On my way

On my way
Memoria



Sam terbangun dari tidurnya belakangan ini mengalami insomnia yang cukup parah .


pergi ke lantai bawah , terhenti di depan foto pertunangannya dengan Lucy .



" sudah 3 tahun , apa aku harus menurunkan foto ini ? ". gumam Sam lirih .



" rumah terasa sangat sepi , sebaiknya aku meminta bibi untuk tinggal bersama ku saja ". ucap sam berjalan ke arah dapur , mengambil segelas air .



bayang-bayang Lucy masih terlihat jelas dalam benaknya .


" Sam kamu sedang apa ? " . bayang-bayang Lucy muncul di hadapan Sam .



" luc !! , aku merindukanmu !". ucap Sam mencoba meraih bayangan Lucy .



seketika bayangan itu lenyap , Sam terduduk di samping kulkas . menahan kesedihannya dan kerinduannya . setiap hari Sam selalu mampir ke makam Lucy . dia mengira Lucy telah meninggal dalam kecelakaan 3 tahun silam .



Sam selalu menyalahkan dirinya sendiri , hal ini membuat sikapnya. berubah menjadi tanpa toleran. setiap malam selalu pergi ke bar dan pulang dengan mabuk untuk bisa tertidur tanpa beban . hari ini pun begitu , pagi-pagi Sam sudah pergi ke kantor dan dengan cepat berlalu dari kantornya , semua karyawan begitu khawatir dengan kondisi pimpinannya yang terlihat begitu menyedihkan .



" hei lihat bukankah itu Presdir Sam , kasihan sekali . semenjak kekasihnya meninggal Presdir sangat terlihat murung dan pemarah ".



" Presdir harus segera melupakan gadis itu , ini berdampak sangat buruk bagi perusahaan ".




Sam berlalu begitu saja dengan pandangan tajam meski mendengar obrolan para karyawannya ,dia tidak memperdulikan mereka . malam harinya Sam langsung saja menuju club pink diamond dan meminta para wanita di sana untuk menemaninya bersenang -senang .



seorang wanita penghibur duduk di pangkuan Sam dan mengatakan bahwa iya menyukainya , dengan wajah dingin yang tersenyum Sam bertanya pada wanita itu .



" apa kamu rela mati demi aku !?". ucap Sam menatap gadis itu tajam .



" Presdir tentu saja aku akan mengorbankan diriku jika kamu menjadikanku kekasihmu ! ". ucap wanita tadi menggoda



" kalo begitu , pelayan ambilkan sebuah pisau untuk ku ! ". teriak Sam



" eh , untuk apa Presdir !?, ".tanya wanita tadi dengan wajah pucat .



pelayan tadi membawakan sebuah pisau yang di minta Sam .



" tadi kamu bilang akan rela mati demi aku , kalo begitu bagaimana jika aku meminta kamu mencongkel kedua matamu itu sayang . aku rasa tidak akan mengorbankan nyawamu hanya sedikit melukai organmu tidak apa kan ?! ". ucap Sam dengan senyum yang terlihat kejam.



perempuan tadi langsung merinding dan ketakutan , berdiri dan memohon .


" Presdir , jangan lakukan itu . aku berjanji tidak akan merayu mu lagi .". ucap wanita tadi memohon pada Sam



" kalau begitu enyahlah dari sini sekarang , aku tidak mau melihat mu lagi ". sambil mengangkat dagu wanita tadi .



sontak wanita penghibur itu menjauh dari pandangan Sam dengan ketakutan, terlihat sangat jelas bahwa Sam tidak menyukai perempuan yang mengatakan rela mati untuknya .



di sisi lain aku dan Antony sedang minum di dalam club yang sama dengan Sam , Antony mengajakku untuk bertemu dengan teman-temannya .



" wah ada calon kakak ipar , bagaimana keadaanmu kak . ku dengar waktu itu kalian meninggalkan perjamuan karena kakak ipar sedang sakit ? ". tanya teman Antony yang lebih muda .



" iya aku sudah baikan , terima kasih kalian sudah mengkhawatirkan aku yah !? ". ucapku sambil tersenyum .



" kakak ingin minum apa , aku akan traktir deh ".



" Lucy tidak boleh minum alkohol , tidak baik jika mabuk ". Antony melarang temannya yang mencoba menggoda Lucy .



" kak , tidak apa hanya segelas kok ".




" baik hanya segelas tidak boleh lebih ". tegas Antony



saat itu Sam melihat ke arah kami , aku tidak begitu memperhatikannya . rupanya Sam sedang memandang ku dari jauh .



" Lucy .... dia terlihat sama dari belakang , tapi dari depan sangat berbeda ". batin Sam sambil meneguk wine .



" sedang apa wanita itu disini ? , oh rupanya menemani kekasihnya ". menengok ke arah Antony .



Sam merasa tertarik melihat ku yang dari jauh tertawa sambil berbincang dengan teman-teman Antony , di satu sisi Antony mendapati Sam sedang memandangku diam-diam . Antony berusaha menutupi pandangan Sam dengan berdiri memelukku dari belakang .



" wah , aku baru kali ini melihat kak Antony memeluk seorang wanita di tempat umum, sangat so sweet !!!". sorak teman-temannya .



aku menjadi malu karena hal itu dan tertunduk .


Sam yang melihat hal itu merasa sedikit canggung ,


" Antony Bryan .... sangat memuakan ! , ". ucap Sam kesal . dan pergi meninggalkan ruangan .


Antony yang menyadari kepergian Sam saat itu hanya menatap Sam dengan dingin . setelah itu melepaskan pelukannya .



Sam pergi dan menuju ke arah rumah bibi Ria .



Ting tong !!


suara bel pintu .


bibi Ria membuka pintu rumah dan terkejut melihat Sam yang tengah mabuk .



" Sam...!!"


" bibi , bolehkah aku menginap disini malam ini ? ". tanya Sam sempoyongan


" ayo sini masuk bibi bantu ".


" bi , aku merindukan Lucy ! ". dengan wajah tertunduk untuk pertama kalinya Sam meneteskan air matanya .


bibi Ria yang melihat keadaan Sam segera memeluknya dan menghiburnya .


" Sam , Lucy tidak akan senang melihatmu pulang seperti ini , bibi akan buatkan kamu sup . duduklah sebentar ". ucap bibi Ria



Sam duduk di sofa dengan hati yang kacau , sesekali bibi Ria mengintip Sam dari balik dapur . ikut merasakan kesedihan sam.



" anak ini , masih saja bertingkah bodoh untuk merugikan dirinya sendiri seperti ini ". menghela nafas panjang . tak lama bibi membawakan Sam semangkuk sup dan teh hijau hangat .



" makan dan minumlah setelah itu bereskan dirimu dan istirahat . malam ini jangan terlalu memikirkan yang sudah lalu . kamu harus melanjutkan hidup Sam . di dunia ini kita hidup bukan untuk menyia-nyiakan kesempatan yang ada . bagaimana pun ini sudah takdir kalian . jangan terlalu menyalahkan diri sendiri ". nasehat bibi Ria kepada Sam .



" bi , seandainya waktu itu aku tidak membiarkan wanita itu mendekat , seandainya aku pulang lebih awal , seandainya aku menerima ajakan makan malam darinya . Lucy tidak akan meninggalkan kita seperti ini . setiap hari aku merasa seperti berada di neraka bi . bagaimana bisa aku membuatnya.....". Sam terus menangis , bibi Ria yang melihat wajah Sam berkata .



" sam apa kamu percaya keajaiban ? , suatu saat akan ada Lucy lain yang mampu menggantikan dia hatimu . percayalah pada bibi ". bibi Ria tersenyum dan menepuk pundak sam .



Sam terhanyut dalam kesedihannya malam itu, bibi Ria membiarkannya menangis .



" menangislah Sam , malam ini keluarkan semua kesedihanmu , besok kamu harus melupakan Lucy ". batin bibi .








to be continued