
****
Setelah dari supermarket kini nayla & bara dalam perjalanan pulang, tapi tiba-tiba mobil mereka mogok.
"Kenapa bar," Tanya Nayla.
"Tau nih mobil mogok" Kata Bara.
"Terus gimana?" Tanya Nayla. Bara pun coba memperbaiki mobilnya itu tapi tak berhasil.
"Halo, gue butuh bantuan lo. biasa nih mobil" Ujar bara yg sedang menelpon seseorang.
"...."
"Sekarang gak boleh?" Tanya bara.
"...."
"Yaudah deh ga papa" Ujar Bara. Telpon off.
"Bar, mau hujan" Kata Nayla, menunjuk ke langit yg sudah sangat mendung bahkan hujan mulai rintik rintik.
"Sial" Umpat bara.
"Kita jalan aja yuk, rumah kan gak jauh dari sini nih mobil mau di ambil kan?" Kata Nayla.
"Iya nanti di ambil, udah ayo cepet" Merekapun berjalan cepat berharap hujan tak turun sebelum sampai di rumah tapi tidak, baru belum sampai di rumah hujan deras menguyur tubuh mereka.
"Yah hujan deh" Kata Nayla, tubuh kedua nya sudah basah kuyup.
"Sini-sini" Ajak bara untuk berteduh di depan warung yg sudah tutup.
"Di...dingin banget bar" Kata nayla, wanita itupun mulai menggigil.
"Sini" Ujar bara, menarik tubuh nayla kedalam pelukannya walau tubuh cowo itu pun basah tapi mungkin nayla tak merasa terlalu dingin. Semakin lama pelukan nayla semakin erat pada cowo itu.
"Kamu jangan ninggalin aku ya bar" Suara Nayla terdengar sangat pelan.
"Enggak bakalan" Jawab Bara.
***
"Hujannya udah reda" Kata Nayla, mulai melepaskan pelukan pada bara.
"Iya udah ayo" Ajak Bara. Merekapun melanjutkan perjalanan ke rumah.
****
Sesampainya di rumah. Suasana memang mulai malam.
"Demam dikit aja nanti juga sembuh" Kata Bara, sok kuat.
"Ihh gak boleh gitu, bentar ya" Kata Nayla beranjak ke dapur. Beberapa saat kemudian wanita itu kembali ke kamar membawa air kompresan, lalu menjalankan tugasnya mengompres cowo itu.
"Udah istirahat" Suruh Nayla.
"Ya kamunya di sini dong jangan kemana-mana gimana aku bisa istirahat kalo kamu gak ada" Kata Bara.
"Iya, aku di sini kok" Kata Nayla, sembari menarik selimut tebal menutupi tubuh mereka sebatas dada. Tubuh wanita itu terus saja di peluk erat oleh bara. Setelah hari itu di suruh tidur di sofa kali ini ia bisa tidur sambil memeluk istrinya memang itu yg bara inginkan.
****
"Gue mau kalian cari tau soal cewe yg namanya Nayla itu. Kalian cari tau dia tuh sebenarnya punya hubungan apa sama bara." Titah Cindy pada beberapa teman kampusnya.
"Oke kita bakalan cari tau" Kata salah seorang teman cindy itu.
"Tenang aja ada upahnya kok kalo kalian berhasil" Ujar Cindy, buat ketiga temannya itu senang.
"Wah kalo ada upahnya kita makin semangat buat jalanin tugas lo" Kata temannya yg bernama, Fina itu.
"Tapi inget ya jangan sampe ketauan kalo gue yg suruh ngerti" Kata Cindy.
"Siap" Kata ketiga temannya.
'Siap lo nayla, cepat atau lambat gue bakal tau siapa lo sebenarnya, kalo bener bara mutusin perjodohan itu gara-gara lo gue gak akan biarin hidup lo tenang' Batin Cindy. Tersenyum sinis.
****
"Bar," Panggil Nayla.
"Hmm" Gumam Bara masih memeluk erat tubuh nayla.
"Lepasin dong, aku mau buat sarapan udah pagi nih" Kata Nayla.
"Bentar sayang, masih dingin tau" Ujar Bara dengan suara manjanya. Dan tetap memeluk nayla.
"Kan ada selimut nih" Kata nayla.
"Nggak mau. Maunya kamu" Ujar Bara, buat nayla hanya bisa memasang muka pasrah nya.
"Yaudah 10 menit aja lagi ya" Kata Nayla.
"Hmm" Hanya itu jawaban yg terdengar.
~~ Bersambung ~~
Maaf masi pendek, Aku belum banyak ide.