On my way

On my way
melewati masa



Hari di mulai dimana, akhirnya Lucy bisa mengandung seorang janin, waktu berlalu begitu cepat . kini terlihat sudah perutnya yang tidak lagi rata, senyum sumringahpun terpancar dengan indah di wajahnya.


sudah 8 bulan yang lalu sejak Lucy berkunjung ke rumah sakit paman Alex, kini kandungannya berusia 5 bulan. benar saja, semejak mengikuti saran-saran dari paman, Lucy langsung saja merasakan tanda-tanda perubahan dalam dirinya selang beberapa bulan setelahnya.


dilihat dari keadaan Lucy saat ini, tampaknya semua berjalan dengan sangat baik, semua orang berkumpul di dekatnya.


" Sam !? apa yang sedang kamu pikirkan ? ," Tanya Lucy mengagetkan Sam yang tengah menatapnya.


" tidak, aku hanya tidak menyangka, bahwa saat hamil pun kamu masih terlihat sangat cantik ," jawab Sam sambil merayu Lucy dengan tatapan manis.


" oh sekarang kamupun jadi semakin pintar dalam memuji wanita ya ," ejek Lucy malu.


" tidak juga, aku memang pandai memuji wanita," Sam tertawa kecil.


" bukankah seharusnya kamu malu, melakukannya di depan anak kita ? ."


" kenapa harus malu ? dirinya akan tumbuh seperti ku, lelaki yang sempurna ," dengan percaya diri Sam mencoba kembali narsis.


Lucy hanya bisa tersenyum, hari ini sedang ada jamuan di kediaman mereka, Sam mengundang keluarga mereka untuk makan malam bersama, sambil membicarakan kehamilan Lucy yang membahagiakan bagi mereka.


" oh ya luc, ap kamu sudah memeriksakan kandungan mu lagi ? ," tanya bibi ria.


" hmmm...tentu saja ," jawab Lucy dengan bersemangat.


" apa kata dokter ? apa kalian juga sudah mengetahui jenis kelamin janin kalian ? ."


" apa bibi tau, aku sudah melakukan USG untuk kandunganku 2 hari lalu, dan tebak apa yang kami lihat ?," Lucy seolah bermain kuis dengan keluarganya.


semua terlihat penasaran, dan tidak sabaran untuk mendengarkan jawaban Lucy. Collin yang sedari tadi menikmati ice creamnya pun ikut berkomentar.


" Bibi luc, apakah aku akan memiliki seorang adik laki-laki atau seorang adik perempuan ? ," dengan suara imutnya Collin memukau.


" tentu saja, kamu bahkan mendapatkan keduanya ," senyum Lucy bahkan terlihat semakin lebar dari sebelumnya.


" apa maksud bibi dengan mendapatkan keduanya ?," Collin menatap Lucy .


" iya, di sini ! ada dua janin yang sedang menunggu untuk bermain dengan mu kelak ," Lucy mengarahkan jari telunjuknya.


" wah, bukankah itu berita yang sangat luar biasa ! ," semua orang bersuka cita mendengarnya.


Lucy mengandung bayi kembar , tentu saja itu sebuah berita yang sangat besar dan membahagiakan. semua orang memuji Sam yang di anggap sangat luar biasa, hingga Lucy mengandung sepasang bayi kembar.


namun, di saat itu pula ada seseorang yang menghembuskan nafas panjangnya berkali-kali. Megan seketika menyentuh tangan Jason, dan menatapnya dengan wajah cemberut.


" Lalu, kapan kamu juga akan membuatku memiliki seorang bayi ?," tatap Megan.


" Haah, apa yang kamu bicarakan ?," Jason tampak malu .


" iya, kapan kamu menikahi ku, aku juga ingin memiliki seorang bayi di perutku ," Megan bahkan mengelus perutnya berulang kali.


tentu saja Jason langsung tersenyum malu, sambil memperbaiki kaca matanya.kupingnya kini memerah, karena akhirnya Sam meledeknya.


" wah Meg, apakah Jason benar-benar hanya menjanjikan mu cinta sesaat sekarang ini ?, aku tidak menyangka, bahwa sekertaris ku sepenakut itu untuk melamar kekasihnya ," ledek Sam.


" bukan begitu presdir, aku masih memikirkannya dengan matang ," Jason menyembunyikan wajahnya.


" ahhh, bersabarlah ." Jason menyentuh tangan Megan lembut.


" bukankah kamu bisa melamarnya sekarang ? Megan sangat menantikannya, lakukanlah ! ," Lucy ikut menjadi kompor bagi Megan dan Jason.


Meganpun menatap Jason dengan penuh harapan,


" katakanlah, tak masalah bagiku hanya lamaran kecil ."


" tunggu sebentar ," Jason lalu bangkit dari kursinya dan pergi mengambil sesuatu dari luar.


ternyata Jason sudah mempersiapkan sebuah cincin Swarovski di mobilnya, hanya saja dia selalu nerveous, saat akan memberikan nya kepada Megan. Lima menit kemudian Jason kembali dengan menggenggam sesuatu di tangannya, dengan sedikit gemetar, Jason lalu duduk di hadapan Megan yang sedari tadi menantinya.


" begini, saat ini aku berfikir mungkin tidak terlalu tepat untuk melakukan, tapi aku merasa tidak ada salahnya mengatakan nya di hadapan seluruh keluarga Lewis ," Jason menatap Megan dalam-dalam.


" apa kamu tau ? aku bahkan tidak pernah mengatakan aku ingin sesuatu yang megah dan luar biasa, aku hanya ingin mendengar sesuatu yang sangat manis dan penuh cinta tulus darimu," Megan berhasil memantapkan hati Jason saat itu.


" baiklah kalau begitu, apakah kamu bersedia untuk menjadi istriku, menikah denganku ?," tanya Jason lembut .


semua orang menahan nafasnya dalam-dalam, dan menatap ke arah Megan yang tak kuasa, menahan kebahagiaan nya saat ini.


" tentu saja ya.....," Megan memeluk Jason di hadapnnya dengan erat. Jason membalas pelukan Megan dan memasangkan cincin yang tadi di bawanya.


semua orang bersorak dengan sangat gembira, Lucy dan Sam tampak bertepuk tangan dan turut senang. tak hanya Lucy dan Sam yang memiliki kabar bahagia hari ini, Megan dan Jason pun turut memberikan kebahagiaan bagi semuanya.


namun sesaat kemudian, Jason kembali tampak panik dan bertanya pada Megan dengan khawatir.


" sayang, apakah ayahmu akan menyukai ku ?."


" apakah kamu khawatir ?,"


tanya Megan.


" aku sedikit cemas memikirkan nya, aku hanyalah seorang sekertaris. sedangkan kamu seorang nona besar ." Jason menjawab Megan pelan.


seketika Sam berjalan kesebelah Jason dan merangkul bahunya.


" apa yang kamu katakan, tidak akan ada yang menolak mu sebagai calon menantu, kamu adalah tangan kanan terbaik ku ," Sam memberikan dukungannya untuk Jason.


Lucy pun turut menganggukkan kepalanya, tanda setuju dengan ucapan Sam.


" terima kasih Presdir ! ," Jason sigap.


" ayolah kita tidak sedang bekerja, jangan panggil aku Presdir, bukankah kita sudah lama bersama ? kamu adalah sahabatku, panggil aku Sam ," tepuk Sam pada Jason.


" oh tidak jangan katakan itu Sam, aku tidak pantas melakukan nya ."


" eem...tidak ada kata tidak, sekarang aku sedang memberikan pengecualian ku, sebab aku sedang bahagia," ucap Sam sambil membuka tangannya seraya memeluk jason. melihat hal itu Jason pun membalas pelukan Presdir sekaligus sahabatnya itu.


makan malam kali ini sangat berkesan, banyak hal yang di bagikan. kini keluarga Lewis tak hanya Sam seorang, dirinya memiliki Lucy, Collin bahkan calon bayi mereka, bahkan Jason dan Megan kini ikut menyatu dengannya. bibi ria juga tampak senang dengan hal itu, dirinya kini menghapus rasa cemasnya saat melihat keadaan Lucy sekarang. dirinya kembali membayangkan Lucy di beberapa tahun lalu saat di buang oleh suami pertamanya, tapi kini Lucy memiliki segalanya, Sam benar-benar menyempurnakan Lucy yang dlu patah berkeping-keping.


bersambung....