On my way

On my way
the way you cry



Sam : Aku tidak tahu sudah berapa lama mencintaimu .


Tapi aku telah memastikan sesuatu tentang kita .


Berapa banyak aku begitu mengenali dirimu .


Mengikutimu kesana kemari bagaikan mata angin yang tak tentu arah .


Aku melihat begitu banyak kesedihan di raut wajahmu .


Ini membuatku ingin menjagamu .



Lucy : Ini semua begitu membuatku bingung .


Kita seperti berlari mengelilingi lingkaran tanpa henti .


Aku berusaha untuk melepaskan semuanya namun dirimu selalu terlukis di hadapan ku .


Dulu ku pernah terpikat padamu , namun sekarang ku membalikan punggung ku berjalan membelakangimu meski ku ingin menoleh , begitu banyak hembusan angin yang memaksa ku untuk tetap menghadap ke depan .




Siang itu setelah pertengkaran kami bertiga , Antony memutuskan untuk membawa ku pergi dari Grandia . Dia juga membatalkan janji makan malam dengan Megan dan berusaha membuat Megan percaya bahwa Sam sedang tertarik pada Lucy dan ingin merebutnya .



" Luc sebaiknya untuk sementara kita pergi dari sini , kita bisa ke phoniex untuk sementara waktu sampai masalah kita mereda ?! ".menjelaskan


" Jika menurutmu itu baik ton ". Tertunduk


" Baiklah aku akan menyiapkan tiket dan passport kita , kamu bersiap lah . Besok kita pergi untuk sementara saja ".


" Heem , aku mengerti . Aku sungguh sangat merepotkan mu ". Ucapku


Antony hanya tersenyum padaku lalu berkata ,


" Ya sudah sekarang pergilah istirahat . Kamu tidak boleh banyak pikiran . Ingat kata-kata ku . Biar aku yang mengurus semuanya . Kalo begitu aku mau menghubungi seseorang dulu ".


" Iya , kalo begitu aku istirahat dulu . Aku sangat lelah ". Ucapku menuju ke kamar.



Saat itu Antony mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Megan .


" Selamat sore , nona Megan Choi . Maaf mengganggu anda ! ".


" Oh tuan Antony , ada apa ? , Saya tidak keberatan jika anda mau bicara sebentar !? ". Dengan nada ramah .


" Nona sepertinya kami tidak bisa menghadiri acara makan malam kalian , rencananya besok kami akan meninggalkan Grandia ". Jelas Anton membuat Megan bingung.


" Ada apa tuan kenapa tiba-tiba sekali ? ".


" Ada sedikit masalah yang harus kami selesaikan , satu lagi nona aku harap mulai sekarang jangan melepaskan Sam " .


" Eh , apa maksud anda tuan antony ! ? ".


" Aku akan mengatakan sesuatu , Samuel Lewis berusaha untuk merebut tunanganku . Jadi ku harap kamu bisa menjadi sekutu ku untuk membuat mereka tidak akan bertemu lagi ". Jelas Anton. Antony menceritakan semuanya dari awal dan berusaha untuk mencuci otak Megan Choi .



Megan terdiam , tatapannya kosong dan tertunduk suram .


" Aku mengerti maksud anda tuan Antony , sepertinya kali ini aku akan menjadi pemeran antagonis ". Nada dingin .



Antony menutup teleponnya . Dan mempersiapkan semua keperluan kami sebelum berangkat .


Sekertaris Jason datang menghadap Sam tentang pengintaian beberapa anak buah Sam .


" Selamat siang Presdir !"


" Kabar apa yang kamu bawa !? "


" Sepertinya tuan Antony akan membawa nona Lucy pergi ! ".


" Apaa....!! , Beraninya dia !!? ".


" Apa yang harus kami lakukan Presdir ?! ". Tanya Jason


" Ikuti kemana mereka akan pergi , setelah sampai kirimkan aku alamat mereka . Aku akan menyusul kemudian ! ". Jelas Sam serius


" Baik Presdir ! ". Balas Jason bergegas bergerak .



Saat itu tanpa Sam sadari Megan tengah mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu . Megan yang mendengar rencana Sam langsung menghubungi Antony .



" Hallo tuan Antony , sebaiknya anda harus mengelabui anak buah Sam , buatlah 2 jalur penerbangan . Yang satunya untuk menipu mereka dan satu penerbangan bisa menggunakan jet pribadi . Sam memiliki niat untuk mengintai mu kemanapun kamu dan Lucy pergi ". Kesal Megan geram



" Terima kasih nona Megan , saya tidak salah memilih sekutu ". Seraya mematikan ponsel dan memanggil ajudannya .




" Saya mengerti tuan muda ! ".



" Baik , lakukan sekarang juga ! ".


" Sam ... Aku tidak menyangka kamu cukup pintar , tapi itu saja tidak cukup untuk melawan ku " . Batin Antony duduk di ruang kerja di kediamannya .



Disisi lain Megan mulai menjalankan rencananya , berpura- pura meminta tolong pada Sam untuk menemani dirinya pergi menjenguk kakeknya yang sedang sakit di Seoul Korea.



" Sam ... Gawat !! ". Seru Megan sambil melangkah cepat menuju ke arah Sam .


" Siapa yang menyuruhmu untuk masuk , kamu menggangguku . Aku sedang bekerja ! ". Ucap Sam dingin


" Kakek Sam ! , Kakek jatuh sakit sekarang kakek sedang kritis . Bagaimana ini !? ". Pura-pura menangis


Sam merasa agak bersimpati berusaha menenangkan Megan.


" Apa kamu sudah menghubungi keluarga mu di sana ? ".tanya Sam


" Sudah kata bibi aku dan kamu harus ke sana kakek ingin bertemu kita Sam , apakah kamu akan pergi sam !? ".Megan berupaya agar Sam pergi .



" Hmm, tapi aku masih banyak pekerjaan di sini , bagaimana jika kamu pergi saja duluan. Aku akan menyusul setelah pekerjaan ku disini selesai! ". Ucap Sam tenang .



" Apa , jadi kamu meminta ku untuk pergi sendiri , apa pekerjaan begitu penting ketimbang Kakek Sam ? , Dia begitu percaya padamu . Apa kamu akan membiarkan kakek menunggumu lagi demi pekerjaan !! ". Berusaha mencari alasan .



" huhf , baiklah kita akan pergi besok ! ". Ucap Sam menghela nafas.


Akhirnya rencana Megan berhasil untuk membawa Sam pergi ke Seoul untuk beberapa saat untuk mengelabuinya .



" Bisakah kamu pergi sekarang , aku harus menyelesaikan urusanku sekarang ! " Pinta Sam dingin .



" Baiklah , aku senang mendengarnya . Aku akan menghubungi bibi dan mengatakan bahwa kita berdua akan pergi bersama " . Sembari melangkahkan kakinya keluar ruangan Sam .



Sesampainya di luar Megan tampak puas dengan siasatnya dan tersenyum penuh kelicikan .


" Sam , kamu bermain dengan orang yang salah . Sejak awal kamu sudah menyeret ku ". Batin Megan



Melihat Megan pergi Sam langsung menghubungi Jason kembali ,


" Jason besok aku ada kepentingan yang sangat mendesak , tolong kamu urus semuanya disini , aku tidak akan lama jadi tetap kabari aku perkembangannya ! ".



" Baik Presdir , saya mengerti ! ".



Sam yang terus memikirkan Lucy , duduk dengan menengadah , menutup kedua matanya . Menghela nafas , sesekali mengerutkan dahi .


Tak paham dengan situasi yang baru saja terjadi di antara mereka . Semuanya menjadi sulit untuk di raih dan di jalani .



Di tempat berbeda , Lucy tidak dapat memejamkan meski ingin tertidur. Membuka ponsel dan membuka galeri ponsel. Ada foto Sam yang di simpan Lucy diam - diam selama ini . Lucy menatap begitu dalam ke layar ponselnya . Air matanya tak lagi bisa di bendung . Lalu memeluk ponselnya menganggapnya seolah benda itu adalah Sam .



Jauh di dalam hati Lucy , dia sangat kesepian saat ini dan begitu merindukan Sam . Tapi Lucy begitu takut mengakui perasaannya .








To be continued