On my way

On my way
keajaiban untuk kita



tok tok tok


" ya, tunggu sebentar ! " bibi ria membuka pintu segera .


" selamat sore bibi " Jason tersenyum sembari menyapa bibi ria.


" ada apa Jason , apa ada kabar dari Lucy ? " tanya bibi ria menunggu jawaban Jason.


dengan mengusap belakang kepalanya Jason menjawab pertanyaan bibi ria .


" Presdir memintaku untuk membawa bibi ke kediaman Lewis ".


" ada apa , hemm baiklah bibi akan bersiap ."


" baiklah bibi saya akan menunggu di mobil ."


sesampainya di kediaman Lewis , dengan secepat kilat Lucy menghampiri bibi ria, bibi ria di buat terkejut olehnya.


"bibi !! aku rindu " teriak Lucy gembira.


"bukankah kita baru saja bertemu beberapa hari lalu Lucy ? " tanya bibi heran.


" he he he , aku punya kabar bahagia bi, apa bibi tidak ingin mendengarnya ? " ucap Lucy dengan nada membuat penasaran.


Sam kemudian menghampiri mereka dengan senyum penuh rasa malu.


" Sam ada apa ini ? kalian membuat bibi penasaran setengah mati " seru bibi menuju ke arah Sam.


" hemm, bagaimana ya menjelaskannya, bibi bisa mendengarnya langsung dari Lucy bi ."


" baiklah, kalo begitu apa kalian tidak mempersilahkan bibi duduk ? " bibi ria menunjuk ke arah ruang tamu.


" apa bibi bercanda ? ini juga rumah bibi untuk apa aku harus mengizinkan bibi masuk ? bibi bisa masuk kapan saja bibi masuk " ucap Lucy seraya menarik tangan bibi ria masuk.


di ruang tamu Lucy memanggil Collin untuk duduk bersama mereka juga mendengarkan perbincangan.


" bibi ? ada apa memanggil ku ?" tanya Collin polos.


" bibi punya kabar buat semuanya, bibi sedang bahagia saat ini Collin " seru Lucy senang.


" begini semuanya, td pagi Lucy dan aku pergi untuk mengecek keadaan rahimnya " kalimat Sam terhenti.


" lalu ? apa katanya ? " bibi memotong kalimat Sam cepat.


" bahwa kami bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadi orang tua " lanjut Lucy sambil menganggukkan kepala dan menatap ke arah Sam.


seketika bibi ria dan Collin terdiam, Collin tak paham apa perbincangan orang tua saat ini.


" apa ? apa kalian serius ? " kaget bibi ria sangat terkejut.


Sam hanya menganggukkan kepalanya.


bibi ria menoleh kembali ke arah Lucy sambil mengangkat pundak dan kedua tangannya .


" itu serius bi, akhirnya ada kesempatan buat ku untuk mengandung seorang bayi " Lucy merasa terharu.


mendengar ucapan Lucy , Collin tiba-tiba melayangkan pertanyaan padanya dan Sam.


" ayah apa bibi Lucy akan memiliki seorang bayi nantinya ? " tanya Collin dengan wajah kecilnya.


" bibi Lucy apa itu artinya aku akan punya seorang adik ? " tanya Collin lagi.


" ya, Collin benar, apa Collin tidak senang ? " tanya Lucy berjongkok di hadapan Collin.


" hemm entahlah mungkin akan menyenangkan memiliki seorang adik kecil " ucap Collin dengan polos.


" syukurlah ternyata Collin ikut berpendapat baik tentang hal ini, bibi sangat senang mendengarnya " ucap Lucy seraya memeluk Collin.


" tapi bibi, apakah kalian nantinya akan tetap menyayangiku ? " tiba-tiba pertanyaan itu terlontar dari bibir Collin.


" tentu saja ! " bibi ria, dan Lucy serentak mengatakannya.


setelah perbincangan yg panjang Sam mengajak keluarga kecilnya untuk menyantap hidangan lezat yang sudah dirinya persiapkan untuk mereka.


hari mulai menyongsong malam, semuanya pun makan dengan sangat lahap. collin juga sangat menikmati hidangan kesukaannya, tak lupa vitamin dari paman Alex untuk lucypun sudah di persiapkan.


setelah selesai menikmati makan malam mereka, Sam pergi ke halaman belakang rumah mereka masih memikirkan sesuatu yang membuat dirinya penasaran.


kali ini sebatang rokok di keluarkannya , seraya berpikir Sam menyalakan rokok tersebut dan menghisapnya. asapnya mengepul dan menarik perhatian Lucy, lucypun menghampiri dirinya.


" Sam ? kamu merokok ? " tanya Lucy heran.


" aku menghisap rokok di saat ingin saja " Sam menjelaskan.


" ada apa ? tak biasanya kamu merokok ?."


" tidak ada , kamu hanya terlalu khawatir " ucap Sam tersenyum.


" baiklah kalo begitu, aku akan menemani Collin dan bibi ria dulu kalo begitu " pungkas Lucy meninggalkan Sam perlahan.


Sam menarik nafas panjangnya, tak lama dirinya mengeluarkan smartphonenya dari kantong saku celana.


" Jason ! ."


suara Jason terdengar pelan.


" hallo Presdir ! ada apa ? " tanya Jason sigap.


" cepat cari tahu permasalahan yg dulu terjadi pada nyonya lucy saat dia masih berstatus istri dari pria bernama Rian, aku mendengar dulu nyonya di vonis mandul saat pernikahan pertamanya, tadi pagi aku datang menemui paman , dan paman mengatakan bahwa Lucy tidaklah mandul, aku merasa ada yang aneh " jelas Sam panjang lebar pada Jason .


" jadi Presdir meminta saya untuk menyelidiki fakta tersebut ? " tanya Jason serius.


" ya , cari tahu semuanya , setelah semuanya beres cepat hubungi aku " jawab Sam tegas.


" baik Presdir, akan secepatnya saya akan menyelesaikan perintah ini ."


" tapi pastikan jangan ada satu orang pun yang tau hal ini " pinta Sam pada Jason.


" siap Presdir " Jason mematikan teleponnya.


Jason bergegas menjalankan perintah dari Sam. sedangkan Sam masih memainkan asap rokok dari mulutnya, dalam fikirannya memiliki banyak pertanyaan.


" aku akan memastikan sesuatu saat ini, tidak akan ada yang boleh luput " ucap Sam dalam hati.


sedangkan Lucy yg tengah berbahagia tak menyadari sikap Sam. Sam menatap Lucy dari kejauhan, dalam benaknya ada rasa sayang yang tak terhingga, dirinya tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Lucy.


comming soon