On my way

On my way
baby don't cry



siang ini Sam memutuskan untuk pergi untuk perjalanan bisnis ke Venice bersama Ryan untuk beberapa hari ke depan . Sam mengatakan untuk menunggunya pulang dan tidak pergi kemana-mana .



" luc , aku akan pergi ke Venice beberapa hari , tunggulah aku disini dan jangan kemana-mana ". ucap Sam seraya merapikan rambutku .



" iya Sam , tapi bukankah aku harus bekerja , bagaimana bisa kamu menyuruhku untuk diam di rumah ? ". tanya ku tersenyum kecil dan memeluknya memberikan isyarat bahwa semua akan baik-baik saja selama dia pergi .



" aku hanya khawatir , aku akan sering menelepon mu saat senggang . ya ampun hanya beberapa hari tapi aku merasa akan pergi begitu lama ". keluh Sam mengusap wajahnya dengan cemas .



" pergilah , aku tidak apa . jika sudah sampai cepat hubungi aku setelah pekerjaanmu ". ucap ku lagi .



Sam pun mengemasi pakaiannya dan pergi bersama sekertaris Jason, sebelum pergi Sam mengatakan sesuatu.



" aku sudah menelpon bibi, dan meminta bibi untuk menemanimu selama aku tidak ada , satu lagi jaga dirimu baik-baik luc ".



" iya , aku akan menunggumu. maka dari itu cepatlah pulang dengan selamat ". seru ku sambil bertingkah manis .



Sam pergi dengan wajah lesu , aku terus tersenyum hingga Sam menghilang dari pandanganku . disisi lain Sam meminta Jason menyuruh orang untuk mengawasi ku .



" sekertaris Jason , hubungi seseorang untuk mengawasi Lucy selama aku pergi dan laporkan padaku siapa-siapa saja yang dia temui dan menemuinya ". tegas Sam



" baik Presdir , saya akan lakukan ".




aku merasa bosan seharian ini , aku memutuskan untuk sedikit lebih lama di kantor untuk menghabiskan waktu ketimbang harus berada di rumah .



" luc , wah tumben kamu masih di kantor . ini sudah jam pulang kerja apa kamu mau lembur ? ". tanya Kadiv di kantor ku .



" sebenarnya pekerjaanku tidak banyak pak , tapi aku sedang tidak ingin ada di rumah , jadi aku memutuskan untuk membantu Merry menyelesaikan beberapa pekerjaan ". ceritaku sambil menopang dagu dan menyeruput ice coffe di meja kerja ku .



" kemana kekasihmu yang luar biasa itu , Presdir Crown grup , aku tidak melihatnya hari ini untuk menjemputmu makan siang ? ". tanya pak Kadiv .



" oh , dia sedang dalam perjalanan bisnis pak dalam beberapa hari ke depan ".



" emh , begitu . ya sudah bapak mau pulang dulu yah . jangan lupa sampaikan juga pada Merry jangan terlalu keras , kalian juga harus memperhatikan diri sendiri ". nasehat Kadiv ku , bapak Kadiv termasuk orang yang baik sebenarnya , selalu memperhatikan pegawainya . maka dari itu sebagian anak buahnya disini bekerja karena loyalitas kepada perusahaan terkait pak Kadiv .



aku kembali mengetik beberapa dokumen yang harus di selesaikan , Merry kembali dengan satu box ayam Kentucky dan beberapa kaleng soda . padahal setahuku tadi dia ijin untuk pergi ke toilet dan tiba-tiba kembali dengan semua itu .



" wah , darimana saja kamu merr ?? , kenapa ke toiletnya lama sekali ? ".



" tadi aku bertemu pak Kadiv di bawah , pak Kadiv lalu memintaku untuk membeli beberapa cemilan untuk karyawan yang lembur malam ini ? ". seru Merry seraya menaruh cemilannya di atas meja .



" pak Kadiv baik banget , huhuhu ...aku jadi tidak enak jika suatu saat harus keluar dari perusahaan ini ! ". keluhku dengan wajah yang lesu .



" hei luc tadi saat sedang di toilet aku mendengar percakapan bagian management loh . mereka bilang perusahaan kita sebenarnya sedang dalam krisis ekonomi , dan mencari pemegang saham terbesar untuk tetap berdiri ". cerita Merry dengan berbisik bisik .



" untuk apa kamu berbisik seperti itu di sini hanya ada kita berdua kan , Hem benarkah kalo begitu kenapa pak Kadiv malah mentraktir kita di saat sulit begini ? , kalau begitu berarti sebentar lagi pasti akan ada lelang saham untuk mempertahankan perusahaan ini ! ? ".



" apa kamu tau ini semua karena direktur Smith melakukan korupsi besar dengan menggunakan anggaran perusahaan untuk berfoya-foya . manusia itu pada akhirnya hanya menyulitkan orang lain sekarang ". jelas Merry lagi.



" sepertinya kamu sudah berubah menjadi koran kantor beberapa hari ini ya mer ? ". ejek ku



" he he he , tidak ada salahnya mencari tahu lebih selama bekerja kan luc , kalo begitu aku akan mengetik kembali pekerjaanku agar kita bisa cepat pulang . oh iya terima kasih sudah membantuku lembur ?! ". ucap Merry melemparkan senyumannya padaku sambil mengelus kepalanya



" Hem , kalo begitu cepat selesaikan pekerjaanmu setelah menyantap semua cemilan ini ".



kami pun tertawa bersama , kami lembur hingga jam 10 malam , saat akan meninggalkan kantor untuk pulang . ponsel ku berdering .



" Hallo sayang , sedang apa ? ". tanya Sam


" aku baru akan pulang sam bersama Merry , tadi kami habis lembur mengerjakan beberapa dokumen yang akan di presentasikan besok ! ".


" Hem , kalo begitu cepatlah pulang . kenapa mendadak lembur , tadi pagi kamu tidak cerita padaku ? ".



" sebenarnya aku juga tidak ada niatan untuk lembur tadinya , tapi saat di kantor aku menawarkan diri untuk membantu teman satu tim ku ".



" apa kamu sudah makan malam ?". tanya Sam lagi



" Heem , tadi Kadiv kami mentraktir kami ".



" baik sekali bos mu luc , aku jadi curiga ". goda Sam



" saaamm.....". ucapku dengan mengerutkan dahi .



" baik sayang , besok aku akan menghubungi kami lagi . hati-hatilah di jalan , setelah aku kembali sebaiknya kita pergi mencarikan kamu kendaraan , aku merasa khawatir jika kamu pulang tanpa membawa kendaraan sendiri ! ".



" iya , aku mengerti . aku baik-baik saja , kalo begitu sampai jumpa Sam ". ucapku sembari mematikan teleponnya .



Merry yang pulang bersamaku , tertawa cekikikan dan berkata ,


" eciecchh....romantisnya , apa kekasihmu mengkhawatirkan mu luc ? ".



" Hem, dia selalu seperti itu ! " . jawabku polos



" uh , aku mau juga laki-laki yang peduli seperti itu . apa masih ada luc ? ". goda Merry .



" merr , kamu ini ada-ada saja ".



" ahahahahah, oh iya bagaimana kalo kita mampir ke kedai pinggir jalan , udaranya sangat dingin. kita bisa mencari makanan hangat kan ? ". pinta Merry




" ahh , ya sudah jika kamu merasa lelah besok saja kita pergi makan-makan dan ajak juga yang lainnya , bagaimana ??? ". seru Merry .



" ya ya , baiklah terserah kamu saja ! ".




saat di persimpangan aku dan Merry berpisah . karena rumah kami berbeda distrik .


di tengah jalan aku di hadang boleh beberapa pria yang sedang mabuk .



" hei , cantik !! ".panggil salah satu pria mabuk.aku langsung mempercepat langkahku dan menundukan kepala ku .



" hei, cantik tunggu .. mau pergi kemana , ayo temani kami sebentar minum disini , jangan terburu-buru ". orang mabuk yang lain mengejar ku dengan sempoyongan .



aku semakin mempercepat langkahku saat itu untuk menghindari mereka , tapi tidak berhasil . mereka mencegat ku saat itu juga dengan melemparkan botol minuman ke depan ku . aku terkejut dengan ketakutan yang sangat amat .



" hei aku bilang tunggu , apa kamu tidak dengar haah !!!. ". melempar botol.



traaackkkk!!!!!



" kyaaaaaaa!!!!!", teriak ku ketakutan .



aku tertunduk mendekap tubuhku erat , kakimu melangkah mundur perlahan . dan orang-orang itu dengan cepat berkerumun mendekatiku .



" kyaaaa,tolong....siapa saja tolong....".teriakku lagi dengan sekuat tenaga , air mata mulai mengucur deras . saat itu aku menginginkan Sam kembali dan menyelamatkanku . seorang pria mabuk berusaha menyentuhku , aku menepis tangannya .



lalu tiba-tiba ...



buuugggghhh...!!!


seseorang muncul dan memukuli pria-pria mabuk tadi dengan sangat mengerikan , semuanya kabur dengan bercucuran darah . aku belum bisa melihatnya dengan jelas dengan keadaan jalan yang gelap saat itu .



rasa panik yang menjalar di tubuhku membuat ku merasa tubuhku menjadi lemas dan ingin pingsan dan terdengar seseorang memanggilku .



" luc , bangunlah ...luc buka matamu !! ". seru seseorang.


aku membuka mataku perlahan , dan mengumpulkan tenagaku . kulihat bayang - bayang seseorang yang tidak asing .


saat itu ku lihat wajah Antony terlihat cemas dengan mendekap ku dalam rangkulannya .



melihat Antony saat itu membuat rasa takutku hilang dan aku terhanyut dalam tangisan.


" kakak.....aku takut !! ". ucapku seraya menangis kuat dalam pelukan Antony .



Antony mendekap ku erat dan berusaha menenangkan ku ,


" mereka sudah tidak ada luc , tenang saja . aku akan menjagamu ! ".



" kak , kapan kakak sampai kesini ? ".


tanyaku dengan wajah yang sembab.



" sebenarnya tadi aku lewat dan seperti melihatmu , lalu aku mengikuti mu luc , di kejauhan aku melihat kamu sedang di ganggu oleh orang-orang brengsek itu ". ucap Antony dengan wajah marah .



" kak , tolong bawa aku pergi dari sini . aku takut kak ". pintaku masih dengan kecemasan .



" baiklah , ayo bangun jangan menangis lagi . aku akan memegangi mu . berjalanlah dengan perlahan ".



saat itu air mataku kembali mengalir , dengan wajah tertunduk aku berkata ,


" kak , terima kasih sudah menolongku " .



seketika Anton mengangkat wajahku dengan jemarinya, lalu tersenyum sembari berkata ,


" kamu tidak perlu mengatakan terima kasih , aku akan melindungi wanita yang ku cintai dengan segenap kekuatanku ". dan menyeka air mataku . tanpa ku sadari , Anton mendaratkan kecupan di keningku dan memelukku .



" hangat...." batinku bicara .



Anton membantuku berjalan ke mobil dan mengantarkan ku pulang . saat sampai dirumah , ternyata ada bibi yang menungguku pulang. saat membukakan pintu , bibi terkejut melihat ku dan Anton pulang bersama .



" Lucy , Anton....." , ucap bibi terkejut



" bi , sudah lama tidak berjumpa . aku bertemu dengan Lucy di jalan . dia di cegat oleh beberapa pria mabuk tadi . jadi aku mengantarkannya pulang ". jelas Anton pada bibi.



mendengar cerita Anton, bibi merasa bersyukur dan berterima kasih . lalu membawaku masuk ,sebelumnya bibi menawarkan Anton untuk mampir.



" ton , tidak mau masuk dulu ? , bibi akan buatkan teh ". ucap bibi halus



" tidak usah bi , Sam tidak akan senang mendengarnya . kalo begitu aku pamit dulu ". seraya melangkah pergi .



aku menatap Anton dari balik tirai jendela kamar di atas , dan memandanginya sampai Anton tak terlihat lagi dari pandanganku .



" kak , padahal aku begitu acuh pada perasaanmu . tapi kamu masih sangat baik padaku ". ucapku dan membaringkan tubuhku ke tempat tidur .









to be continued