Nayla & Bara

Nayla & Bara
~ Pernikahan ~



\-// Happy Reading //\-


"Kenapa pa?" tanya bara


"Pokonya papa gak setuju" kata wira


"Mas gak boleh gitu dong" bisik dewi


"Papa ga boleh gitu dong,, ini nayla lagi hamil lho" kata bara


"Papa ga peduli kalau kalian tetap kekeh mau nikahin mereka, silakan tapi ingat papa ga ikut campur" ucap wira seenaknya lalu melangkah keluar rumah


"Ahh om tante nayla, rania, sorry ya soal sikap papa saya" kata bara


'Papanya bara gak mau pasti gara² ada cindy gue jadi gak enak ma papanya tpi bara sendiri bilang klu dia ga suka ma cindy' batin nayla


"Gimana pernikahan ini bisa brjln lancar kalo papa kamu seperti itu" ujar pak eddy


"Soal papanya nanti saya yg urusin" kata dewi, ayah nayla mengangguk paham


"Jadi nayla,, gimana kamu mau kan nikah sama bara?" tanya ibunya. nayla diam seketika


"I..iya bu" jwb nayla gugup


"Oke.. Kalian harus menikah dlm waktu dekat" ucap ayahnya mulai,menerima keadaan


"Lusa lebih cpat lebih bagus" kata ibu nayla semua pun setuju kecuali papanya bara yg beberapa saat lalu pergi meninggalkan rumah itu


****


~~Malam tiba ~~


'Sialan apa yg harus aku bilang sama Handra dan keluarganya' kata wira yg kini sudah berada di cafe tempat yg di janjikan utk bertemu dgn kluarga handra


"Selamat mlm pak wira, bu dewi" sapa handra


"Malam pak handra silakan duduk" jwb wira, handra, istrinya, dan anaknya cindy pun duduk


"Lho kok om wira sama tante sendiri bara mana?" tanya cindy


"Ahh begini cin, pak, bu, mohon maaf tapi..." wira menggantung ucapannya


"Tapi perjodohan ini di batalkan" seseorang tiba² meneruskan ucapan wira ternyata dia bara yg baru kembali dari toilet


"Apa di batalkan?" tanya handra tak percaya


"Iya, di batalkan" bara kembali mengulang kata² itu, wira dan dewi hanya diam


"Sayang kamu apa²an sih?" kata cindy bangkit dari duduknya


"Udahlah cin, mulai sekarang lo harus belajar ngejauh dari gue, belajar utk berhenti mencintai gue" ujar bara tangisan cindy pecah


"Gak bar.. Aku gak bisa ngejauh dari kamu, aku gak bisa berhenti mencintai kamu, aku cinta bgt sama kamu" kata cindy


"Masalahnya gue gak cinta sama lo" jwb bara


"Ayah,, bunda,, ini gimana?" rengek cindy pada kedua ortunya


"Pak wira, bu dewi, ini gimana sih kemarin katanya udah setuju jadi hari ini tinggal urusin pertunangannya, kok skrng malah di batalin" ujar handra kesal


"Kalian sengaja mau mainin kita?" tanya istrinya handra yg bernama Eva itu


"Maaf pak handra, bu eva.. Tapi" ucapan dewi terhenti


"CUKUP, Eva cindy ayo kita pergi dari sini" ajak handra


"Tapi ayah aku gak perjodohan ini batal" kata cindy masih menangis


"Cindy, kamu gak denger tadi mereka bilang apa ah, udah skrng kita pergi" handra pun menarik tangan cindy dan pergi diikuti istrinya tpi sebelum pergi handra ngomong sesuatu pada wira


"Ingat wira,, karena kamu gak tepatin janji, kamu liat aja nanti apa yg bakal terjadi" ancam handra lalu pergi


****


~~ Skip ~~


Hari pernikahan tiba


"Bagaimana para saksi sah?" ucap penghulu itu


"SAH" suara para saksi mengema di seluruh ruangan, kini bara dan nayla resmi jadi suami istri, tak banyak yg tau soal pernikahan itu bahkan teman² nayla dan bara pun tidak tau pernikahan itu di laksanakan secara tertutup yg hadirpun hanya beberapa keluarga saja.. Semua bahagia kecuali wira pria itu hanya memasang muka kusut dari tadi


****


"Sekarang kalian udah sah" kata dewi dan ibunya nayla selepas acara berakhir


"Tapi pernikahan ini di rahasiain dulu ya jangan sampe org² tau dulu, apalagi cindy dn keluarganya" kata bara


"Iya bar" jwb nayla di ikuti anggukan ibunya dan dewi


"Jadi habis ini kalian mau tinggal dimana?" tanya dewi


"Ada deh" jwb bara bikin istri, ibu dan mertuanya itu penasaran



"Hiks... Hiks" suara tangisan dari kamar cindy masih terdengar setelah bara mengumumkan bahwa perjodohan mereka batal cewe itu hanya berkurung di kamar



"Cindy,, udah dong sayang" bujuk eva saat masuk ke kamar cindy



"Ngak, bun aku gak mau perjodohan itu batal" kata cindy




"Bunda bujukin ayah dong biar mau bincang lagi sama om wira dan tante dewi" rengek cindy



"Please"



"Hmm yaudah nanti bunda bilang" eva pun menuruti keinginan putrinya itu


\*\*\*\*



~~ sebuah mobil tiba di depan sebuah rumah mewah berlantai dua ~~



"Lho ini rumah siapa bar?" tanya nayla pada bara



"Rumah hantu.. Ya rumah kita lah udh ayo" jwb bara, merekapun melangkah masuk ke rumah itu, rumah itu tak berpenghuni tapi terlihat sangat bersih, barang² tertata rapi



"Ini beneran rumah kita?" tanya nayla masih gak percaya



"Iya,, sayang" jwb bara buat pipi nayla memerah seketika



"Paan sih" kata nayla malu²



"Nih rumah peninggalan kakek gue dan di warisin ke gue" jelas bara masih pakai kata gue



"Hmm masih pake lo gue nih?" tanya nayla



"Ohh sorry maksudnya aku kamu" kata bara


"Udah ayo ke kamar udah malam nih" ajak bara



"Tapi kita gak tidur sekamar ya" celetuk nayla buat bara melongo



"Lah trus?" tanya bara



"Ya tidur beda kamar kan di rumah ini banyak kamar" kata nayla



"Kok gitu sih, kita kan udah nikah" ujar bara



"Hmm yaudah sekamar tapi kamu di sofa ya" pinta nayla buat bara menghembuskan nafas pelan



"Yaudah" jwb bara iapun nurut saja biarpun di sofa tpi setidaknya ia tak jauh dari istrinya itu biar bisa mengawasinya setiap waktu



"Mama kamu jahat ya suruh papa tidur di sofa" ucap bara sambil mengelus perut nayla



"ih apaan sih main pegang aja" ketus nayla memukul tangan bara



"Auhh jahat bgt sih emang gak boleh apa?" celetuk bara



"Ya boleh tpi izin dulu" jwb nayla



"Iya dah iya" nurut bara, mlm itupun mereka tinggal di rumah itu nayla tidur enak di kasur sementara suaminya bara tidur di sofa



~~Bersambung~~