On my way

On my way
run away from you



Antony menuju kamar ku. Memastikan apakah aku sudah bersiap .


" Luc , apa kamu sudah siap ?! , 15 menit lagi kita berangkat ke bandara !? ".



" Sepagi ini ? , Kamu tidak bilang kita harus pergi buru-buru ! ". Keluhku yang masih mengantuk.



" Sebenarnya aku tidak suka terburu-buru tapi jika kamu ingin Sam menghentikan kita sekarang , kita bisa menundanya sehari lagi !?". Ucap Antony tersenyum



" Tidak tidak tidak , kita harus cepat ! ". Panik mengemas beberapa baju .



" Baiklah kalo begitu aku akan tunggu di luar , jika sudah selesai cepatlah keluar ". Sambil melangkah pergi .



15 menit kemudian kami menuju ke bandara . Tampak beberapa ajudan sedang mengamankan landasan penerbangan .



" Tuan muda , silahkan naik ke atas pesawat , kami akan berjaga sampai anda meninggalkan landasan ! ". Ucap seorang kepala ajudan



" Pastikan tidak ada yang mengacau ". Antony menyuruh para anak buahnya untuk membawa barang-barang pribadiku . Sekejap saja kami sudah ada di dalam pesawat pribadi . Pesawat pun lepas landas meninggalkan kota grandia .



Aku duduk di depan Antony , melihat pemandangan Grandia dari atas .


" Indah ! ". Celetuk ku


" Hemm, ada apa luc ?". Tanya Antony


" Tidak , aku sedang menikmati pemandangan dari atas sini !". Ucapku tertawa kecil



Terdengar suara pramugari sedang mengarahkan penumpang pesawat .



" Ton , kemana kita akan pergi ? ".


" Pertanyaan bagus , untuk sementara kita akan ke kota rumania , aku mempunya resort di sana ".


" Rumania ?! ". Tanya ku bingung


" Iya rumania !? ". Jawab Antony santai


" Apakah akan ada vampire disana , disana bukannya terkenal dengan mitos penghisap darah ? ".



" Apa ? , Vampire ? , Ha ha ha .... Lucu sekali , kamu masih mempercayai mitos urban seperti itu ?! ". Ejek Antony



" Aku hanya bercanda !! ". Ucap ku merasa malu .



Sampai akhirnya aku dan Antony tertidur selama beberapa jam . Dan seorang pramugari membangunkan kami .


" Tuan , nyonya 15 menit lagi kita akan sampai di kota rumania ! ".



" Terima kasih kami akan bersiap ! ". Ucap kami berdua .




Di sisi lain Sam dan Megan juga tengah bersiap untuk terbang ke Seoul Korea .


Saat di dalam pesawat Sam masih memikirkanku , Sam tampak diam dan berusaha untuk menghindari obrolan Megan .


Dengan sikap acuhnya itu Megan merasa sangat kesal namun dia menutupi kekesalannya dan berusaha merayu Sam .



" Sam !? , Apa kamu sedang sakit !? ",.tanya Megan penuh perhatian .



" Jangan perdulikan aku , aku baik-baik saja ! ". Jawab Sam ketus



" Tapi wajahmu terlihat pucat , mana bisa aku membiarkan tunanganku terlihat tidak sehat ! ". Sambil menarik wajah Sam .



Sam hanya memberika tatapan dinginnya pada Megan .


" Ada apa Sam !?, Beberapa hari ini kamu terlihat sangat berbeda ? , Apa terjadi sesuatu ? ". Tanya Megan memancing sam



" Tidak aku hanya sedang memikirkan beberapa pekerjaan saja ". Jawab Sam acuh



" Masih saja terus menutupinya dari ku , apa kamu pikir aku tidak tau apa yang kamu pikirkan . Kamu picik Sam tapi aku tidak bisa semudah itu termakan omonganmu ". Batin Megan masih tersenyum



Sam masih terus menatap ke arah jendela , sesekali mengubah posisi duduknya . Merasa tidak tenang .


Sam ingin cepat kembali dan mencariku .



Beberapa jam kemudian Sam pun tiba di Seoul dan di sambut oleh keluarga Megan .



" Sam . Bagaimana perjalanan mu ?! ". Tanya bibi Megan


" Baik nyonya Choi , dimana kakek ? , Aku dengar dari Megan bahwa kake tengah sakit ? ".


Bibi yang tidak tau rencana Megan terlihat bingung dengan pertanyaan Sam .



" Ayah ? ". Ucap bibi Choi bingung dan menatap Megan . Megan pun memberikan isyarat mata pada bibinya .



Sam masih menunggu jawaban bibi Choi .



" Tidak usah , nanti saja . Akan sangat mengganggu jika menemuinya sekarang . Tapi kenapa kakek tidak di bawa ke rumah sakit jika kondisinya memburuk ? ". Tanya Sam merasa janggal .



Bibi menjadi panik dan berusaha mencari alasan .


" Ah , ayah tidak suka suasana di rumah sakit . Jadi bibi meminta supaya ayah bisa di rawat di rumah saja dengan beberapa dokter dan perawat pribadi saja , begitu ... He he he he ". Ucap bibi Choi tertawa dan memukul lengan Sam




" Bibi , aku lelah .apakah kamu sudah mempersiapkan kamar kami ". Tanya Megan



" Bibi sudah menyiapkan kamar kalian , sekalian ada yang mau bibi bicarakan dengan mu Megan ". Ucap bibi tenang



" Baiklah Bi , ayo kita bicara di kamar saja ?! ". Ucap Megan



Sam memutuskan untuk pergi ke taman untuk kembali menghubungi Jason .



" Hallo , sekertaris Jason apa sudah ada berita ? ".tanya Sam serius


" Sudah tuan , tau sepertinya kami di tipu . Pesawat yang membawa tuan Antony dan nona Lucy saat mendarat di Brazil . Anu ...... , Mereka tidak ada disana ". Ucap jason takut



" Apa maksud nya ?! ". Tanya Sam sedikit kesal


" Pesawat yang kami selidiki telah membawa tuan Antony dan nona Lucy ternyata tidak membawa mereka , orang yang kami ikuti itu hanya dua orang yang dipersiapkan untuk menyamar sebagai tuan Antony dan nona Lucy ". Jelas Jason panjang lebar .



" Baiklah , tunggu instruksi ku selanjutnya baru bertindak , setelah ini aku akan pergi mencari mereka sendiri ". Seraya mematikan telponnya .



Sam berdiri di depan kolam ikan , dan memandang ke arah ikan koi yang saling mengejar , sambil menggenggam ponselnya dengan kuat .


Megan memperhatikannya dari jauh dan terlihat senang melihat ekspresi Sam .



" Bagus sekali , dengan begini bukankah lebih baik . Kamu tidak seharusnya mencari dia saat ini ".ucap Megan .



Bibi Choi pun bertanya pada Megan


" Meg , ada apa ini . Kenapa kalian tiba-tiba kemari dan apa maksud Sam , ayah sakit ? ".tanya bibi Choi bingung



" Maafkan aku bi , aku berbohong pada bibi . Sebenarnya aku hanya sedang merindukan kalian , aku ingin kemari tapi males karena tidak punya teman . Jadi aku memaksa Sam kemari dengan berbohong jika kakek sakit ". Jelas Megan memberikan wajah sedih



Bibi yang melihat ekspresinya itu menjadi bersimpati dengannya



" Oh jadi begitu , sebenarnya ayah memang sedang kurang sehat , tapi kondisinya tidak parah ". Jelas bibi



" Tidak apa bi , asalkan bibi tidak memberitahukan pada Sam , maka kita akan baik-baik saja . Sebenarnya akhir-akhir ini Sam juga kurang baik . Dia suka marah-marah ".



" Apa Sam memikirkan banyak pekerjaan belakangan ini ? "Tanya bibi cemas



Megan hanya menganggukkan kepala .


" Pantas saja , mungkin Sam sedikit setres . Kalo begitu bibi akan buatkan kalian teh hijau , kamu pergi temui Sam dan buat dia sedikit rileks ". Suruh bibi Choi



" Bi , aku sangat lelah . Biarkan saja dulu Sam . Dia tidak suka di ganggu saat ini .aku ingin istirahat sebentar "



" Baiklah kalo begitu , jika butuh sesuatu panggil saja bibi , di rumah ini tidak ada pelayan , kakekmu tidak suka rumah yang ramai jadi kamu harus bisa mandiri ".



" Aku sangat mengerti bi ".



" Baguslah , bibi mau kembali ke kamar kakekmu dulu , untuk mengecek keadaannya sebentar ".



Megan menganggukkan kepalanya dan mendorong bibi Choi keluar .



Sam duduk di bangku taman , kepalanya sangat sakit memikirkan kehilangan jejak Lucy .



" Menipuku yah , sangat licik . Aku mau lihat sampai kapan kalian bersembunyi dariku , lari saja . Apakah kalian tau jika bumi terlalu kecil untuk lari dari Samuel Lewis ! ". Ucap Sam dengan wajah dingin .







To be continued