Nayla & Bara

Nayla & Bara
~part 11~



\(Happy reading\)


"Bara bner² keterlaluan" ujar wira kesal


"Mas udah dong daripada kluarga kita malu, lagian kan nayla dan keluarganya juga baik kok" kata dewi


"Iya baik tapi gegara ini pasti semua aset² yg di kasi handra bakal dia ambil kembali dan sekelip mata prusaan aku hancur" ujar wira


"Yaudah lah mas, yg namanya rejeki udah ada yg atur" kata dewi


***


"Bar,, bara,, bangun" kata nayla membangunkan bara


"Bentar 5 menit lagi" ujar bara memperbaiki posisi tidur nya


"Gak ada 5 menit bangun gak atau aku siram nih pake air" ancam nayla kali ini berhasil


"Jangan dong iya nih aku bangun" barapun bangun dn ddk di sofa itu


"Yaudah mandi sana" suruh nayla, dn di angguki bara, sementara nayla menuju ke dapur utk menyiapkan sarapan


"Bar" panggil nayla


"Hmm" gumam cowo yg masih sibuk makan


"Ihh kok cuma hmm sih" kesal nayla


"Iya kenapa sayang" jwban bara kali ini mampu buat pipi nayla memerah seketika


"Maafin aku" ujar nayla seketika bara menatap ke arah nayla


"Maaf buat apa?" tanya bara


"Maaf karena gara² aku perjodohan kamu sama cindy jdi batal" lirih nayla


"Ya ampun nay, aku kn udh bilang aku gk suka sama dia" ujar bara


"Tpi dia kan cinta bgt sama kamu" jwb nayla


"Tpi akunya ngak" celetuk bara


"Kalo misalnya iya kamu bilang aja bar,, aku tau kamu itu nikahin aku karena merasa bersalah bukan krna suka, jdi kalo misalnya kmu itu cinta sama cindy silakan" kata nayla tertunduk


"Kok kamu ngomong gitu?" tanya bara


"Emang bener kan?" ujar nayla pula


"Ngak" ujar bara singkat dan langsung melangkah ke kamar


****


Kini kedua insan yg baru resmi jadi pasutri kemarin itu dlm perjalanan ke kampus, di antara mereka tak ada yg membuka bicara


"Aku turun di sini" nayla membuka bicara saat mobil mereka sudah mendekati kampus


"Kenapa?" tanya bara


"Bar, kan kamu sndri yg bilang kalo pernikahan kita di rahasiain dulu kalo mereka liat kita bareng² nanti mereka curiga" ujar nayla


"Oh iya yaudah pelan² jalannya" kata bara iapun mengikuti langkah wanita itu mengunakan mobil dri blkng


***


Udahlah cin, nanti ayah cariin calon yg jauh lebih baik dari si bara itu" ujar handra


"Gak mau ayah, aku cuma maunya bara titik, kalo ayah sma bunda ga bisa tepatin keinginan aku yaudah gpp aku bisa usaha sendiri" kata cindy kesal lalu melangkah ke kamarnya


"Liat tuh anak kamu" kata handra


"Ih anak kamu juga kali" timpal eva


~di kamar~


"Bara gak mungkin batalin prjodohan itu tanpa sebab, pasti ada apa²nya, gue harus cari tau" ujar cindy, iapun bersiap utk ke kampus


***


"Hei bro, lu kmana aja dri kemaren ga ada kabar" ujar rivan pada bara


"Gue ada urusan penting jdi gak sempet ngabarin" jwb bara


"Ohh gitu, btw tumben lu pake mobil biasa motor" kata rivan pula


"Emang salah klo gw pake mobil?" tanya bara


"Enggak sih" jwb rivan lalu datanglah cindy


"Bara" panggil nya bara pun menoleh ke arah suara cowo itu langsung memang muka malas nya dn ingin melangkah pergi


"Bara tunggu,, plis bar kamu jangan ngejauh dari aku aku gak bisa hidup tanpa kamu" rengek cindy memegang tangan bara, dari kejauhan terlihat nayla sedang berdiri melihat semua itu


"Lepasin" kesal bara


"Ngak, kamu jelasin dulu sama aku kenapa kamu ngebatalin perjodohan itu pasti ada sebeb nya" kata cindy memohon, rivan, reza, dan zayn pun kaget trnyata perjodohan itu di batalkan oleh bara kenapa?


"Eh cin, mau brp kali sih gue bilang gue tuh gak suka sama lo paham gak sih" kata bara setengah membentak tak peduli mata para mahasiswa lain yg melihat semua itu


"Kamu bohong bar gak mungkin kamu gak ada rasa sama aku aku yakin di lubuk hati kamu itu ada rasa cinta buat aku" kata cindy


"Seyakin itu ya?" tanya bara


"Iya, kamu lupa waktu itu kamu sendiri kan yg bilang" kata cindy air mata nya menetes segitunya ia mencintai bara, di sebelah sana pun nayla meneteskan air matanya ia merasa bersalah gegara dia cindy jdi seperti ini


"Maafin gue cin" lirih nayla lalu pergi


"Udahlah cin cukup ya aku udah muak dgn semua ini" kata bara lalu prgi


"Bara.. Bar,, inget ya bar aku gak akan pernah berhenti ngejar kamu aku yakin kamu juga cinta sama aku" triak cindy tpi bara tak peduli kan nya


****


Nayla kini ke taman belakang kampus


'Hiks.. Hiks..' ia masih menangis dalam diam lalu ia memutuskan duduk di bangku tangan itu


"Kenapa lagi?" seseorang tiba² bertanya dari arah belakang ternyata itu cowo yg di gerbang wktu itu


"Ahhh gpp kok" kata nayla


"Boleh duduk" ucap pria itu


"Bo..boleh kok" pria itu lalu duduk di samping nayla, seketika cowo itu menatap nayla penuh arti


"Gimana urusan kamu udah beres?" tanya cowo itu, buat nayla mengerutkan kening


"Urusan apa maksudnya" tanya nayla


"Aku.. Aku gak punya cowo kok" ujar nayla


"Masa? Trus yg waktu itu siapa?" tanya cowo itu


"Yg mana?" tanya cindy


"Bara" jwb cowo itu seketika nayla melotot jadi cowo itu kenal bara juga


"Dia.. Dia bukan siapa²nya aku" ujar nayla


"Kalau dia siapa²nya kamu juga gpp kok" kata cowo itu melirik ke sembarang arah


'Walaupun hati gue gak terima' batin cowo itu lanjut berucap


"Beneran dia bukan siapa² dia kan pacarnya cindy" kata nayla


"Hehe iya pacar paksaan" kata cowo itu


"Paksaan maksudnya?" ujar nayla


"Kalo kamu mau tau banyak tentang cowo itu tanya aku aja, nanti aku cerita tpi skrng gak bisa karena kelas 5 menit lgi mulai aku cabut ya" pamit cowo itu


"Oke"


"Jangan sedih² lagi gak baik kan lagi hamil" kata cowo itu tpi dgn suara sangat pelan saat mengatakan hamil, nayla terpaku seketika darimana cowo itu tau kalau nayla hamil bisa gawat kalau dia bongkar rahasia itu


"Dia tau dari mana" ujar nayla bingung


(Saat kelas selesai)


Kini kebanyakan mahasiswa berkumpul di kantin, di antara mereka satu yg menjadi pusat perhatian org² yaitu nayla dan bara jelas saja jadi pusat perhatian seorang bara yg di kenal anti dgn cewe² kini duduk rapat dgn nayla pdhl msi ada bangku kosong lainnya


"Mereka pacaran ya" ujar beberapa mahasiswa yg melihat kedekatan nayla dn bara


"Nay mau pesen apa?" tanya bara pada nayla


"Ahh somay, mi ayam, nasgor, bakso, minumnya es teh" seketika teman² nayla melongo


"Nay,, lo serius makan semua itu lo udh gak makan brapa lama?" kata Vivi


"Gpp vi, lagi laper bgt gue tadi pagi gak,sarapan" kata nayla mengelak


"Oh gitu tpi jan banyak² ntar lo gendut" kata kamila pula, di ikuti tawaan yg lain


Bara pun segera memesan permintaan istrinya itu


"Nih makan yg banyak" ujar bara setelh memberi nampan berisi pesanan nayla


"Makasih bar" ucap nayla dn bara pun kmbli ddk di samping nayla, teman²nya pun mulai memberi kode² heran akan kedekatan mereka sementara cindy


"Ck, kok mereka akrab gitu ya tuh cewe siapa sih" ujarnya kesal


"Awas aja ya kalo sampe bara batalin perjodohan itu gara² tuh cewe gue gak akan lolosin tuh cewe" kata cindy


***


"Permisi" ucap seorang karyawan saat masuk ke ruangan wira


"Iya kenapa?" tanya wira


"Maaf pak cuma mau ksitau aset² prusaan yg di kasi pak handra utk membangun prusaan ini udh di tarik kembali pak" kata karyawan itu


"Sudah ku duga" pinta wira


"Sudah sana keluar" suruhnya


"Baik pak"


"Ini gak bisa di biarin, udah susah payah aku bangun prusaan ini" ujar wira


"Hanya ada satu cara" sambungnya


****


"Bar,, aku mau ke perpus dulu" ujar nayla


"Oke, tiati ya" kata bara naylapun melangkah ke perpus tpi blm sampai ke perpus ia di hadang seseorang


"Tunggu" ujar org itu


"Ada apa ya?"tanya nayla


"Lo itu siapa nya bara?" tanya cewe itu yg tak lain adalah cindy


"Ehmm, bukan siapa² kok" jwb nayla


"Jan bohong lo" kata cindy kesal


"Beneran bukan siapa² ah saya permisi buru²" naylapun melangkah ke perpus


"Gue curiga ma nih cewe pasti dia penyebab bara batalin perjodohan itu" kata cindy



"Bar" panggil rania



"Eh iy knp ran?" tanya bara



"Nayla mana?" tanya rania



"Ke perpus" jwb bara



"Ohh nanti pulang nayla bareng gue aja, biar gak pada curing mereka" ujar rania pelan



"Yaudah deh gue jg mau nanti mau ke kantor bokap bentar" kata bara



"Oke" ujar rania, bara oke² saja karena rania juga kakak kandungnya nayla pasti nayla aman dengannya



~~ Bersambung ~~