On my way

On my way
apakah aku salah ?



Pagi hari datang dengan cepat , aku masih mengingat hal semalam dan membuatku tertawa kecil , aku melihat ekspresi Sam yang masih tertidur di sampingku dengan wajah yang begitu tenang .



" tenang sekali , aku suka melihat wajahmu saat tertidur . terlihat nyaman ". ucapku pelan tak ingin membangunkan Sam .



aku berjalan ke kamar kecil , sambil menggosok gigi aku melihat jauh ke dalam diriku ,


" apa kak Anton benar-benar masih menungguku , selama ini ? ". sambil menghela nafas .



Sam terbangun dan menyadari aku sudah tidak ada di sampingnya , melihat kesana kemari mencari ku .



" luc !!? ".seru Sam masih dengan mata yang mengantuk .



" iya , aku disini . ada apa sayang ??! ". aku menjawab seruan Sam



" ah , aku kira kamu menghilang di culik monster saat aku tertidur ". ucap Sam dengan manja .



" apa-apaan kamu ini , kita sedang tidak ingin bercanda kan ".



" he he he , kalo begitu aku pergi mandi dulu luc , hari ini aku ingin makan sandwich Mozarella , bisakah kamu membuatkannya untukku luc ". tanya Sam dengan wajah memelas .



" tentu sam , aku akan membuatkannya dengan penuh cinta ". jawabku sambil melemparkan senyuman .



di dapur aku membuatkan sandwich Mozarella kesukaan Sam , sambil bernyanyi aku menyusun sandwich di piring , lalu....



tringggg....triiiinng...!!!


suara telepon rumah berbunyi .



" siapa yang menelpon sepagi ini ! ".


gumam ku berjalan menuju ruang santai.



" ya Hallo kediaman keluarga Lewis ? , ada yang bisa saya bantu ! ".



terdengar suara tidak asing di telinga ku .


" hai Lucy , oh rupanya kamu yang mengangkat teleponnya . bagus sekali .... hari ini rencananya aku dan Sam akan berangkat ke Venice untuk urusan bisnis keluarga Lewis . apa kamu juga akan ikut ? ".



" siapa ini ? ".



" kamu tidak mengenali suaraku , apa pernikahan kita selama 3 tahun tidak membekas luc ? ".



" Ryan !!!". ucap batinku .



" oh kamu , ada apa ... kenapa menelpon sepagi ini ? ". jawabku ketus



" apa kamu tidak mendengarkan ku luc , hari ini aku menelpon Sam untuk memberitahukannya apa aku dan dia bisa pergi ke Venice untuk mengerjakan beberapa pekerjaan , aku sudah membicarakannya dengan Jason kemarin . tapi belum ada tanggapan dari Sam . aku menelpon ke ponselnya tapi selalu sibuk ". jelas Ryan



" aku akan menyampaikannya , jika tidak ada yang mau di bicarakan lagi , aku akan menutup teleponnya !! ". tegas ku



" satu lagi , aku berharap jika Sam pergi kamu juga akan ikut dengannya , siapa tau kita bisa berjumpa di sana sayang ! ". goda Ryan



" sudah ku bilang berapa kali, jangan menggodaku dan jangan memanggilku dengan sebutan sayang . menjijikan !! ". oceh ku sembari mematikan telepon dan kembali ke dapur .



sepagi ini Ryan sudah membuat mood ku menjadi rusak , aku membereskan dapur dengan perasaan kesal , aku mendengar suara Sam memanggilku dari atas tangga .



" lucy....sayang.....!! , apa kau bisa membantuku ? ".



" ya sayang ada apa !!? ".




" ya , aku segera datang ! " .



aku mendatangi Sam dan membantunya mencari dasi yang cocok . saat itu Sam menggodaku sambil mendekap ku .


" kamu tidak ingin memakaikan dasinya luc ??". tanya Sam sambil tersenyum manis . seolah tau kelemahan ku .



" kamu ingin aku memakaikan dasi , kenapa enggak bilang dari tadi Sam , tidak perlu mendekap ku seperti ini , aku bisa sesak oleh tubuh kekarmu ". keluh ku .



melihat ekspresi ku , Sam tau bahwa aku sedang kesal .


" ada apa , tadi kamu masih merasa santai . kenapa sekarang jadi sedikit berbeda , apa terjadi sesuatu ? ". tanya Sam melihat ke arah ku dengan tatapan menyelidik.



" huhf, tadi Ryan menelpon ke rumah ! ".



" pecundang itu menelpon , lalu ? , apa dia mengatakan sesuatu yang membuatmu merasa tidak nyaman sayang ? ".



" awalnya aku biasa saja , karena dia menanyakan apa kamu akan pergi ke Venice menyusulnya untuk urusan pekerjaan , tapi dia terus saja memanggilku sayang ".keluhku



" ternyata pecundang itu berusaha menggoda milikku , apa dia tidak tau aku bisa sangat marah " . ucap Sam sembari tersenyum dan memakai jasnya .



" aku gerah Sam , apa tidak ada cara menjauhkannya dariku " . pintaku pada Sam.



" ada banyak cara yang bisa ku lakukan luc , tapi tidak akan seru jika aku menghabisinya sekarang , biarkan saja dia . aku akan membereskannya nanti ". ucap Sam sambil mencium keningku .



aku tertunduk lemas , Sam yang melihatku memelukku dan berkata ,


" dia bukan halangan besar untuk kita luc , sejujurnya ada yang lebih ku takutkan selain dia . pria yang lebih mahir dari Ryan ". ucap Sam mengingat Antony Bryan .



" siapa maksud mu Sam , apa ada orang lain selain Ryan yang berusaha menggangguku ? ".



" tentu saja karena kamu cantik , siapa yang tidak akan menyukai wanita seperti mu luc . tapi tenang saja , aku berjanji mereka tidak akan bisa menyentuhmu . atau aku akan benar-benar memperlihatkan sisi lain diriku ". ucap Sam dengan aura yang berbeda , meski tersenyum aku merasakan sesuatu yang lain dari Sam .



" iya , aku percaya padamu ". pelukku erat .


" oh iya sarapanmu Sam , aku sudah menyiapkannya di bawah ". seruku cepat .



" baik aku sudah selesai , ayo kita turun bersama , apa kamu membuatnya dengan penuh cinta ? ". tanya Sam



" tentu saja , kamu bisa merasakannya dalam satu kali lahapan Sam ". gombalku .



" aku jadi tidak sabar ingin memakannya , ayo cepat ". pinta Sam .



saat menemani Sam sarapan , kata-kata kak Antony terngiang - ngiang di kepalaku , aku tidak bisa melupakannya . bahkan wajah itu sampai terbawa ke dalam mimpi semalam .


aku tidak pernah berpikir untuk memberikan kesempatan pada kak Antony , aku sungguh merasa menjadi orang yang sangat jahat padanya . sejak dulu aku tidak pernah membalas perasaannya , apa kali ini aku juga akan mengalami hal yang sama . apa kak Antony mengatakan hal yang bisa di bilang akan menjadi kenyataan ? .



" apa pilihan yang selama ini aku pilih adalah salah ?? ". pikirku sambil menatap ke arah Sam yang tengah lahap memakan sarapannya . aku berharap kali ini aku membuat keputusan yang benar dengan memilih Sam . aku sudah terlanjur jatuh ke dalam pelukannya , meski ku tau dia dulunya sangat suka memelihara wanita . tapi itu dulu karena dia selalu merasa kesepian, sekarang Sam sudah berubah .



" apakah aku salah karena sudah terlalu cepat percaya ? ". aku menelan ludahku dengan cepat . dalam hati aku berdoa .


semoga saja kali ini aku melangkah ke tempat yang seharusnya.







to be continued.