
****
Selepas kejadian yg hampir saja mengancam nyawa Nayla dan bayinya tadi. Kini Bara mengajak wanita itu ke taman kampus.
"Bar, aku takut" Kata Nayla. Ketakutannya akan kejadian tadi masih ada.
"Udah ga papa" Kata Bara mengusap pelan rambut wanita itu mencoba menangkan Nayla.
"Aku gak ngebayangin tadi kalo kamu gak nolongin aku" Lirih Nayla dalam pelukan Bara.
"Mulai sekarang kamu harus lebih hati-hati ya sama tuh cewe, aku juga akan selalu jagain kamu kok" Kata Bara.
'Kalo sampe Cindy tau Nayla hamil pasti yg di incar bayinya pokonya dia gak boleh tau' Batin Bara.
"Fiks Cin, si Nayla dan Bara itu punya hubungan special buktinya bara itu selalu deket sama Nayla, padahal tau sendiri kan bara kayak gimana orangnya anti sama cewe" Ujar Fina panjang lebar.
"Tuh cewe bener\-bener berani ya ngerebut Bara dari gue awas aja lo Nayla gue gak bakal biarin hidup lo tenang" Kata Cindy.
"Kalian bertiga mau kan bantuin gue" Ujar Cindy.
"Mau aja sih bantuin apa?" Tanya Fina, Yura dan Cici.
"Kita singkirin Nayla, gue gak pengen liat muka cewe itu lagi di kampus ini" Ujar Cindy.
"Oke tapi caranya gimana?" Tanya Yura.
"Nanti gue pikirin yg penting gue butuh bantuan kalian" Ujar Cindy.
"Siap Cin" Kata ketiga temannya.
~Sepulang Kampus~
"Nay, kita langsung ke rs ya" Kata Bara dalam perjalanan.
"Boleh" Jawab Nayla. Merekapun menuju ke rs untuk periksa kandungan.
\*
~Di rumah sakit~
"Syukurlah kondisi kandungan mbak nya sehat\-sehat saja, terus jaga kesehatan, jangan cape\-cape ya mbak" Kata Dokter itu.
"Iya dok makasih ya" Ujar Nayla. Begitu juga Bara.
~Skip malam tiba~
"Bar, Bara" Panggil Nayla, membangunkan suami nya yg sedang terlelap di sampingnya.
"Napa?" Kata Bara tanpa membuka mata.
"Laper anak kamu minta makan" Ujar Nayla.
"Yaudah sabar bentar lagi pagi kok" Kata Bara.
"Ihh aku maunya sekarang kok nunggunya nanti pagi, keburu mati kelaparan dong aku sama anak kamu" Ujar Nayla. Buat cowo utu segera bangun.
"Yaudah mau makan apa?" Tanya Bara.
"Apa aja yg bisa kamu buatin, nasi goreng juga boleh" Kata Nayla.
"Tapi aku gak ngerti soal masak\-masak itu" Kata Bara.
"Udah buat aja lah" Desak Nayla.
"Yaudah tunggu bentar" Kata Bara. mulai turun dari kasur dan menuju ke dapur. Setengah jam sudah berlalu tapi nasi goreng nya belum juga datang.
"Duhh, lama amat sih, sabar ya nak papa kamu lama banget masaknya" Ujar Nayla mengelus pelan perutnya yg sedikit mulai berisi.
"Nih" Ujar Bara sambil meletakan sepiring nasi goreng dengan bentuk tak karuan di atas meja.
"Lama amat sih, anak kamu marah nih" Gerutu Nayla.
"Maaf ya anaknya papa jangan marah dong papakan gak ngerti soal masak makanya lama" Ujar Bara mengelus perut nayla.
"Lagian kamu malam\-malam gini jangan minta makan dong gak kasian apa sama papa" Sambungnya.
"Jadi gak ikhlas nih bikinin makanan buat aku" Kata Nayla.
"Iya ngerti kok" Kata Nayla.
"Ehmm, yaudah makan dong" Suruh Bara, wanita itupun mulai memakan nasgor buatan suaminya.
"Gimana?" Tanya Bara kala Nayla sudah menyuapkan sesendok nasgor ke mulutnya.
"Lumayan" Kata Nayla. Ia pun segera menghabiskan nasi goreng itu lalu lanjut tidur.
~Skip~
"Pak perusahaan kita mengalami penurunan pendapatan pak, klien\-klien kita kebanyakan di ambil oleh pak Handra, belum lagi hutang perusahaan kita yg banyak kalau begini kita bisa bangkrut pak" Kata Salah satu karyawan pada Wira.
"Yaudah kamu keluar dulu sana" Suruh Wira.
"Hanya bara yg boleh selamat in perusahaan ini" Ujar Wira lalu menelpon Handra.
"Halo pak, saya mau ketemu"
"...."
"Tolong pak kali ini aja, ini tentang masalah perjodohan itu saya janji akan buat Bara mau balikan lagi sama Cindy" Kata Wira.
"...."
"Oke pak nanti saya tunggu" Ujar Wira. Telpon off.
"Nay kamu pasti laper yuk ke kantin" Ajak Bara. Kala kelas mereka sudah usai.
"Boleh tapi aku ke toilet bentar ya" Kata Nayla.
"Aku temenin ya" Ujar Bara.
"Gak usah ga papa kok" Kata Nayla.
"Hati\-hati ya" Kata Bara. Wanita itupun melangkah ke toilet.
"Heh" Ujar Cindy menghadang langkah Nayla yg ingin keluar dari toilet.
"Kenapa Cin?," Tanya Nayla.
"Lo itu punya hubungan apa sih sama Bara?" Tanya Cindy.
"Jawab lo" Kata Yura pula.
"Gak ada hubungan apa-apa kok" Jawab Nayla.
"Lo tuh bisa gak enggak usah bohong sama gue" Ujar Cindy kesal seraya mencengkram keras tangan Nayla.
"Beneran Cin, lepasin dong sakit" Rintih Nayla.
"Oh sakit ya, aduh kasian banget" Ujar Cindy tersenyum licik.
"Lo kasitau dulu lo itu punya hubungan apa sama Bara baru gua lepasin" Ujar Cindy.
"Ngak ada Cin," Kata Nayla.
"Lo nantangin gue ya" Kesal Cindy tambah menguatkan cengkeramannya.
"Enggak. lepasin sakit tau" Kata Nayla berusaha melepas cengkraman tangan Cindy.
"Gue bisa bikin yg lebih sakit dari ini Nay, lo mau rasain" Ujar Cindy.
'Maksudnya apaan?' Batin Nayla. Seketika tubuh nayla di dorong dengan keras ke lantai toilet tubuhnya terhentak keras di lantai sementara belakangnya terhentak keras di tembok.
"Aauu" Jerit Nayla. Sementara Cindy dan Yura hanya tersenyum licik melihat Nayla kesakitan.
"Misi selesai kuy cabut" Ajak Cindy merekapun menutup pintu toilet lalu pergi. Nayla hanya memegang perutnya yg sangat sakit darah mulai mengalir di pahanya.
"T..tolong" Teriak Nayla dengan suara parau. Berharap ada yg mendengar kan nya.
~~Bersambung~