On my way

On my way
seperti Jembatan yang rapuh



pesta pertunangan malam itu berlangsung sangat lama dan meriah . semua orang begitu menikmati jalannya acara . saat itu pun Samuel terus saja menggandeng tanganku dan memperkenalkanku kepada semua relasinya .



hingga pada akhir acara berlangsung , dia masih saja terus berada di sampingku , menarik ku kesana kemari , dan semua tamu pun ikut meninggalkan kediaman Samuel .



saat itu Ryan dan istrinya ikut berpamitan kepada kami , istrinya sedikit angkuh menurutku . apa karena juga berasal dari keluarga kaya raya .tapi Samuel tidak begitu .


ada hal yang sedikit mengganggu pikiranku saat Ryan mengatakan , bahwa dia akan mengunjungi kami lagi nanti . aku seperti di tantang olehnya . sungguh menjengkelkan pikirku .



saat semua tamu sudah pulang , bibi Ria datang menghampiriku dan mengatakan .


" sayang , sekarang bibi sedikit tenang karena kamu memiliki Sam sebagai tunangan mu . dia sungguh pria yang baik . selama ini dia selalu berkunjung ke rumah saat kamu lembur dan berbincang - bincang dengan bibi . dia sungguh mengutarakan maksud dan keinginannya ? " . jelas bibi Ria



Sam yang saat itu mendengarkan ucapan bibi tersenyum seraya berkata ,


" aku sungguh berterima kasih padamu bi , karena sudah merestui hubungan kami , aku akan menjaganya dengan baik ".



" kapan kamu mulai datang kerumah Sam ? " tanyaku bingung.



" dia mulai datang setelah 5 bulan kalian saling mengenal , rupanya dia sangat menyukaimu ". bibi menjawab pertanyaan ku.



Samuel hanya tersenyum sambil menyentuh kepalanya . dia terlihat manis saat ini .


aku sama sekali tak menyangka dia bisa melakukan hal sebaik ini untukku . ternyata masih banyak hal yang tidak ku ketahui darinya .



bibi pun berpamitan dan menitipkan pesan .



" luc , mulai sekarang tinggalan bersama Sam dan hiduplah dengan baik , makan dengan teratur dan jangan terlalu memikirkan hal-hal rumit lagi ". ucap bibi sambil memelukku .



bibi pun berlalu dengan di antar sekertaris Jason. saat itu tinggal kami berdua di dalam rumah . aku yang sedikit canggung berusaha melemparkan wajahku kesana kemari dari pandangan Sam . Samuel mendekatkan dirinya dan mencium keningku . seketika wajahku mulai memerah kembali .



" lihat wajahmu kali ini seperti tomat , aku baru mencium kening mu. bagaimana jika mencium mu tepat di bibir ? " . ejek Samuel



" apa-apaan ini , kamu sudah membohongiku dari awal !! ". kesal ku.



" aku tidak membohongimu , bukankah aku menjawab apa yang kamu jawab dengan benar , kamu juga tidak bertanya apa aku pernah bertemu bibi sebelumnya . itu karena kamu bahkan terlalu sibuk dari pemilik perusahaan seperti aku ". terangnya lagi




" baiklah , kalo begitu aku akan membuatmu memaafkan mu ". menjawab ancaman ku .



sam menggendongku ke ruang santai . saat itu memang dasar otakku sedang tidak waras . aku berfikir yang tidak-tidak .



" Sam , apa yang kamu lakukan . turunkan aku !!, apa ini perlakuan mu terhadap tunangan barumu ? . aku tidak ingin melakukannya sebelum menikah ! ". celoteh ku.



Sam yang mendengarnya tertawa setengah mati , dia pun menurunkan ku seraya berkata


" aku bukanlah laki-laki murahan sayang . aku menjadikanmu tunangan ku bukan untuk itu . pahamilah sedikit tentang aku " . sambil mengelus kepala ku .



mendengarkannya berbicara begitu membuatku malu dan tidak enak , saat itu juga kebahagiaanku seperti terancam aku mengingat sesuatu dari masa lalu ku . aku di vonis tidak akan bisa memberikan keturunan . aku pun berusaha membahasnya dengan Sam saat itu juga , karena tidak ingin mendengar kepahitan lagi di belakang .



" Sam , ada yang ingin ku katakan . sebenarnya aku sudah pernah menikah sebelumnya dan bercerai , selain itu aku juga di vonis dokter tidak akan bisa memiliki keturunan ? ". tanyaku cemas



" aku sudah mengetahuinya , awalnya aku sedikit terkejut tapi aku mencari tahu seperti apa masa lalu mu, aku sudah mengetahui semuanya , bahkan masalah keturunan itupun aku juga sudah mendengarnya dari bibi " . jelas Samuel .



" jadi selama ini kamu menyelediki aku ? ".



" tidak bisa juga di bilang menyelidiki , aku hanya ingin tau sedikit tentang kehidupanmu , sebelum akhirnya aku memutuskan sesuatu ".



" tapi aku tidak bisa memberikan kamu pewaris Sam ? ". tegas ku



" aku tidak butuh pewaris , kalaupun membutuhkannya kita bisa mengambil anak dari yayasan . atau kita bisa mencoba mengobati mu . kamu tidak perlu khawatir dengan hal itu . aku sudah memikirkannya ". jawab Sam menghilangkan keraguanku saat itu juga .



tapi tetap saja , berapa lama dia akan bertahan . apalagi jika semua orang mengetahuinya pasti akan menjadi bahan omongan semua orang . aku sangat takut .



Samuel langsung memelukku erat , dia tahu apa yang ada di pikiranku saat ini . dia ingin menenangkan ku . walaupun akhirnya aku mendengar jawaban yang ingin aku dengar darinya . tapi aku takut nantinya dia akan terpengaruh lagi dengan masa laluku .



malam ini pun kami habiskan dengan saling berpelukan . dia tau bagaimana cara memperlakukanku . sungguh dia mengerti cara berbuat manis terhadap wanita. meski awalnya aku mengira dia kaku terhadap lawan jenis . aku beruntung bisa mendapatkan pria seperti dia . Dewi Fortuna saat ini mungkin saja merasa iba padaku dan menitipkan sedikit keberuntungannya kepadaku .



karena dalam waktu singkat aku bisa memperbaiki kehidupanku setelah terlepas dari kehidupan rumah tangga yang menyakitkan .