
/-Happy Reading-/
~~ Malam tiba ~~
"Bara kluar papa sama mama mau ngomong" panggil wira di dpan kamar bara
Pintu terbuka
"Ohiya pa pas banget bara jga mau ngomong sesuatu sama mama dn papa" ujar bara kini bara dan kedua ortunya sedang duduk di sofa ruang keluarga
"Kamu mau ngomong apa?" tanya wira
"Papa sma mama duluan aja ngomong nya" suruh bara
"Jadi gini bar,, papa mama dan pak Handra udah sepakat utk urusin pertunangan kamu dan cindy jadi besok siang kita ketemu dengan keluarga pak Handra untuk urusinnya ya" kata wira raut wajah bara mulai berubah sudah ia duga ortunya pasti mau ngomongin itu
"Iya bar kamu gak bisa nolak ya tdi pak Handra udah setuju lho" kata dewi pula
"Ahh pa, ma, maaf bgt tapi bara ga bisa nerusin perjodohan itu" kata bara
"Kenapa" tanya dewi dan wira bersamaan
"Tadi kan bara mau ngomong jdi sekarang bara ngomong, kalau bara gak bisa nerusin perjodohan itu karena... Bara mau nikah dgn seseorang dlm wktu dkat ini" jelas bara buat kedua ortunya membulatkan mata
"Apa kamu bilang? Nikah?" tanya wira memastikan
"Iya pa nikah tpi bukan sama cindy"
"Kamu itu apa²an sih ah selama inikan kamu pacaran ma cindy kok nikahnya ma org lain" kesal wira
"Pa mau brapa kali sih aku bilang kalau aku gak suka sama cindy" kata bara
"Jadi selama ini kamu diam² pacaran sama prempuan satu itu?" tanya dewi
"Gak, kita baru kenal kok" jwb bara
"Trus baru kenal kok langsung nikah" kata wira
"Karena.... Dia" ujar bara ragu² ingin memberi tau
"Karena dia kenapa?" tanya wira menahan emosi
"Karena sedang hamil anaknya bara" kata bara.. wira dan dewi tak percaya dgn ucapan putranya itu
"Kamu jangan becanda bar itu gak lucu sama sekali" kata wira
"Bara gak becanda ini serius cewe itu skrng lagi hamil anaknya bara, karena itu bara harus nikahin dia" kata bara dgn muka dan suara serius
(Brakk) suara hantaman meja wira terdengar di ruangan itu
"Anak kurang ajar kamu" bentak wira menunjuk bara
"Sabar pa sabar" bujuk dewi
"Bara,, apa yg udh kamu lakuin, kamu mau bikin kluarga kita malu?" tanya dewi
"Maafin bara, tapi semua itu terjadi karena kita di jebak bukan kemauan bara bukan kmauan cewe itu, oleh karena itu bara dan dia hrs nikah biar mslhnya kelar" jelas bara sedikit demi sedikit emosi wira mereda
"Mama & papa mau ketemu ma cewe itu sekarang" pinta wira pelan
****
~~ di rumah nayla ~~
"Kak rania percayakan sama aku?" lirih nayla ia sudah menjelaskan semuanya bahwa itu terjadi karena mereka di jebak
"Maafin gue nay" kata rania memeluk adiknya itu
"Kenapa harus kk yg minta maaf harusnya aku" kata nayla
"Maafin kk karena tadi kk kasar sama kamu, kk ga mau dengerin penjelasan kmu dulu" ujar rania keduanya pun menitiskan airmata
"Gpp kok kak aku tau kk emang marah tadi" kata nayla
"Jadi kamu yakin mau nikah sama si bara itu?" tanya rania
"I..iya kak, tapi aku takut ngomong sma ayah dn ibu kak" pinta nayla
"Tenang aja nanti kakak bantuin" ujar rania, lalu terdengar suara pesan masuk di hp nayla
Bara : "Gue bokap dan nyokap otw ke rumah lo, siap² ya" itu isi pesan dari bara
"Siapa?" tanya rania
"Bara, katanya dia dn ortunya otw ke sini" jelas nayla
"Pasti mau omongin soal ini,, skrng kita harus kasitau ayah dan ibu dulu ya" kata rania. Nayla hanya mengangguk jujur dia sangat takut
****
"Ini rumahnya?" tanya dewi kini mobil mereka sudah tiba di depan rumah nayla
"Iya" jwb bara belum sempat mereka turun
~~
"SINI KAMU" bentak seseorang di dalam, tak lama keluarlah rania, ibu dan ayahnya nayla yg sedang menarik paksa tangan nayla utk kluar dari rumah
"Maafin aku ayah" kata nayla histeris
"Anak gak guna kamu ya,ayah dan ibu gak pernah ngajarin kamu buat seperti itu" bentak ayahnya
"Mas udah dong" bujuk ibunya yg bernama Linna
"Iya ayah udah kasian nayla" rania ikut membela sambil memeluk adiknya
"Gak anak kurang ajar seperti ini harus di kasih plajaran, SEKARANG KAMU PERGI DARI RUMAH INI pergi ikut laki² jahanam itu" suruh ayahnya yg bernama Eddy itu
"Ampun ayah jangan usir aku" naylapun bersujud di kaki ayahnya melihat suasana itu bara dan keluarga langsung keluar dri mobil
"Ada apa ini?" tanya wira, mata tajam eddy kini ter7 pada bara
"Kamu... Kamu yg sudah merusak anak gadis saya kan" bentaknya menunjuk muka bara
"Maaf om tapi dengerin dulu penjelasan kami om" ujar bara tapi satu tamparan sudah mendarat di pipinya tpi cowo itu terima saja
"Heh brani sekali kamu menampar anak saya" kesal wira
"Kenapa kamu pikir saya takut, kamu yg ajarin anak kamu ini utk ngerusak anak org ah?" tanya eddy dgn marahnya
"Jaga omongan anda" emosi wirapun mulai naik
"Sabar pa,, sabar pak kita bisa omongin ini baik²" kata dewi
"Bener ayah" timpal Linna dan rania yg sedang memeluk dan menenangkan nayla..
"Kami datang ke sini untuk bincangin masalah ini" kata dewi
"Saya akan tanggung jawab" kata bara pak eddy menatap tajam cowo itu
"Tolong jangan usir nayla dia gak salah, saya janji saya akan tanggung jawab" kata bara dgn serius
"Tolong om tenang dulu.. Kita bisa urusin ini baik² gak harus pake cara emosi kayak gini" kata bara lagi.. Perlahan emosi ayah nayla mereda
"Masuk" suruh ayahnya nayla lalu melangkah masuk kerumah, di ikuti istri nya, rania, nayla, bara dan ortunya
**
"Jadi gini, saya jga gak sebarapa inget om tante karena saat itu sdang mabok,, trs sya di kasi obat prangsang gitu,sama seorang trs saya mau ke kmar mandi sih sbnrnya klo gk slah tapi malah msuk kamarnya nayla, kebetulan kamarnya gak di kunci jdi saya gk sadar lngsung masuk aja dan gitu deh" jelas bara pangang lebar
"Bener itu nay?" tanya eddy
"Iya ayah" jwb nayla
"Baik,, kalau begitu kalian harus menikah agar keluarga kita ga malu" ujar ayahnya nayla
"Tapi saya gak setuju bara menikah dengan nayla" tiba² wira berucap buat semua mata melihatnya heran
~~ Bersambung ~~