
mohon dukungannya
*****
malam harinya akira berkumpul bersama keluarganya di ruang keluarga.
"akira kamu aman ngga?" tanya bram.
"aman kok dad, jangan khawatir" jawab akira.
"akira, dad udah periksa kalau james ada yang membantunya, dan perkiraan daddy orang yang mendukungnya berada di dunia bawah" ucap bram dengan serius.
"apakah kita akan berurusan dengan mafia?" tanya sandra dengan wajah datarnya.
"iya" jawab bram yang juga dengan wajah datarnya.
"bokap nyokap gue kenapa astaga, kok jadi perang dingin giniii" batin chris.
"huftttt, akira sebaiknya kamu pergi dulu" seru bram setelah membuang nafas kasarnya.
"ngga dad akira yakin, akira bisa jaga diri dengan baik" seru akira, sebenarnya dirinya begitu khawatir, apalagi akan berurusan dengan yang namanya mafia, tapi mau gimana lagi dirinya masih terasa berat untuk meninggalkan sahabat-sahabatnya, dan juga bastian.
"terserah kamu sajalah, daddy akan mengutus pengawal untukmu" seru bram.
"tapi-" kata-kata akira langsung dipotong oleh mommy sandra "ngga ada tapi-tapi-an, kalo kamu ngga mau, kamu pindah".
akhirnya akira yang sudah tidak bisa membantah orang tuanya hanya membuang nafas kasarnya, dirinya berfikir akan cukup untuk melindungi dirinya dengan kemampuan yang sekarang ia miliki "huhhh, terserah mom and dad ajalah" setelah perbincangan tadi mereka semua kembali ke kamar masing-masing
*****
sudah 3 hari james tidak menampakan batang hidungnya, hal tersebut dapat membuat semua orang merasa tenang, t
pagi harinya seperti biasa akira pergi menggunakan taxi, saat dirinya sampai, ia dibuat ketakutan melihat kehadiran james,
dengan terburu-buru dirinya meninggalkan tempat tersebut.
sesampainya dikelas akira langsung menceritakan jika james telah kembali.
"WHAT????" pekik bella dan nisha bersamaan yang terkejut mendengar penuturan sahabatnya itu.
"jangan berisik napaaa" akira menggerutu.
"ra kita ngga boleh sampe lengah loh, kita harus kasih tau cowo-cowo" ucap bella.
"ngga usah bell mereka pasti tau sendiri, gue yakin bentaran lagi mereka kesini" ucap akira dengan santainya.
BRAK....
"tuh kan baru gue bilang" ucap akira menaikan satu alisnya.
"iya deh lu bener ra" cengir naisha, seisi kelas yang melihat kedatangan idola sekolah menjadi heboh.
"raaa dia udah balikkk" ucap daru dengan begitu hebohnya.
"ck, gue udah tau" jawab akira santai.
"kok lu malah santai banget si?" tanya putra.
"yeeee, luarnya doang yang santai beb, coba kamu liat dalemnya udah lagi disco jantungnya" canda nisha menjawab perkataan putra.
"iya juga yah, bebe siapa sih nih pinter banget deh" goda putra menoel hidung naisha.
"bebeb putraaa" jawab naisha dengan nada yang dibuat segemas mungkin, dan mendapat tabokan dikepala dari bella dan akira.
"heh sukinem kalo mau mesra-mesraan jangan disin pe'aaaaa" omel akira, yang membuat naisha cengengesan, tanpa banyak berkata bastian langsung jalan ke meja akira, dan langsung memeluk akira, yang membuat akira terkejut.
"loh kamu kenapa?" tanya akira yang kebingungan.
"aku takut ditinggalin kamu" lirih tian.
"heyyy kok jadi gini sih, udah ah malu kali diliatin yang lain" ucap akira.
"hehe maaf" bastian nyengir kuda.
"huhhh, katanya ngga boleh mesra-mesraan, sendirinya ampe peluk-pelukan gimana sihhh" omel naisha.
"yeee orang bukan gue dia yang langsung meluk kali shaa" seru akira tidak mau kalah.
"udah mending kita balik deh, bentar lagi bell" ucap daru.
"okey" jawab bastian dan putra serentak.
"yaudah aku balik ya beb" seru putra seraya mengacak-acak rambut naisha.
"ishhhh kamu nihhhh" kata naisha yang kesal karna rambutnya berantakan.
"sayang aku balik ke kelas yah, kalo ada apa-apa hubungin kita" ucap tian.
"haizzzz yang jomblo bisa apa coba" omel bella.
"kan ada gue bell" goda daru.
"ishhh apaan sih lu" ucap bella yang mukanya sudah memerah.
"yeeee muka lu merah nohhh" lagi-lagi daru menggoda bella.
*****
pada saat jam istirahat mereka memilih untuk pergi kekantin, sesampainya dikantin mereka langsung menuju kearah meja bastian dan yang lain.
"eh kalian udah keluar duluan?" tanya bella.
"iya lah, kalo belom keluar yang disini siapee" ketus daru yang masih memakan bakso miliknya.
"yeee si kampret, gue sumpel tuh mulut biar diem" sewot bella tak mau kalah.
"coba aja kalo bisa" tantang daru yang masih terus memakan baksonya.
baru saja bella ingin menyumpal mulut daru akira langsung membuka suaranya.
"lu berdua jangan ribut muluuu, nanti jodoh lohhh" goda akira yang sudah mendudukan dirinya disamping bastian.
"najisss" jawab bella dan daru bersamaan.
"tuh ngomong aja barengan" goda naisha.
"apaan sih" jawab bella dan daru lagi-lagi bersamaan.
"gausah ngikut-ngikutttt" omel bella kepada daru.
"orang situ yang ngikutin gue" seru daru tak mau kalah.
"eh u berdua diem aja napa si, mau makan nih" omel putra yang sedari tadi hanya menyaksikan perdebatan bella dan daru.
"eh kalian mau makan apa bell, sha, biar gue yang pesenin" ucap kira.
"emmm gue mie ayam sama es teh manis aja" jawab bella.
"gue mau bakso sama jus jeruk deh" pinta naisha.
dengan segera akira memesankan makanan untuk bella dan naisha, dari kejauhan akira merasa ada yang mengawasi gerak-geriknya, yang pasti dirinya melihat seseorang dari belakang pagar taman mengenakan baju serba hitam, tetapi dirinya berakting setenang mungkin, tetapi tidak bisa dipungkiri dirinya terlihat begitu khawatir, sehingga setibanya di meja-nya, bastian dan yang lain kebingungan melihat ekspreksi akira, yang seperti orang kebingungan.
"akira kamu kenapa?" tanya bastian yang juga menjadi khawatir.
"hngh?, oh aku ngga apa-apa kok, udah yuk kita makan aja" akira berusaha untuk menutupi kekhawatirannya, ia pikir kalau ia tidak mau jikalau teman-temannya ikut khawatir.
*****
sepulang sekolah bastian bertujuan untuk mengantar akira pulang kerumahnya,
"akira mau aku anterin?" tanya bastian.
"emmm boleh deh" jawab akira yang membuat bastian tersenyum.
"yaudah ayok ke mobil" ucap bastian yang langsung mengulurkan tangannya.
"kok tumben kamu bawa mobil?" tanya akira yang kebingungan karna biasanya bastian hanya membawa motor.
"emmm gapapa, kan aku udah dapetin cewe kayak kamu yang ngga mentingin harta, jadi buat apa aku ngumpetin identitas aku lagi" jawab tian.
"hahaha terserah kamu aja dehhh" jawab akira yang masih diselingi gelak tawanya.
didalam mobil bastian menanyakan rumor marena yang pindah sekolah, padahal sebentar lagi kelulusannya.
"emmm yank, kata orang-orang cewe itu pindah?" tanya bastian hati-hati.
"ishhh cewe siapa?" bukannya menjawab akira malah balik bertanya.
"eh.... itu marena" jawab bastian gugup.
"ohhhh ngga usah pura-pura ngga tau, kan kamu waktu itu ngikutin akuu" jawab akira.
"eh?, kamu ngga cemburu aku ngomongin cewe lain?" tanya bastian yang bingung dengan ekspreksi akira yang tidak cemburu.
"ngga ngapain, kan aku percaya sama kamu" jawab akira.
"akira beruntung banget aku bisa milikin kamu, udah anaknya ceria mandiri, bersikap dewasa, hufttt tipe ideal banget deh" batin tian.
didalam mobil selama perjalanan mereka bernyanyi bersama tertawa bersama, sungguh moment yang tidak akan bisa dilupakan pastinya.
*****
ayo semua mohon dukungannya, jangan lupa tinggalin jejak, biar authornya semangat.