
Pagi ini di buka dengan senyum Sam, tampak penuh kebahagiaan. setelah peristiwa tidak menyenangkan beberapa hari lalu, tampaknya Lucy memiliki perasaan kurang tenang.
Lucy kini semakin posesif dan sensitif, Sam merasa ini semua efek dari kehamilan Lucy.
Lucy yang tengah menikmati sarapan paginya, tak sadar sedari tadi suaminya sedang memandanginya. tak lama kemudian, lirikan matanya menuju wajah Sam seolah menarik perhatian Lucy.
" hey apa yang sedang kamu pandangi sayang ? ," tanya Lucy heran.
" tidak, sepertinya aku sedang jatuh cinta untuk yang kedua kalinya ," rayu Sam.
" benarkah ? wah, luar biasa bukan ," wajah Lucy meledek Sam.
" tentu saja, sejak hamil. kamu semakin hari semakin cantik, dan semakin menggemaskan ."
" Ciih, rayuan macam apa ini Sam ," Lucy tersenyum.
" aku bicara serius,bukankah kamu tau aku bukan tipe yang suka merayu ? ."
Lucy hanya memalingkan wajahnya ke arah Sam, seraya memandangnya dengan pandangan mengejek.
" bukankah hari ini kamu banyak pekerjaan di kantor ? cepat habiskan sarapanmu dan pergilah ke kantor ," ucap Lucy.
" woow, apa yang ku dapatkan setelah merayu istriku di pagi hari !," Sam sedang bermain-main dengan Lucy.
" ayolah Sam, jangan lakukan ini saat sedang sarapan, mood ku belakangan ini sedang tidak baik ."
" ya, aku tau. semejak kejadian terakhir mood mu sedikit kurang baik, maafkan aku istriku ," Sam meraih tangan Lucy dan menciumnya lembut.
" kamu selalu melakukannya, kamu tau aku suka di beri perhatian ."
" aku hanya mencemaskan dirimu dan anak kita ,"
" kalau begitu berhentilah membuat hatiku tidak tenang ."
" baiklah yang mulia, hamba akan bersikap baik mulai sekarang ," ucap Sam seraya tersenyum dan berlutut di hadapan istrinya dengan manis.
Lucy tersipu malu, dirinya kini tau kalau Sam sangat peduli padanya.
" apakah kita membutuhkan liburan ? apa pendapatmu sayang ? ," Sam kembali menoleh ke arah Lucy.
" hmm, aku rasa itu ide yang sedikit bagus."
" baiklah, kalau begitu aku akan mencari waktu yang tepat untuk berlibur bersama calon anak kita. aku ingin kamu tetap rileks saat ini ."
" hemm ," Lucy hanya mengangguk.
" aku akan bersiap ke kantor, sekarang habiskan sarapan mu, jangan lupa minumlah vitamin dan jaga kondisimu , aku akan menghubungi mu saat tiba di kantor ." Sam meraba lembut rambut Lucy.
" hati-hatilah, apa kamu akan makan di rumah ? atau di kantor ? ," tanya Lucy lagi.
" aku akan makan siang di kantor hari,aku akan menyelesaikan beberapa kerjaan. supaya kita bisa pergi berlibur dengan segera. "
" oke, kabari aku jika terjadi sesuatu ."
tak lama Sam terlihat meninggalkan kediaman mereka, Sam melambaikan tangannya dari kejauhan. Lucy hanya melempar senyum untuk suaminya dan kembali ke dalam.
***
1 jam kemudian
telepon berdering, pelayan mengangkat teleponnya. rupanya Megan menghubungi kediaman Sam.
" selamat pagi, kediaman keluarga Lewis. ada yang bisa kami bantu ? ."
" apa nyonya ada di rumah ? ini saya nona Megan, biarkan aku bicara sebentar dengannya ."
" baiklah Nona, saya akan sampaikan pada nyonya ."
pelayan bergegas memanggil Lucy yang tengah santai, sambil merajut baju hangat untuk calon bayinya.
" nyonya ! ada telepon nona Megan, apakah harus saya sambungkan ke anda ? ." tanya pelayan rumah.
" hah ? Megan ? baiklah, sambungkan saja ke telepon di ruanganku ."
5 menit kemudian.
" hai Megan ? ada apa ? sepagi ini ? ."
" hai luc, apa hari ini kamu sedang sibuk ? ."
" tidak, apa yang bisa ku lakukan saat hamil begini Meg ? Sam melarangku bekerja ."
" benar sekali, ha ha ha baiklah. aku ingin mengajak mu jalan-jalan, aku merasa sedikit bosan ."
" apa ? jalan-jalan ? aku tidak tahu apakah Sam mengijinkan ku keluar ? tapi aku akan bertanya padanya ."
" oke, kabari aku jika kita bisa pergi untuk keluar sebentar ."
" hemm, aku juga sedikit jenuh. kalau begitu aku akan menghubungi mu lagi ."
" kamu yang terbaik luc, aku mencintaimu ! ." ucapan Megan terdengar manis layaknya anak kecil.
" kamu terdengar seperti anak kucing sekarang ha ha ha ."
" ha ha ha , aku memang anak kucing ," Megan tertawa.
perbincangan mereka berhenti dan lucy mengambil smartphone nya untuk mengabari Sam.
***
Lucy :
sayang ? apakah aku boleh menemani Megan keluar sebentar ?
***
Sam :
ada hal penting ?
***
Lucy :
tidak , hanya sedikit jenuh
jadi ingin jalan-jalan sebentar saja. tidak akan lama.
***
Sam :
baiklah bersenang-senanglah, tapi jangan lupa dengan diriku.
kamu harus berhati-hati juga dengan kandunganmu, jangan terlalu lelah.
***
Lucy :
tentu saja, terima kasih
kami akan bersenang-senang.
pesan singkat mereka pun selesai, Lucy tampak girang dan bergegas mengabari Megan.
***
Lucy :
***
Megan :
apa Sam mengijinkan mu keluar ?
***
Lucy :
tentu saja, dia yang terbaik.
***
Megan :
wooo, luar biasa !
baiklah aku kesana sekarang !
Megan bergegas menuju ke kediaman Lewis untuk menjemput Lucy.
15 menit kemudian, terlihat Lucy tengah menunggu Megan di depan kediamannya.
Megan terlihat membawa mobilnya sendiri tanpa sopir.
" apa kamu mengendarai mobilmu sendiri ? ," tanya Lucy sambil menengok kedalam mobil Megan.
" apa kita harus menggunakan sopir ? yang benar saja ! masuklah ," Megan terlihat senang.
Lucy masuk dengan perlahan, sambil memperingatkan Megan untuk sedikit hati-hati mengendarai mobilnya.
di dalam mobil , mereka berdebat tentang tempat pertama yang akan mereka datangi.
akhirnya mereka sepakat untuk pergi ke taman ria, dan menikmati siang hari yang cerah.
namun karena Lucy tengah hamil, mereka tidak bisa menaiki wahana yang berbahaya. hanya berkeliling melihat beberapa pertunjukan, dan membeli aksesoris.
saat melihat stand ice cream, keduanya sepakat untuk membelinya bersama dengan beberapa cemilan lain. tak terasa sudah 2,5 jam mereka berada di tempat itu.
saat sedang asik bercanda, tiba-tiba ada seorang anak yang sedang menangis di tengah keramaian, Lucy yang tak sengaja memandangnya, merasa kasihan dan mengajak Megan untuk menghampiri anak perempuan yang terlihat manis itu.
" mengapa dirimu menangis, anak manis ? ."
" aku terpisah dari ibu dan ayahku ," jawab anak itu sambil mengusap wajahnya yang memerah dan penuh dengan air mata.
" bagaimana bisa kamu terpisah dari kedua orang tuamu ? ," ucap Megan heran.
" tadi aku ingin membeli sebuah balon, lalu saat akan kembali aku tak melihat ibu dan ayah ."
" wah tampaknya kalian terpisah ya, baiklah anak manis, bibi akan membantu mu untuk mencari ayah dan ibumu. jadi berhentilah menangis ." bujuk Lucy.
" apa yang harus kita lakukan luc ? ada banyak org disini ? ." ucap Megan.
" kita bisa mencari pihak keamanan terlebih dahulu, untuk memastikan keberadaan kedua orang tua anak ini ," jelas Lucy.
" baiklah, kalo begitu ayo anak manis, kami akan membantumu . berhenti menangis ."
anak perempuan itu berusia sekitar 3-4 tahun, sangat lucu dengan pipi yang tembem dan kulit yang putih.
saat bertemu pihak keamanan dan berusaha memberikan keterangan atas kejadian barusan, tiba-tiba saja seseorang berteriak memanggil anak perempuan tadi.
" Rara ! ," seseorang memanggil nama anak perempuan tadi.
anak perempuan tadi memandang ke arah suara yang memanggil namanya, dan sontak ikut berteriak.
" ayah ! ibu ! . bibi itu ayah dan ibuku, " seraya menarik baju Lucy.
saat Lucy berbalik, nampak ada keterkejutan di wajahnya.
" Ryan ?! ," kejut Lucy .
Megan tampak ikut sedikit bingung.
" Lucy ?! ," Ryan ikut terkejut.
keduanya saling tatap dan masih kurang yakin, kemudian pandangan Ryan tertuju pada perut Lucy yang membesar.
sedangkan Megan dan istri Ryan bolak-balik menatap keduanya.
" sedang apa kamu disini ? apakah kamu sedang mengandung ? ." Ryan masih sedikit tak percaya.
Lucy hanya diam, kini Rara bertanya pada ayahnya .
" apa ayah mengenal bibi ini ? tadi bibi membantuku mencari ayah dan ibu, aku sangat takut ," Rara memeluk ibunya.
tatapan istri Ryan tau betul siapa Lucy, bagaimana tidak dirinya adalah sepupu Sam.
dirinya hanya mengeluarkan sedikit kalimat dengan nada dingin.
" terima kasih karena sudah menjaga anak kami ."
" ahh, bukan apa-apa. tadi aku hanya kasihan melihat anak kecil sedang menangis , jadi berinisiatif untuk membantu ."
Megan akhirnya mengerti, ada sesuatu di antara mereka. Lucy dan pasangan suami istri itu saling mengenal.
Ryan kembali menatap Lucy, dia masih belum percaya, bahwasannya Lucy tengah mengandung.
" jadi anak kecil itu anak kalian, dia sangat manis. kalo begitu aku akan meninggalkan kalian disini ," ucap Lucy kemudian membalikan tubuhnya.
" tunggu ! ," Ryan menghentikan langkah Lucy.
tapi istrinya menarik tangan Ryan, seolah memberikan peringatan padanya. bahwasannya mereka sudah usai.
Lucy menoleh, dan menatap biasa.
" tidak, tidak jadi. terima kasih ! ," Ryan menahan dirinya.
saat Lucy dan Megan melangkah kembali, langit tiba-tiba saja berubah menjadi mendung dan meneteskan rintikan air hujan.
Lucy menatap ke atas langit dan merasakan rambutnya akan basah. cepat-cepat di angkatnya tas kecilnya untuk menutupi kepalanya dari rintikan, Megan juga meraih lengan Lucy dan berusaha mencari tempat berteduh.
saat berteduh, Lucy mengingat kejadian tadi, dia bertemu dengan mantan suaminya. dan kini mereka sudah memiliki seorang anak yang cantik. Lucy menarik nafasnya panjang, Megan yang melihat seolah tau apa yang di pikirkan Lucy.
" apa kalian saling mengenal ? ."
" ya...," Lucy berdesah pelan
" siapa mereka ?, aku merasa tadi bukanlah hal yang menyenangkan ? bertemu pasangan itu ? ," megan sedikit penasaran.
" ayah anak itu, adalah mantan suamiku, sebelum menikah dengan Sam. kami menikah dan aku tidak bisa memberikannya seorang anak. jadi dia menceraikan ku, dan apa kamu tau hal buruk lainnya ? ," Lucy menoleh ke arah Megan sambil tersenyum kecut.
Megan hanya menggelengkan kepalanya.
" istrinya sekarang adalah sepupu Sam ," Lucy mendongakkan kepala melihat kembali ke langit yang berubah menjadi abu-abu.
" apa ? ini terdengar gila ! apa kamu bercanda, waaah... aku tidak dapat membayangkannya !." Megan mengusap wajahnya.
Lucy hanya terdiam. dia mulai mengingat kembali hari-hari dimana kesedihan itu melandanya, melihat anak perempuan tadi pun terasa begitu memilukan baginya.tapi sekarang dirinya sadar, dirinya kini juga tengah mengandung, kini dia tak merasa rendah lagi sebagai wanita. dia lega akan hal itu, dan Ryanpun mengetahui nya sekarang.
bersambung.....