On my way

On my way
in the rain



Antony menyiapkan sebuah gaun untuk ku yang tengah bersiap menghadiri pesta pertunangan Sam .



Sebuah gaun bergaya duyung dengan lengan rempel berleher panjang , dan di hiasi dengan berlian Swarovski serta bordiran bangau di punggungnya berwarna pastel , sangat cantik .



Aku pun membiarkan rambut gelombang ku terurai dengan sebuah jepit rambut bermotif mutiara . Tak lupa hiasan natural juga membuat diriku tampak sederhana dan manis di waktu bersamaan .



Antony menghampiri ku yang telah usai berdandan .


" Cantik sekali ! " . Ucap Antony dari sudut pintu .


" Ton , aku sudah siap . Kita berangkat sekarang ? " . Tanyaku tersenyum manis .


" Tunggu sebentar !" . Antony mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku tuxedonya .


" Apa ini ? ". Tanya ku bingung


Sam membuka kotak itu , ternyata sepasang anting bermotif mutiara yang sama dengan jepit rambutku .


" Dengan ini semua akan sempurna ! ". Jelas Antony seraya memasangkan di telinga ku .


Tanpa sadar aku menatap Antony yang berdiri dekat dengan ku.


" Tampan , sepertinya ada yang berubah . Apa yah ? ". Aku mencari sesuatu yang lain dari Antony .


" Ah , kamu memotong rambut mu , pantas saja . Sekarang terlihat sangat dewasa , aku menyukainya ". Pujiku


"Aku pikir akan bagus dengan rambut model ini , karena biasanya aku akan sibuk dengan rambut . Seperti ini akan jauh lebih praktis ". Jelas Antony lagi.



Aku menganggukkan kepala tanda setuju .


" Baiklah luc , ayo kita berangkat sekarang ?!" . Sambil menjulurkan tangan .


Aku pun meraih tangan Antony


" Kita pergi sekarang ! " Ucapku bersemangat .




Antony pun membukakan pintu mobil dan mempersilahkan ku duduk di dalam mobil .


Setelah itu kami berlalu pergi menuju gedung acara .



Dijalan aku merasa gugup , Antony menyadari hal itu dan berusaha menenangkan ku .


" Luc , kamu terlihat sangat gugup ? ".


" Ha ha ha , mana mungkin ?!". Ucapku canggung


" Jangan gugup , aku di sampingmu ! ". Seraya memegang tanganku lembut .



Sesampainya di gedung , aku dan Antony langsung menjadi pusat perhatian semua orang , tamu-tamu berbisik menggosipkan kedatangan kami .


" Wah bukankah itu tuan muda Antony Bryan , tampan sekali dia memotong rambutnya ! ".


" Beruntung sekali wanita di sampingnya yah , dia juga sangat cantik . Aku dengar mereka sudah berpacaran selama 3 tahun loh ".


" Gosipnya dulu tuan Sam dan dia sempat berebut wanita ".


" Aku juga mau di perebutkan oleh mereka ".



Aku hanya berusaha menutup telinga dari semua omongan yang ku dengar , lalu sekertaris Jason menyambut kami .


" Selamat datang tuan Antony , kedatangan anda sungguh sebuah kehormatan untuk tuan Samuel ".



" Sebuah penghormatan bagiku bisa menghadiri acara besar ini , dimana tuan anda sekertaris Jason ? ".



" Beliau ada di pavilliun , sebentar lagi akan kemari untuk menemui anda tuan ". Ucap Jason menjelaskan .


Tapi Jason merasa ada sesuatu dengan ku , dia secara diam-diam memperhatikanku


" Wanita ini tampak tak asing dari auranya , tapi wajahnya memang baru pertama ku lihat . Atau cuma perasaanku saja ?? ". Tanya sekertaris Jason dalam hati .



Aku mencoba berpura-pura baru mengenalnya .dan tersenyum saat dia terlihat memperhatikan ku .



10 menit kemudian Sam datang menyambut kami .


" Selamat datang Antony , aku senang bisa melihatmu di pesta ku ! ". Ucap Sam berkharisma .


" Aku juga sangat berterima kasih dengan undangan anda ".


Sam menoleh ke arah ku dan menatap tajam lalu tersenyum .


" Bukankah ini tunangan mu tuan Antony , apakah aku benar ? ".tanya Sam menyelidik


" Iya dia Lucy Adam ". Ucap Antony


Aku pun membalas ucapan Sam


" Saya Lucy Adam tuan Samuel , kita sudah pernah bertemu waktu acara perjamuan ". Jelasku santai


" Oh iya aku ingat malam itu , aku mengingatnya ! , Aku juga akan memperkenalkan tunanganku kepada kalian ". melihat ke arah Megan Choi .



Megan Choi pun berjalan menghampiri kami .


" Ada apa Sam ? ". Tanya Megan seraya memeluk lengan Sam .


" Megan aku ingin memperkenalkan mu dengan temanku , tuan Antony Bryan dan tunangannya Lucy Adams ".


Megan dengan santai menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan .


" Saya Megan Choi , jika kalian adalah teman Sam maka saya akan menganggap kalian adalah teman saya juga , senang bisa berkenalan dengan kalian ". Lalu aku dan Megan Choi saling bertemu tatap dan sama-sama terkejut .



" Kamu.....!!! ". Ucap kami bersamaan .


" Ah , kita bertemu lagi ". Ucap Megan dengan tertawa kecil


" Ternyata tunangan yang waktu itu anda bilang adalah tuan Sam !? ". Jawabku lesu


" Eh , apa kalian saling mengenal ? ". Tanya Antony sambil melihat ke wajahku


" Iya kami bertemu di butik waktu itu , aku dan nona Megan menginginkan blezzer yang tapi dia justru membawa blezzer itu begitu saja ". Jelasku


" Ha ha ha , maafkan aku nona Lucy waktu itu aku terburu-buru , aku sangat menyesal membuatmu kesal ".


" Oh jadi di pertemuan pertama kalian , kalian malah bertengkar memperebutkan sebuah blezzer ? , Menarik ! ". Ucap Sam menggosok dagunya .


Dengan senyum canggung aku berkata ,


" Aha ha ha , tidak masalah nona Megan . Toh Antony juga menyukai blezzernya meski bukan warna yang ku inginkan ".



" Oh iya bagaimana jika kita bersulang untuk pertemuan kita , semoga kedepannya kita bisa menjadi partner ". Ajak Megan


Sam , Antony dan aku mengangkat gelas wine kami dan bersulang .



Lalu aku dan Antony memutuskan untuk beranjak sebentar untuk menemui tamu yang lain .


Saat sedang asik berbincang , aku menangkap basah Sam sedang menatapku sambil meneguk wine .



" Sam dia menatapku ! ". Batinku , hal itu membuat ku gugup dan cemas . Apa Sam menyadari sesuatu dariku .



Lalu aku meminta izin pada Antony untuk pergi ke toilet sebentar untuk menghindari pandangan Sam .



Saat di dalam toilet , aku berdiri di depan kaca dan bercermin sebentar .


" Dia tidak mungkin mengenali aku kan ? ". Ucapku dengan berbisik



Lalu aku keluar dari toilet setelah 15 menit berdiam disana .


Saat melangkah keluar , aku di cegat oleh Sam di depan pintu toilet wanita .



Sam menatapku dengan tajam . Membuatku tegang seketika .


" Eh tuan Sam , sedang apa disini bukankah ini toilet wanita ? ". Ucapku dengan senyum canggung


Aku berusaha menghindarinya dan berjalan santai .


" Aku teringat seseorang saat melihat mu , meski wajah kalian berbeda . Tapi jika di perhatikan cara mu bicara dan gesturmu terlihat sama dengannya ? ". Jelas Sam masih mengikuti ku .



" Mana mungkin , itu hanya perasaan anda saja tuan Sam ".




" Ya silahkan saja ? ". Ucapku menghentikan langkah . Sam pun berdiri di belakangku .



" Sejak kapan anda bertemu Antony ? , Aku dengar anda bertemu dengannya 4 tahun lalu ". Tanya Sam mencoba mencari tau .



" Iya memang benar , 4 tahun lalu kami bertemu . Aku adalah seorang pasien di rumah sakit miliknya . Dia sangat peduli denganku , sampai akhirnya dia berhasil membuatku jatuh cinta ". Jelasku dengan gugup



" Pasien rumah sakit ? , Apa anda mengidap penyakit ? ". Tanya Sam



" Iya aku mengidap penyakit waktu itu , oh iya tuan Sam jika sudah tidak ada yang ingin di tanyakan lagi saya permisi . Antony pasti sedang mencariku ". Berusaha menghindari Sam.



Sam yang masih sedikit ada rasa keraguan di hatinya memanggil sekertaris Jason.



" Jason !? ".


" Ya Presdir , ada apa ? "


" Tolong cari selidiki siapa sebenarnya Lucy Adams dan cari informasi mengenai kejadian 4 tahun lalu setelah kecelakaan di setiap rumah sakit . Apakah aku terlewat sesuatu ".



" Presdir , apa anda ingin memastikan apakah korban yang sempat di bawa ke rumah sakit waktu itu semua valid ? ".



" Ya , aku ingin memastikannya , jangan sampai ada yang tau mengenai ini , jika sudah lengkap segera temui aku ". Jelas Sam



" Baik Presdir ". Ucap Jason melangkah pergi .



Aku melangkahkan kakiku dengan cepat menuju ke ballroom , dan saat itu acara dansa akan di mulai . Semua pasangan bergegas menuju lantai dansa , Antony pun tampak sedang menungguku di sana .



" Dari mana saja ?! " . Seraya menarik tanganku ke lantai dansa


" Aku habis dari toilet tadi , untuk memperbaiki riasan ". Jelasku


" Oh , aku kira kamu menghilang ". Goda Antony dan menaruh tangan kiri ku di pundaknya .



MC acara pun memanggil pasangan malam itu Sam dan Megan untuk membuka acara pesta dansa . Hal itu membuatku sedikit sedih lalu mencoba membuang jauh-jauh perasaan itu .


Alunan musik slow jazz membuka acara dansa waktu itu , aku terus menatap wajah Antony saat berdansa . Dan Antony tampak malu-malu dengan tatapanku.



" Luc , tatapanmu membuatku takut ". Ucap Antony tersenyum dengan wajah memerah .


" Ah , aku hanya menatap mu seperti biasa ! ". Ucapku



Disisi lain Sam masih terus diam-diam memandangku saat berdansa , hingga tiba saatnya bertukar pasangan .



Sam menarik pinggulku dan menempelkan tubuhku dengannya , wajahnya pun sangat dekat saat itu .


" Ada apa nona ? ". Tanya Sam yang melihat ekspresi ku


" Tidak , bisakah anda sedikit mengendurkan tangan anda tuan ?, Saya merasa sesak ! ".


Sam malah mendekatkan wajahnya dengan wajahku saat itu , menyelidiki setiap sudut wajahku .


" Ada apa tuan , apa ada yang salah dengan wajah saya ? ". Tanya ku canggung .


" Sepertinya warna matamu sama sepertinya ? ". Ucap sam


" Eh dia siapa ? ".tanyaku kaku


" Wanita yang ku cintai ! ". Jawab Sam


" Bukankah itu berarti nyonya Megan ? ". Jawabku mengalihkan


Sam menggelengkan kepala .


Lalu kami bertukar pasangan kembali .



Antony yang menyadari sesuatu dari raut wajahku yang berubah bertanya padaku.


" luc , apa terjadi sesuatu ? ".


" Ton , bisakah kita pergi dari sini sekarang ? ".pintaku gelisah


" Ada apa ? "


" Sepertinya Sam mencoba mencari tau diriku ". Ucapku cemas


" Baiklah kalo kamu merasa terganggu , kita pergi sekarang ! ". Ucap Antony tegas



Kami berdua pun meninggalkan ballroom saat itu , memutuskan untuk pulang . Sebelum kami beranjak dari halaman gedung , Sam dan Megan menghampiri kami .



" Tuan apa anda sudah mau pergi ? , Acara intinya belum di mulai ". Ucap Megan mencoba menahan kami


" Maaf nona , tunanganku merasa pusing saat ini , mungkin karena kelelahan . Kami harus pulang sekarang ! ". Ucap Antony tersenyum seraya mendekap ku



Sam hanya menatap tajam ke arah ku dan Antony saat itu lalu berkata ,


" Sayang , jangan memaksa mereka . Mungkin saja nona Adams sedang membutuhkan istirahat . Lain kali kita bisa mengundang mereka lagi jika kamu suka ".



" Baiklah kalo begitu " ucap Megan sedih .



Kami pun pergi meninggalkan gedung , saat di tengah jalan hujan mulai turun . Membasahi pepohonan dan jalan yang kami lewati . Tanpa sadar air mataku ikut menetes juga . Antony melihat airmata ku jatuh dan menghentikan mobilnya di pinggir trotoar .



" Kenapa menangis , apa telah terjadi sesuatu ? ". Tanya Antony dengan cemas .



" Aku takut ton , dia tampak mencurigai ku tadi ". Terus menangis



Antony mendekap ku dalam pelukannya .


" Jangan cemas , semua akan baik-baik saja ". Seraya menghapus air mata ku .



Antony pun kembali menyetir mobilnya untuk kembali ke kediaman kami . Sesampainya di depan rumah hujan semakin deras , beberapa pelayan terlihat menghampiri kami membawakan payung .



" Tuan , nona ini payungnya ". Ucap pelayan


Aku dan Antony bergegas masuk ke dalam. Saat itu Antony mengantarkan ku ke kamar .



" Luc , gantilah pakaian mu lalu beristirahatlah , jangan lupa keringkan tubuhmu yang basah juga . Jangan sampai sakit ! ". Ucap Antony .aku hanya mengangguk dan berjalan pelan ke dalam kamar. jantungku berdebar mengingat hal tadi . Lalu aku menutup pintu kamar .



Antony merasa bersalah melihat diriku saat itu.


" Seharusnya kami tidak pergi , sebenarnya apa yang terjadi tadi ?! ". Ucap Antony memegang kepalanya dan terduduk di atas ranjang .




Di tempat berbeda aku dan sam sama-sama berdiri di depan jendela menatap keluar . Hujannya tidak kunjung reda . Sam mulai gelisah di dalam hatinya , dan aku pun masih mendekap tubuhku sendiri .



Kami berdua sadar , bahwa saat ini tidak bisa melupakan satu sama lain .






To be continued