dari mantan ketua


NIGHT DRAGON, dan tante adalah pemimpin NIGHT DRAGON" jelas Tian yang membuat semua orang tercengang, termasuk mommy Sandra, bahkan dirinya sudah menutupi identitas dengan sangat baik, bagaimana bisa pemuda ini mengetahui-nya.


"bagaimana kamu bisa tau, siapa kamu sebenarnya?" tanya Sandra.


"baiklah saya akan memberi tau, dan untuk kalian jangan ada yang buka mulut, saya adalah ketua dari BLUE HACK" jawab Bastian mwnunjuk kearah Daru, Bella, Naisha, dan Putra, yang sedari tadi setia menjadi pendengar.


"wahhh senang bertemu anda, king hacker" ucap Sandra yang lagi-lagi membuat semua orang seperti hampir pingsan mendapat dua kenyataan yang lumyan sulit diterima.


"katakan mengapa saya haru mengerahkan anak buah?" tanya Sandra.


"kita tidak punya banyak waktu si-Brengs*k itu sudah bergerak" jawab Tian mengepalkan tangan menahan emosi.


"wahhh, rupanya orang itu tidak mengenal dengan benar, dengan siapa dia berurusan" kata Sandra yang menampilkan smirk miliknya, yang terlihat menyeramkan.


"baiklah, kalian pergilah dulu, sekitar lima menit setelah kalian sampai, saya juga sudah disana" seru Sandra.


"baiklah kalau begitu kami permisi undur diri" kata Tian.


Setelah kepergian Bastian, Sandra langsung menelfon Bram, dan Chris.


"kembalilah, kita akan bermain, red room" seru Sandra di telfon mereka, (red room\= jika dibalik moorder/murder\=pembunuhan)


😈.


*****


segini dulu yah manteman, soalnya ada urusan mengenai kesehatan otor, nanti kalo otor udah new normal, cieileh new normal dong, maksud otor kalo otor udah sembuh author usahain up rada banyakan, oh iya jangan lupa tinggalin jejak,


AND........


***SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA***


πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³πŸ₯³